Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Ada Teman yang Bikin Kamu Selalu Merasa Bersalah?
Sefruit

Kenapa Ada Teman yang Bikin Kamu Selalu Merasa Bersalah?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 10, 2026 5:13 pm
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
SHARE

Semua pertemanan pasti punya konflik. Kadang ada salah paham, perbedaan pendapat, atau momen ketika salah satu pihak melakukan kesalahan. Itu normal.

Tapi bagaimana kalau setiap masalah selalu berakhir dengan kamu yang merasa bersalah?

Awalnya mungkin terlihat seperti drama pertemanan biasa. Namun jika pola ini terus berulang, bisa jadi kamu sedang berada dalam dinamika pertemanan yang kurang sehat.

Merasa Bersalah Terus-Menerus Bukan Hal yang Normal

Dalam hubungan yang sehat, kedua pihak sama-sama bertanggung jawab atas masalah yang terjadi. Tidak ada satu orang yang terus-menerus menjadi “tersangka utama” setiap kali muncul konflik.

Namun dalam beberapa pertemanan, seseorang bisa dibuat merasa bersalah bahkan ketika ia sebenarnya tidak melakukan kesalahan besar. Misalnya ketika tidak bisa membalas chat dengan cepat, tidak selalu tersedia setiap saat, atau memilih mendahulukan kebutuhan pribadinya.

Lama-kelamaan, rasa bersalah ini membuat seseorang terus mengalah demi menjaga hubungan tetap berjalan.

Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Salah satu penyebabnya adalah adanya pola manipulasi emosional yang halus.

Psikolog Harriet B. Braiker dalam bukunya Who’s Pulling Your Strings? How to Break the Cycle of Manipulation and Regain Control of Your Life (2004) menjelaskan bahwa rasa bersalah sering digunakan sebagai alat untuk memengaruhi perilaku orang lain. Tidak selalu dilakukan secara sadar, tetapi efeknya bisa membuat seseorang merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain.

Contohnya adalah kalimat seperti “Aku kira kamu teman yang peduli.” atau “Ya udah, nggak apa-apa kok. Aku memang nggak penting.”

Kalimat-kalimat seperti ini terlihat sederhana, tetapi dapat memicu rasa bersalah yang berlebihan.

Tanda Ini Bukan Cuma Drama Biasa

Ada perbedaan antara konflik biasa dan pola yang tidak sehat.

Jika setiap masalah selalu membuatmu merasa menjadi penyebab utama masalah, takut mengecewakan teman, sulit mengatakan “tidak”, terus meminta maaf meskipun tidak yakin melakukan kesalahan, merasa cemas sebelum bertemu atau berbicara dengannya.

Mungkin masalahnya bukan lagi sekadar drama pertemanan.

Psikolog Susan Forward dalam buku Emotional Blackmail (1997) menyebut bahwa sebagian hubungan dapat berkembang menjadi pola di mana rasa takut, kewajiban, dan rasa bersalah digunakan untuk mempertahankan kontrol dalam hubungan.

Kenapa Kita Sering Tidak Menyadarinya?

Karena hubungan seperti ini tidak selalu terlihat toxic dari luar.

Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada konflik yang dramatis. Bahkan kadang hubungan tersebut terlihat dekat dan akrab.

Masalahnya, pola tersebut terjadi secara perlahan hingga akhirnya terasa normal.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Roy F. Baumeister dan koleganya dalam artikel Bad Is Stronger Than Good (2001) menunjukkan bahwa pengalaman negatif cenderung memiliki dampak psikologis yang lebih kuat dibandingkan pengalaman positif. Akibatnya, kritik kecil atau rasa bersalah yang terus berulang bisa lebih membekas dibanding banyak momen menyenangkan dalam hubungan tersebut.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas semua emosi orang lain.

Menjadi teman yang baik bukan berarti harus selalu tersedia, selalu mengalah, atau selalu menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri.

Pertemanan yang sehat tetap memberi ruang untuk berkata tidak, memiliki batasan, dan membuat kesalahan tanpa harus terus-menerus dihantui rasa bersalah.

Kalau setiap interaksi dengan seseorang membuatmu merasa bersalah, mungkin ada baiknya berhenti sejenak dan melihat polanya. Karena terkadang yang melelahkan bukan konflik yang terjadi, melainkan dinamika yang terus berulang.

Kalau kamu merasa artikel ini relate, bagikan ke temanmu yang mungkin juga pernah mengalaminya. Dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten seputar psikologi, self-development, dan fenomena kehidupan sehari-hari lainnya.

Tag:Konflikmerasa bersalahTeman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Pamit Setelah 7 Tahun, Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI
By Anisa Aulia
Konferensi Pers pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
1
Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi, Destry Damayanti Jamin Stabilitas BI
By Anisa Aulia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
2
Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur, Ini Proyeksinya Hari ini
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
3
Piala AFF 2026: Kamboja Mencoba Melawan Takdir, Skuad Garuda Bertekad Pesta Gol di Pakansari
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Komplek Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
4
Sidoarjo Gawat HIV Usia Muda: 1.183 Kasus Terdeteksi, LSL Hingga Ibu Hamil Mulai ‘Kena Getah’!
By Syifa Fauziah
Serba-serbi HIV/AIDS.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Anak Susah Makan Sayur? Coba Cara Ini Dulu

Menghadapi drama anak susah makan sayur? Jangan buru-buru memaksa atau memarahi si…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Lima Fakta Kebaya yang Mungkin Baru Kamu Tahu

Bukan sekadar busana formal untuk wisuda atau kondangan, kebaya kini bertransformasi menjadi…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Ini Alasan Kenapa Diet Sering Gagal Justru Setelah Olahraga

Sering merasa kalap makan setelah satu jam penuh berolahraga? Jangan biarkan dietmu…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
Sefruit

Hewannya Aktif, Kandangnya Terawat. Ini Kebun Binatang yang Worth It Dikunjungi

Ingin liburan seru sekaligus edukatif ke kebun binatang? Dari keasrian Taman Safari…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up