Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking
Sefruit

Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 5, 2026 5:37 pm
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
SHARE

Belakangan ini, istilah overthinking semakin sering digunakan. Sedikit khawatir dianggap overthinking, banyak bertanya juga dicap overthinking, bahkan saat merasa ada yang mengganjal dalam hubungan pun kerap dinilai terlalu banyak berpikir.

Akibatnya, banyak orang mulai meragukan perasaannya sendiri. Ketika pasangan tiba-tiba berubah sikap, mereka bilang pada diri sendiri, “Mungkin aku cuma overthinking.”

Ketika teman selalu mengabaikan pesan mereka, mereka berpikir, “Aku terlalu sensitif kali ya.”

Ketika seseorang terus merasa tidak dihargai dalam hubungan, mereka malah bertanya-tanya apakah masalahnya ada pada diri mereka sendiri.

Padahal kenyataannya, tidak semua kekhawatiran adalah overthinking. Kadang, rasa tidak nyaman muncul karena memang ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Inilah yang sering membuat banyak orang bingung. Mereka takut dianggap berlebihan, sehingga terus mengabaikan sinyal yang sebenarnya penting.

Apa Itu Overthinking Sebenarnya?

Secara psikologis, overthinking sering dikaitkan dengan rumination atau kecenderungan memikirkan suatu masalah secara berulang tanpa menghasilkan solusi yang jelas.

Seseorang yang overthinking biasanya terus memutar kemungkinan-kemungkinan buruk di kepalanya, bahkan ketika belum ada bukti yang cukup untuk mendukung kekhawatiran tersebut.

Misalnya, pasangan belum membalas pesan selama beberapa jam. Lalu pikiran langsung berlari ke berbagai skenario:

“Dia marah nggak ya?”

“Aku salah ngomong?”

“Dia udah nggak suka lagi?”

Padahal belum ada informasi yang menunjukkan bahwa hal-hal tersebut benar terjadi.

Dalam situasi seperti ini, yang membuat stres bukan kenyataan yang ada, melainkan asumsi yang terus berkembang di kepala.

Namun berbeda ceritanya ketika kekhawatiran muncul karena ada pola yang memang berulang dan bisa diamati.

Tidak Semua Kekhawatiran Muncul Tanpa Alasan

Misalnya, kamu merasa tidak nyaman karena pasangan sering menghilang tanpa kabar selama berhari-hari.

Atau kamu merasa hubungan pertemanan terasa satu arah karena hanya kamu yang selalu berusaha menjaga komunikasi.

Atau mungkin kamu mulai merasa tidak dihargai karena pendapatmu terus-menerus diabaikan.

Jika hal-hal tersebut terjadi berulang kali dan didukung oleh pengalaman nyata, maka kekhawatiran yang muncul belum tentu merupakan overthinking.

Bisa jadi itu adalah respons alami terhadap situasi yang memang membuatmu tidak nyaman.

Dalam psikologi, emosi memiliki fungsi penting sebagai sumber informasi. Rasa sedih, kecewa, marah, atau khawatir sering kali muncul untuk memberi sinyal bahwa ada kebutuhan yang belum terpenuhi atau ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Karena itu, tujuan utamanya bukan menghilangkan semua kekhawatiran, melainkan memahami dari mana kekhawatiran tersebut berasal.

Cara Membedakan Overthinking dan Kekhawatiran yang Valid

Salah satu cara sederhana adalah bertanya:

“Apakah aku khawatir karena fakta yang benar-benar terjadi, atau karena kemungkinan yang aku bayangkan sendiri?”

Jika jawabannya lebih banyak berasal dari asumsi, prediksi, atau skenario yang belum tentu terjadi, kemungkinan besar kamu sedang overthinking.

Namun jika kekhawatiran muncul karena pola perilaku yang konsisten dan bisa diamati, mungkin ada alasan yang layak untuk diperhatikan.

Misalnya Overthinking: “Dia pakai titik di chat. Jangan-jangan dia marah.” atau Kekhawatiran yang valid: “Selama beberapa bulan terakhir dia semakin jarang berkomunikasi, menghindari diskusi, dan tidak pernah menepati janji yang dibuat.”

Perbedaannya terletak pada bukti. Overthinking sering berakar pada dugaan. Sedangkan kekhawatiran yang valid biasanya didukung oleh pengalaman nyata yang terjadi berulang kali.

Kenapa Banyak Orang Menganggap Semua Kekhawatiran sebagai Overthinking?

Salah satu alasannya adalah karena budaya media sosial sering menyederhanakan masalah psikologis.

Kalimat seperti “jangan overthinking” terdengar sederhana dan menenangkan. Namun dalam praktiknya, tidak semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan berhenti berpikir.

Kadang seseorang justru perlu mendengarkan perasaannya. Jika ada sesuatu yang terus mengganggu pikiranmu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mungkin yang dibutuhkan bukan mengabaikannya, melainkan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Karena hubungan yang sehat bukan hubungan yang membuatmu terus-menerus menebak-nebak. Hubungan yang sehat tetap memiliki konflik dan ketidakpastian, tetapi juga menyediakan ruang untuk komunikasi, kejelasan, dan rasa aman.

Percaya pada Perasaanmu, Tapi Tetap Periksa Faktanya

Perasaan memang penting, tetapi perasaan bukan satu-satunya sumber kebenaran. Begitu juga fakta. Cara terbaik adalah menggabungkan keduanya. Dengarkan apa yang kamu rasakan, lalu tanyakan pada diri sendiri:

“Apa bukti yang mendukung perasaan ini?”

Jika tidak ada bukti yang jelas, mungkin kamu sedang terjebak dalam overthinking. Namun jika ada pola yang konsisten dan berulang, mungkin perasaanmu sedang mencoba memberitahu sesuatu yang penting.

Karena pada akhirnya, tidak semua kekhawatiran adalah musuh yang harus dihilangkan. Sebagian di antaranya justru hadir untuk membantu kita mengenali apa yang benar-benar kita butuhkan dalam sebuah hubungan.

Kalau kamu pernah bingung membedakan antara overthinking dan sinyal bahwa ada sesuatu yang memang perlu diperhatikan dalam hubungan, kamu nggak sendirian. Bagikan artikel ini ke teman yang sering mempertanyakan perasaannya sendiri, dan jangan lupa follow @sefruitmedia untuk konten psikologi, relationship, dan self-growth lainnya.

 

Tag:Overthinking
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
1
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Rambut Panjang atau Pendek? Begini Cara Tahu Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu

Memilih antara rambut panjang atau pendek ternyata tidak hanya soal mengikuti tren…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?

Awal September 2026 diprediksi membawa energi positif bagi zodiak Taurus, Gemini, dan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Orang Tua Narsistik Itu Seperti Apa? Kenali Cirinya

Perilaku egois orang tua tidak serta-merta menunjukkan gangguan kepribadian narsistik (NPD) karena…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Punya Teman Kerja Kayak Gini? Fix, Kamu Butuh Kesabaran Ekstra

Perilaku tidak sopan di kantor (workplace incivility) seperti gemar menyindir atau melempar…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up