Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Punya Teman Banyak, Tapi Tetap Ngerasa Sendirian?
Sefruit

Punya Teman Banyak, Tapi Tetap Ngerasa Sendirian?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 3, 2026 8:59 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Kalau dipikir-pikir, harusnya kesepian itu datang saat kita sendirian. Tapi kenyataannya nggak selalu begitu.

Ada orang yang hampir setiap hari ngobrol sama teman. Aktif di grup chat. Punya circle. Punya pasangan. Bahkan sering nongkrong bareng banyak orang. Tapi tetap aja ada perasaan kosong yang susah dijelaskan. Tetap merasa sendirian. Tetap merasa nggak ada yang benar-benar mengerti.

Kalau kamu pernah merasakan hal ini, kamu nggak sendirian. Dan ternyata, perasaan tersebut cukup umum terjadi.

Menurut penelitian Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection oleh John T. Cacioppo dan William Patrick (2008), kesepian bukan sekadar soal jumlah orang yang ada di sekitar kita. Kesepian lebih berkaitan dengan kualitas hubungan yang kita miliki dan apakah kebutuhan emosional kita benar-benar terpenuhi.

Itulah kenapa seseorang bisa memiliki banyak teman, tetapi tetap merasa kesepian. Karena yang dibutuhkan manusia bukan hanya interaksi, tapi juga koneksi.

Ada perbedaan besar antara punya banyak orang untuk diajak ngobrol dan punya seseorang yang benar-benar membuatmu merasa dipahami. Kadang kita bisa tertawa bersama banyak orang, tapi tetap merasa tidak bisa menunjukkan diri yang sebenarnya.

Takut dihakimi, takut dianggap lebay, takut merepotkan. Akhirnya hubungan yang ada hanya berhenti di permukaan. Ramai, tapi tidak dekat.

Dilansir dari buku Braving the Wilderness karya Brené Brown (2017), manusia memiliki kebutuhan mendasar untuk merasa diterima dan terhubung secara autentik dengan orang lain. Ketika seseorang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri dalam hubungan sosial, rasa kesepian dapat tetap muncul meskipun secara fisik ia tidak sendirian.

Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital. Kita lebih terhubung dibanding generasi sebelumnya. Bisa menghubungi siapa saja dalam hitungan detik. Bisa melihat aktivitas teman setiap hari. Tapi ironisnya, banyak orang justru merasa semakin kesepian.

Dikutip dari penelitian Perceived Social Isolation and Cognition oleh Louise C. Hawkley dan John T. Cacioppo (2010), kesepian lebih dipengaruhi oleh persepsi kualitas hubungan sosial dibanding jumlah hubungan sosial yang dimiliki seseorang.

Artinya, memiliki 100 teman belum tentu membuat seseorang merasa terhubung. Sementara memiliki satu hubungan yang aman dan suportif bisa membuat seseorang merasa jauh lebih diterima.

Kadang masalahnya bukan karena tidak ada orang di sekitar. Tapi karena tidak ada ruang untuk benar-benar jujur. Tidak semua orang merasa nyaman menunjukkan sisi rapuhnya. Banyak yang terbiasa menjadi pendengar. Menjadi yang kuat. Menjadi yang lucu. Menjadi tempat curhat orang lain.

Tapi tidak pernah benar-benar menceritakan apa yang mereka rasakan. Lama-lama muncul perasaan “Kalau aku menghilang sebentar, ada yang benar-benar sadar nggak ya?”

Menurut buku Together: The Healing Power of Human Connection in a Sometimes Lonely World karya Vivek H. Murthy (2020), salah satu penyebab utama kesepian modern bukan kurangnya interaksi sosial, melainkan kurangnya rasa memiliki, hubungan yang bermakna, dan koneksi yang autentik.

Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya ingin ditemani. Manusia ingin dipahami. Maka kalau akhir-akhir ini kamu merasa kesepian meskipun punya banyak teman, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri.

Mungkin yang kamu rindukan bukan lebih banyak orang. Tapi hubungan yang membuatmu bisa hadir sebagai diri sendiri tanpa harus berpura-pura baik-baik saja.

Follow Instagram @sefruitmedia untuk konten-konten menarik lainnya. Dan kalau artikel ini relate, share ke teman yang selalu kelihatan baik-baik aja, padahal mungkin lagi merasa sendirian diam-diam.

 

Tag:Bersahabattemanan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Kejagung Buru Bukti Baru, Penggeledahan Kasus MBG Meluas ke Jakarta-Bandung
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Apa yang Ada di Pikiran Capricorn Saat Lagi Jatuh Cinta?

Capricorn dikenal kalem dan sulit ditebak saat jatuh cinta. Tapi di balik…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Sefruit

Pernah Merasa Bersalah Saat Rebahan? Ternyata Ini yang Terjadi pada Pikiranmu

Pernah merasa bersalah saat rebahan atau tidak melakukan apa-apa? Bisa jadi kamu…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Sefruit

Doom-Scrolling: Kebiasaan yang Bikin Capek Tapi Susah Ditinggalin

Doom-scrolling membuat banyak orang terus mengonsumsi berita dan konten negatif meski merasa…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Sefruit

Kenapa Ada Teman yang Bikin Kamu Selalu Merasa Bersalah?

Merasa harus selalu mengalah, takut mengecewakan teman, atau sering meminta maaf tanpa…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up