Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 6 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Busy Day vs Productive Day: Banyak Orang Masih Ketuker
Sefruit

Busy Day vs Productive Day: Banyak Orang Masih Ketuker

Salsabillah Irwanda
Last updated: Juni 5, 2026 5:53 pm
Salsabillah Irwanda
Share
SHARE

Pernah nggak sih kamu merasa capek banget di akhir hari, tapi pas dipikir-pikir lagi ternyata nggak ada banyak hal penting yang benar-benar selesai?

Seharian balas chat client, trus pindah dari satu meeting ke meeting lain. Buka email. Ngerjain tugas kecil. Sibuk terus tanpa jeda. Tapi anehnya, tujuan utama yang ingin dicapai malah nggak bergerak banyak.

Kalau pernah mengalami hal ini, mungkin kamu sedang mengalami busy day, bukan productive day. Masalahnya, banyak orang masih menganggap keduanya adalah hal yang sama. Padahal berbeda.

Busy day adalah ketika kamu menghabiskan banyak energi untuk melakukan berbagai aktivitas. Sementara productive day adalah ketika energi yang kamu keluarkan benar-benar menghasilkan kemajuan terhadap tujuan yang penting bagimu.

Seseorang bisa sangat sibuk tanpa menjadi produktif. Dan seseorang bisa terlihat santai tetapi sebenarnya membuat progres besar.

Menurut buku Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less karya Greg McKeown (2014), salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Akibatnya, perhatian dan energi terpecah sehingga sulit menghasilkan dampak yang benar-benar signifikan.

Makanya, daftar tugas yang panjang belum tentu berarti produktif. Kadang justru sebaliknya. Kita sibuk menyelesaikan tugas-tugas kecil karena terasa lebih mudah dan memberikan rasa pencapaian instan.

Padahal tugas yang benar-benar penting terus ditunda. Misalnya membersihkan inbox email selama satu jam, membalas semua chat, merapikan folder laptop, scroll informasi yang “katanya” untuk riset.

Sementara proposal belum dikerjakan, portofolio belum jadi, skripsi belum disentuh, atau pekerjaan utama belum selesai. Secara teknis kamu sibuk. Tapi belum tentu bergerak maju.

Dilansir dari buku Deep Work karya Cal Newport (2016), pekerjaan yang menghasilkan nilai terbesar biasanya membutuhkan fokus mendalam tanpa gangguan. Namun banyak orang justru menghabiskan sebagian besar waktunya pada pekerjaan dangkal yang membuat mereka terlihat sibuk tetapi tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Inilah alasan kenapa banyak orang merasa burnout meskipun hasil yang dicapai tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan. Karena kelelahan tidak selalu berasal dari kerja keras. Kadang kelelahan datang dari terlalu banyak berpindah fokus.

Penelitian berjudul The Cost of Interrupted Work: More Speed and Stress oleh Gloria Mark, Victor M. Gonzalez, dan Justin Harris (2005) menemukan bahwa interupsi dan perpindahan tugas yang terus-menerus dapat meningkatkan stres sekaligus menurunkan efektivitas kerja.

Itulah kenapa produktif sering kali tidak terlihat sesibuk yang kita bayangkan. Kadang produktif berarti menyelesaikan satu tugas penting, menolak pekerjaan yang tidak prioritas, fokus selama satu jam penuh tanpa distraksi, mengerjakan hal yang mendekatkanmu pada tujuan jangka panjang.

Sementara busy day sering kali dipenuhi aktivitas yang membuat kita merasa bekerja, tetapi tidak benar-benar bergerak.

Menurut buku The One Thing karya Gary Keller dan Jay Papasan (2013), produktivitas bukan tentang melakukan lebih banyak hal, melainkan mengidentifikasi hal yang paling penting dan memberikan perhatian terbesar pada hal tersebut.

Jadi kalau akhir-akhir ini kamu merasa sibuk terus tapi hidup rasanya jalan di tempat, mungkin masalahnya bukan karena kamu kurang rajin. Mungkin kamu hanya terlalu fokus mengisi waktu, bukan menciptakan progres.

Karena pada akhirnya, tujuan produktivitas bukan menjadi orang yang paling sibuk. Tapi menjadi orang yang benar-benar bergerak menuju apa yang ingin dicapai.

Follow Instagram @sefruitmedia untuk konten-konten menarik lainnya. Jangan lupa share artikel ini ke teman yang selalu bilang “gue sibuk banget” padahal sebenarnya lagi terjebak di antara busy day dan productive day yaah.

 

Share This Article
Email Salin Tautan Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rakyat Diminta Hemat, BGN Malah Gelar Acara Mewah Hingga Makan Anggaran Rp55 Miliar
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI
1
Kreator TikTok Dikecam Warganet Karena Kontennya Mengejek Penyandang Disabilitas
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Kreator konten
2
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua Pemainnya
By Rahmat Tunny
Ilustrasi sertifikat halal MBG. Dok: Owrite.id
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?

Lebih berani bicara langsung daripada kirim chat? Bisa jadi kamu terjebak overthinking…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
16 jam lalu
Sefruit

Kalau Kamu Haus Pujian di Satu Hal Tertentu, Coba Perhatikan Ini

Pernah terpikir kenapa jenis pujian tertentu rasanya jauh lebih berkesan? Berdasarkan riset…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
19 jam lalu
Sefruit

Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking

Sering meragukan perasaan sendiri karena takut dianggap overthinking? Padahal, tidak semua kecemasan…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
19 jam lalu
Sefruit

Fenomena yang Bikin Banyak Orang Tidur Jam 2 Pagi Tanpa Sadar

Sering begadang dan asyik scrolling HP sampai jam 2 pagi? Kenali fenomena…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up