Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 6 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking
Sefruit

Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 5, 2026 5:37 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Belakangan ini, istilah overthinking semakin sering digunakan. Sedikit khawatir dianggap overthinking, banyak bertanya juga dicap overthinking, bahkan saat merasa ada yang mengganjal dalam hubungan pun kerap dinilai terlalu banyak berpikir.

Akibatnya, banyak orang mulai meragukan perasaannya sendiri. Ketika pasangan tiba-tiba berubah sikap, mereka bilang pada diri sendiri, “Mungkin aku cuma overthinking.”

Ketika teman selalu mengabaikan pesan mereka, mereka berpikir, “Aku terlalu sensitif kali ya.”

Ketika seseorang terus merasa tidak dihargai dalam hubungan, mereka malah bertanya-tanya apakah masalahnya ada pada diri mereka sendiri.

Padahal kenyataannya, tidak semua kekhawatiran adalah overthinking. Kadang, rasa tidak nyaman muncul karena memang ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Inilah yang sering membuat banyak orang bingung. Mereka takut dianggap berlebihan, sehingga terus mengabaikan sinyal yang sebenarnya penting.

Apa Itu Overthinking Sebenarnya?

Secara psikologis, overthinking sering dikaitkan dengan rumination atau kecenderungan memikirkan suatu masalah secara berulang tanpa menghasilkan solusi yang jelas.

Seseorang yang overthinking biasanya terus memutar kemungkinan-kemungkinan buruk di kepalanya, bahkan ketika belum ada bukti yang cukup untuk mendukung kekhawatiran tersebut.

Misalnya, pasangan belum membalas pesan selama beberapa jam. Lalu pikiran langsung berlari ke berbagai skenario:

“Dia marah nggak ya?”

“Aku salah ngomong?”

“Dia udah nggak suka lagi?”

Padahal belum ada informasi yang menunjukkan bahwa hal-hal tersebut benar terjadi.

Dalam situasi seperti ini, yang membuat stres bukan kenyataan yang ada, melainkan asumsi yang terus berkembang di kepala.

Namun berbeda ceritanya ketika kekhawatiran muncul karena ada pola yang memang berulang dan bisa diamati.

Tidak Semua Kekhawatiran Muncul Tanpa Alasan

Misalnya, kamu merasa tidak nyaman karena pasangan sering menghilang tanpa kabar selama berhari-hari.

Atau kamu merasa hubungan pertemanan terasa satu arah karena hanya kamu yang selalu berusaha menjaga komunikasi.

Atau mungkin kamu mulai merasa tidak dihargai karena pendapatmu terus-menerus diabaikan.

Jika hal-hal tersebut terjadi berulang kali dan didukung oleh pengalaman nyata, maka kekhawatiran yang muncul belum tentu merupakan overthinking.

Bisa jadi itu adalah respons alami terhadap situasi yang memang membuatmu tidak nyaman.

Dalam psikologi, emosi memiliki fungsi penting sebagai sumber informasi. Rasa sedih, kecewa, marah, atau khawatir sering kali muncul untuk memberi sinyal bahwa ada kebutuhan yang belum terpenuhi atau ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Karena itu, tujuan utamanya bukan menghilangkan semua kekhawatiran, melainkan memahami dari mana kekhawatiran tersebut berasal.

Cara Membedakan Overthinking dan Kekhawatiran yang Valid

Salah satu cara sederhana adalah bertanya:

“Apakah aku khawatir karena fakta yang benar-benar terjadi, atau karena kemungkinan yang aku bayangkan sendiri?”

Jika jawabannya lebih banyak berasal dari asumsi, prediksi, atau skenario yang belum tentu terjadi, kemungkinan besar kamu sedang overthinking.

Namun jika kekhawatiran muncul karena pola perilaku yang konsisten dan bisa diamati, mungkin ada alasan yang layak untuk diperhatikan.

Misalnya Overthinking: “Dia pakai titik di chat. Jangan-jangan dia marah.” atau Kekhawatiran yang valid: “Selama beberapa bulan terakhir dia semakin jarang berkomunikasi, menghindari diskusi, dan tidak pernah menepati janji yang dibuat.”

Perbedaannya terletak pada bukti. Overthinking sering berakar pada dugaan. Sedangkan kekhawatiran yang valid biasanya didukung oleh pengalaman nyata yang terjadi berulang kali.

Kenapa Banyak Orang Menganggap Semua Kekhawatiran sebagai Overthinking?

Salah satu alasannya adalah karena budaya media sosial sering menyederhanakan masalah psikologis.

Kalimat seperti “jangan overthinking” terdengar sederhana dan menenangkan. Namun dalam praktiknya, tidak semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan berhenti berpikir.

Kadang seseorang justru perlu mendengarkan perasaannya. Jika ada sesuatu yang terus mengganggu pikiranmu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mungkin yang dibutuhkan bukan mengabaikannya, melainkan memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Karena hubungan yang sehat bukan hubungan yang membuatmu terus-menerus menebak-nebak. Hubungan yang sehat tetap memiliki konflik dan ketidakpastian, tetapi juga menyediakan ruang untuk komunikasi, kejelasan, dan rasa aman.

Percaya pada Perasaanmu, Tapi Tetap Periksa Faktanya

Perasaan memang penting, tetapi perasaan bukan satu-satunya sumber kebenaran. Begitu juga fakta. Cara terbaik adalah menggabungkan keduanya. Dengarkan apa yang kamu rasakan, lalu tanyakan pada diri sendiri:

“Apa bukti yang mendukung perasaan ini?”

Jika tidak ada bukti yang jelas, mungkin kamu sedang terjebak dalam overthinking. Namun jika ada pola yang konsisten dan berulang, mungkin perasaanmu sedang mencoba memberitahu sesuatu yang penting.

Karena pada akhirnya, tidak semua kekhawatiran adalah musuh yang harus dihilangkan. Sebagian di antaranya justru hadir untuk membantu kita mengenali apa yang benar-benar kita butuhkan dalam sebuah hubungan.

Kalau kamu pernah bingung membedakan antara overthinking dan sinyal bahwa ada sesuatu yang memang perlu diperhatikan dalam hubungan, kamu nggak sendirian. Bagikan artikel ini ke teman yang sering mempertanyakan perasaannya sendiri, dan jangan lupa follow @sefruitmedia untuk konten psikologi, relationship, dan self-growth lainnya.

 

Tag:Overthinking
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rakyat Diminta Hemat, BGN Malah Gelar Acara Mewah Hingga Makan Anggaran Rp55 Miliar
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI
1
Kreator TikTok Dikecam Warganet Karena Kontennya Mengejek Penyandang Disabilitas
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Kreator konten
2
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua Pemainnya
By Rahmat Tunny
Ilustrasi sertifikat halal MBG. Dok: Owrite.id
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?

Lebih berani bicara langsung daripada kirim chat? Bisa jadi kamu terjebak overthinking…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
16 jam lalu
Sefruit

Kalau Kamu Haus Pujian di Satu Hal Tertentu, Coba Perhatikan Ini

Pernah terpikir kenapa jenis pujian tertentu rasanya jauh lebih berkesan? Berdasarkan riset…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
19 jam lalu
Sefruit

Busy Day vs Productive Day: Banyak Orang Masih Ketuker

Merasa lelah seharian tapi tugas utama tidak selesai? Bisa jadi kamu terjebak…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
19 jam lalu
Sefruit

Fenomena yang Bikin Banyak Orang Tidur Jam 2 Pagi Tanpa Sadar

Sering begadang dan asyik scrolling HP sampai jam 2 pagi? Kenali fenomena…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up