Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 11 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Apa yang Paling Menyenangkan Buatmu: Dipuji, Dipilih, atau Dibutuhkan?
Sefruit

Apa yang Paling Menyenangkan Buatmu: Dipuji, Dipilih, atau Dibutuhkan?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 10, 2026 4:22 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Banyak orang sering mendengar nasihat yang sama: “Jangan terlalu mencari validasi dari orang lain.” Tapi kenyataannya, hampir semua manusia membutuhkan validasi dalam bentuk tertentu.

Kita senang ketika usaha kita dihargai. Kita senang ketika seseorang memilih kita. Kita senang ketika keberadaan kita dianggap penting. Masalahnya, tidak semua orang mencari bentuk approval yang sama.

Ada yang paling bahagia ketika dipuji. Ada yang paling bahagia ketika dipilih. Ada juga yang merasa paling berharga ketika dibutuhkan.

Dan menariknya, jenis approval yang paling kamu cari sering kali bisa mengungkap sesuatu tentang kebutuhan emosionalmu yang lebih dalam.

Kalau Kamu Suka Dipuji, Mungkin Kamu Sedang Mencari Pengakuan

Bayangkan ada dua situasi. Di situasi pertama, seseorang berkata: “Aku senang kamu ada di tim ini.”

Di situasi kedua, seseorang berkata: “Kerjaanmu bagus banget.”

Kalau kalimat kedua terasa jauh lebih menyenangkan, mungkin bentuk approval yang paling berarti bagimu adalah pengakuan terhadap kemampuan dan pencapaian.

Banyak orang yang tumbuh dengan standar tinggi sering kali mengaitkan nilai dirinya dengan prestasi. Mereka merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan apresiasi atas apa yang mereka kerjakan.

Psikolog William James sudah membahas hubungan antara harga diri dan pencapaian sejak bukunya The Principles of Psychology (1890). Ia menjelaskan bahwa rasa berharga seseorang sering kali dipengaruhi oleh keberhasilan dalam area yang dianggap penting bagi dirinya.

Karena itu, pujian bukan sekadar kata-kata manis. Bagi sebagian orang, pujian terasa seperti bukti bahwa usaha mereka benar-benar terlihat. Namun jika terlalu bergantung pada pujian, seseorang bisa mulai merasa tidak cukup ketika tidak mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Kalau Kamu Suka Dipilih, Mungkin Kamu Sedang Mencari Rasa Aman

Sekarang bayangkan seseorang berkata: “Aku memilih kamu.” Entah itu dalam pertemanan, hubungan romantis, atau pekerjaan.

Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terasa lebih berarti daripada pujian apa pun. Mereka tidak terlalu peduli disebut pintar atau berbakat. Yang mereka inginkan adalah kepastian bahwa mereka diinginkan dan tidak ditinggalkan.

Menurut teori keterikatan (Attachment Theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby dalam buku A Secure Base (1988), manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa aman dalam hubungan. Perasaan diterima dan dipilih membantu menciptakan rasa aman tersebut.

Karena itu, orang yang sangat menghargai perasaan dipilih sering kali bukan sedang mencari status atau prestasi. Mereka sedang mencari kepastian bahwa mereka penting bagi seseorang. Tidak heran jika mereka sangat bahagia ketika diajak terlebih dahulu, dicari, atau dijadikan prioritas.

Kalau Kamu Suka Dibutuhkan, Mungkin Kamu Sedang Mencari Makna

Ada juga orang yang merasa paling bahagia ketika seseorang berkata: “Aku butuh bantuanmu.” Atau “Aku nggak tahu harus gimana kalau nggak ada kamu.”

Bagi mereka, kebahagiaan terbesar bukan berasal dari pujian atau perhatian, melainkan dari perasaan bahwa keberadaan mereka memiliki dampak bagi orang lain.

Psikolog Viktor Frankl dalam bukunya Man’s Search for Meaning (1946) menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan mendalam untuk menemukan makna dalam hidupnya. Salah satu sumber makna tersebut adalah merasa bahwa keberadaan kita berguna bagi orang lain.

Itulah sebabnya banyak orang merasa puas ketika bisa membantu, mendukung, atau menjadi tempat bergantung bagi orang-orang yang mereka sayangi.

Namun ada sisi lain yang perlu diperhatikan.

Jika seluruh nilai diri hanya berasal dari perasaan dibutuhkan, seseorang bisa kesulitan menetapkan batasan. Mereka mungkin terus membantu meskipun kelelahan, karena takut kehilangan rasa berharga ketika tidak lagi dibutuhkan.

Tidak Ada yang Salah dengan Ketiganya

Dipuji, dipilih, dan dibutuhkan bukanlah kebutuhan yang buruk. Ketiganya adalah bagian normal dari pengalaman manusia.

Bahkan menurut Self-Determination Theory yang dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan dalam artikel ilmiah The “What” and “Why” of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior (2000), manusia memiliki kebutuhan psikologis dasar untuk merasa kompeten, terhubung dengan orang lain, dan memiliki kendali atas hidupnya.

Menariknya, ketiga tipe approval tadi sering kali berhubungan dengan kebutuhan tersebut. Dipuji berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa kompeten. Dipilih berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa terhubung. Dibutuhkan berkaitan dengan kebutuhan untuk merasa bermakna.

Karena itu, pertanyaannya bukan apakah kamu mencari validasi atau tidak. Pertanyaan yang lebih menarik adalah: validasi seperti apa yang paling berarti bagimu?

Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Jawabanmu?

Kalau kamu paling senang dipuji, mungkin kamu sangat menghargai pencapaian dan pengakuan. Kalau kamu paling senang dipilih, mungkin hubungan dan rasa aman emosional adalah hal yang penting bagimu.

Kalau kamu paling senang dibutuhkan, mungkin kamu menemukan makna melalui kontribusi dan kepedulian terhadap orang lain. Tidak ada jawaban yang lebih baik atau lebih buruk.

Justru memahami jenis approval yang paling kamu cari bisa menjadi langkah awal untuk mengenal dirimu lebih dalam.

Karena sering kali, apa yang paling kita inginkan dari orang lain sebenarnya memberi petunjuk tentang kebutuhan emosional yang paling penting bagi diri kita sendiri.

Kalau disuruh memilih, kamu paling senang dipuji, dipilih, atau dibutuhkan?

Coba tulis jawabanmu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman yang sedang belajar mengenal dirinya lebih dalam. Jangan lupa follow @sefruitmedia untuk konten psikologi, self-growth, dan insight menarik lainnya.

 

Tag:pujianvalidasi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Menkop Bongkar Asal-Usul Koperasi Merah Putih, Ternyata Berawal Dari ‘Wangsit’ Orang Tua Prabowo!
By Rahmat Tunny
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.
1
Owrite.id Siapkan Revolusi Kreativitas Mahasiswa, Trisakti dan Mercu Buana Jadi Titik Awal
By Syifa Fauziah
Program Owrite Goes To Campus
2
Ray Rangkuti Tolak UU Polri Baru: Alih-alih Menuju Reformasi Polisi, Ugal-ugalan
By Hardani Triyoga
Personel Polri bersiap mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 24.980 personel untuk pengamanan aksi Hari Buruh di Jakarta yang berpusat di kawasan Monas dan depan Gedung DPR/MPR
3
Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter
By Natania Longdong
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
4
Luhut Bongkar Rencana Besar Prabowo, Bansos Rp5,4 Juta Langsung Cair ke Rekening Warga
By Natania Longdong
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Doom-Scrolling: Kebiasaan yang Bikin Capek Tapi Susah Ditinggalin

Doom-scrolling membuat banyak orang terus mengonsumsi berita dan konten negatif meski merasa…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
18 jam lalu
Sefruit

Kenapa Ada Teman yang Bikin Kamu Selalu Merasa Bersalah?

Merasa harus selalu mengalah, takut mengecewakan teman, atau sering meminta maaf tanpa…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
18 jam lalu
Sefruit

Cara Mengenali Nilai Hidupmu Tanpa Tes Kepribadian

Apakah tindakanmu sudah sesuai dengan apa yang kamu anggap penting? Yuk, kenali…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
19 jam lalu
Sefruit

Aneh Tapi Nyata: Banyak Orang Lebih Nyaman Cerita ke Orang Asing

Pernah curhat mendalam ke orang asing yang baru dikenal? Fenomena stranger-on-the-train ini…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up