Banyak orang sering mendengar nasihat yang sama: “Jangan terlalu mencari validasi dari orang lain.” Tapi kenyataannya, hampir semua manusia membutuhkan validasi dalam bentuk tertentu.
Kita senang ketika usaha kita dihargai. Kita senang ketika seseorang memilih kita. Kita senang ketika keberadaan kita dianggap penting. Masalahnya, tidak semua orang mencari bentuk approval yang sama.
Ada yang paling bahagia ketika dipuji. Ada yang paling bahagia ketika dipilih. Ada juga yang merasa paling berharga ketika dibutuhkan.
Dan menariknya, jenis approval yang paling kamu cari sering kali bisa mengungkap sesuatu tentang kebutuhan emosionalmu yang lebih dalam.
Kalau Kamu Suka Dipuji, Mungkin Kamu Sedang Mencari Pengakuan
Bayangkan ada dua situasi. Di situasi pertama, seseorang berkata: “Aku senang kamu ada di tim ini.”
Di situasi kedua, seseorang berkata: “Kerjaanmu bagus banget.”
Kalau kalimat kedua terasa jauh lebih menyenangkan, mungkin bentuk approval yang paling berarti bagimu adalah pengakuan terhadap kemampuan dan pencapaian.
Banyak orang yang tumbuh dengan standar tinggi sering kali mengaitkan nilai dirinya dengan prestasi. Mereka merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan apresiasi atas apa yang mereka kerjakan.
Psikolog William James sudah membahas hubungan antara harga diri dan pencapaian sejak bukunya The Principles of Psychology (1890). Ia menjelaskan bahwa rasa berharga seseorang sering kali dipengaruhi oleh keberhasilan dalam area yang dianggap penting bagi dirinya.
Karena itu, pujian bukan sekadar kata-kata manis. Bagi sebagian orang, pujian terasa seperti bukti bahwa usaha mereka benar-benar terlihat. Namun jika terlalu bergantung pada pujian, seseorang bisa mulai merasa tidak cukup ketika tidak mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Kalau Kamu Suka Dipilih, Mungkin Kamu Sedang Mencari Rasa Aman
Sekarang bayangkan seseorang berkata: “Aku memilih kamu.” Entah itu dalam pertemanan, hubungan romantis, atau pekerjaan.
Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terasa lebih berarti daripada pujian apa pun. Mereka tidak terlalu peduli disebut pintar atau berbakat. Yang mereka inginkan adalah kepastian bahwa mereka diinginkan dan tidak ditinggalkan.
Menurut teori keterikatan (Attachment Theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby dalam buku A Secure Base (1988), manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa aman dalam hubungan. Perasaan diterima dan dipilih membantu menciptakan rasa aman tersebut.
Karena itu, orang yang sangat menghargai perasaan dipilih sering kali bukan sedang mencari status atau prestasi. Mereka sedang mencari kepastian bahwa mereka penting bagi seseorang. Tidak heran jika mereka sangat bahagia ketika diajak terlebih dahulu, dicari, atau dijadikan prioritas.
Kalau Kamu Suka Dibutuhkan, Mungkin Kamu Sedang Mencari Makna
Ada juga orang yang merasa paling bahagia ketika seseorang berkata: “Aku butuh bantuanmu.” Atau “Aku nggak tahu harus gimana kalau nggak ada kamu.”
Bagi mereka, kebahagiaan terbesar bukan berasal dari pujian atau perhatian, melainkan dari perasaan bahwa keberadaan mereka memiliki dampak bagi orang lain.
Psikolog Viktor Frankl dalam bukunya Man’s Search for Meaning (1946) menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan mendalam untuk menemukan makna dalam hidupnya. Salah satu sumber makna tersebut adalah merasa bahwa keberadaan kita berguna bagi orang lain.
Itulah sebabnya banyak orang merasa puas ketika bisa membantu, mendukung, atau menjadi tempat bergantung bagi orang-orang yang mereka sayangi.
Namun ada sisi lain yang perlu diperhatikan.
Jika seluruh nilai diri hanya berasal dari perasaan dibutuhkan, seseorang bisa kesulitan menetapkan batasan. Mereka mungkin terus membantu meskipun kelelahan, karena takut kehilangan rasa berharga ketika tidak lagi dibutuhkan.
Tidak Ada yang Salah dengan Ketiganya
Dipuji, dipilih, dan dibutuhkan bukanlah kebutuhan yang buruk. Ketiganya adalah bagian normal dari pengalaman manusia.
Bahkan menurut Self-Determination Theory yang dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan dalam artikel ilmiah The “What” and “Why” of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior (2000), manusia memiliki kebutuhan psikologis dasar untuk merasa kompeten, terhubung dengan orang lain, dan memiliki kendali atas hidupnya.
Menariknya, ketiga tipe approval tadi sering kali berhubungan dengan kebutuhan tersebut. Dipuji berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa kompeten. Dipilih berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa terhubung. Dibutuhkan berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa bermakna.
Karena itu, pertanyaannya bukan apakah kamu mencari validasi atau tidak. Pertanyaan yang lebih menarik adalah: validasi seperti apa yang paling berarti bagimu?
Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Jawabanmu?
Kalau kamu paling senang dipuji, mungkin kamu sangat menghargai pencapaian dan pengakuan. Kalau kamu paling senang dipilih, mungkin hubungan dan rasa aman emosional adalah hal yang penting bagimu.
Kalau kamu paling senang dibutuhkan, mungkin kamu menemukan makna melalui kontribusi dan kepedulian terhadap orang lain. Tidak ada jawaban yang lebih baik atau lebih buruk.
Justru memahami jenis approval yang paling kamu cari bisa menjadi langkah awal untuk mengenal dirimu lebih dalam.
Karena sering kali, apa yang paling kita inginkan dari orang lain sebenarnya memberi petunjuk tentang kebutuhan emosional yang paling penting bagi diri kita sendiri.
Kalau disuruh memilih, kamu paling senang dipuji, dipilih, atau dibutuhkan?
Coba tulis jawabanmu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman yang sedang belajar mengenal dirinya lebih dalam. Jangan lupa follow @sefruitmedia untuk konten psikologi, self-growth, dan insight menarik lainnya.
