Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Kamu Nggak Nyaman Saat Ada Orang yang Mau Membantu?
Sefruit

Kenapa Kamu Nggak Nyaman Saat Ada Orang yang Mau Membantu?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 3, 2026 9:02 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Pernah nggak sih ada orang yang tulus menawarkan bantuan, tapi respons pertama yang muncul di kepala kamu justru kamu menolak dan merasa bisa melakukannya sendiri? Padahal sebenarnya kamu lagi capek, lagi kewalahan, bahkan mungkin memang butuh bantuan.

Tapi entah kenapa, menerima bantuan dari orang lain terasa nggak nyaman. Kalau kamu sering seperti ini, mungkin masalahnya bukan karena kamu terlalu mandiri. Bisa jadi kamu sedang mengalami sesuatu yang sering disebut sebagai hyper-independence.

Hyper-independence adalah kondisi ketika seseorang merasa harus mengurus semuanya sendiri dan kesulitan bergantung pada orang lain, bahkan ketika bantuan tersedia. Sekilas memang terdengar keren, mandiri, kuat, nggak merepotkan siapa-siapa. Tapi kenyataannya, terlalu mandiri juga bisa melelahkan.

Menurut teori attachment yang dikembangkan oleh John Bowlby dalam buku Attachment and Loss (1969), pengalaman hubungan di masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang membangun kedekatan dan kepercayaan dengan orang lain saat dewasa. Sebagian orang belajar bahwa bergantung pada orang lain tidak selalu aman, sehingga mereka lebih memilih mengandalkan diri sendiri dalam segala situasi.

Itulah kenapa ada orang yang lebih rela stres sendirian daripada meminta bantuan. Bukan karena mereka nggak punya teman. Tapi karena meminta bantuan terasa lebih menakutkan.

Ada yang takut dianggap lemah. Ada yang takut ditolak. Ada juga yang takut merasa berutang budi. Akhirnya mereka terbiasa memikul semuanya sendirian. Padahal manusia memang bukan makhluk yang dirancang untuk hidup sendirian.

Dikutip dari buku Social: Why Our Brains Are Wired to Connect karya Matthew D. Lieberman (2013), otak manusia secara biologis dirancang untuk membangun koneksi sosial. Hubungan yang suportif dan rasa keterhubungan dengan orang lain berperan penting terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.

Ironisnya, orang yang terlihat paling mandiri dari luar kadang justru yang paling kesepian. Karena mereka terbiasa menjadi tempat bersandar bagi orang lain, tetapi tidak pernah memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk bersandar.

Mereka selalu bilang “Aku aman kok.”, “Aku bisa sendiri.”, atau “Nggak usah repot-repot.” Padahal dalam hati mereka juga ingin didengar, ingin dibantu, ingin dipahami.

Penelitian berjudul The Costs of Self-Reliance oleh Brooke C. Feeney dan Nancy L. Collins (2015) menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu individu menghadapi stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan membangun ketahanan emosional. Sebaliknya, terlalu mengandalkan diri sendiri dalam semua situasi dapat membuat seseorang kehilangan manfaat dari hubungan yang suportif.

Karena itu, kemampuan menerima bantuan sebenarnya bukan tanda kelemahan. Justru itu tanda bahwa kamu cukup aman untuk percaya pada orang lain.

Mandiri memang penting. Tapi hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling kuat menanggung semuanya sendirian. Hubungan yang sehat adalah ketika kamu tahu kapan harus berdiri sendiri dan kapan boleh meminta bantuan.

Kalau selama ini kamu selalu merasa harus kuat setiap saat, mungkin ada baiknya mulai mengingat satu hal yaitu kamu nggak harus mengerjakan semuanya sendirian dan menerima bantuan bukan berarti kamu gagal menjadi pribadi yang mandiri.

Kadang itu justru bagian dari menjadi manusia.

Follow Instagram @sefruitmedia untuk konten-konten menarik lainnya. Jangan lupa share artikel ini ke teman yang selalu bilang “aku bisa sendiri kok” padahal sebenarnya lagi capek banget.

 

Tag:Bantuan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
3
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
4
Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kalau Kamu Sering Bilang Hal Ini ke Diri Sendiri, Mungkin Sudah Saatnya Berhenti

Sering terjebak self-talk negatif seperti "aku nggak bisa" atau "aku harus sempurna"?…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
23 jam lalu
Sefruit

Ternyata Bukan Cuma Zodiaknya. Elemen Zodiak Kamu Juga Mempengaruhi Kebiasaan Sehari-Hari

Bukan cuma sun sign, kenali 4 elemen zodiak (Api, Tanah, Udara, Air)…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
23 jam lalu
Sefruit

Kenapa Libra Suka Bikin Orang Bingung Saat PDKT?

Libra dikenal ramah, perhatian, dan mudah membuat orang nyaman. Masalahnya, sifat itu…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
4 hari lalu
Sefruit

Main Character Energy Nggak Selalu Keren,Kadang Justru Bikin Orang Menjauh

Main character energy awalnya tentang percaya diri dan menghargai diri sendiri. Namun…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up