Kalau sering melihat konten zodiak, kamu pasti pernah menemukan pasangan yang disebut sebagai perfect match atau bahkan soulmate. Contohnya, Libra dan Gemini, Scorpio dan Pisces, Leo dan Sagitarius.
Seolah-olah kalau dua zodiak ini bertemu, hubungan mereka pasti berjalan mulus tanpa hambatan. Tapi kenyataannya, hubungan nggak sesederhana itu.
Bahkan pasangan yang dianggap paling kompatibel sekalipun tetap bisa mengalami konflik, salah paham, dan tantangan yang sama seperti pasangan lainnya.
Mitos: Kalau Soulmate, Hubungannya Pasti Mudah
Banyak orang menganggap soulmate adalah seseorang yang otomatis cocok dalam segala hal. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa keyakinan seperti ini justru bisa membuat hubungan lebih rentan terhadap masalah.
Dalam penelitian tahun 2011 berjudul Implicit Theories of Relationships oleh psikolog Raymond A. Knee dan rekan-rekannya, ditemukan bahwa orang yang percaya hubungan ideal harus berjalan secara alami tanpa banyak usaha cenderung lebih mudah kecewa ketika menghadapi konflik.
Mereka sering menganggap masalah sebagai tanda bahwa hubungan tersebut tidak cocok. Padahal konflik adalah bagian normal dari setiap hubungan.
Pasangan yang Mirip Justru Bisa Bentrok
Salah satu alasan beberapa pasangan zodiak dianggap soulmate adalah karena mereka memiliki banyak kesamaan. Contohnya Gemini dan Libra yang sama-sama suka ngobrol, atau Leo dan Sagitarius yang sama-sama penuh energi.
Masalahnya, kesamaan nggak selalu berarti kemudahan. Dua orang yang sama-sama suka mendominasi bisa sering berdebat. Dua orang yang sama-sama sulit mengambil keputusan bisa sama-sama bingung menentukan arah hubungan.
Kadang yang membuat hubungan berjalan baik bukan karena keduanya identik, melainkan karena mereka bisa saling melengkapi.
Kompatibel Bukan Berarti Tanpa Tantangan
Psikolog hubungan John M. Gottman dalam bukunya The Seven Principles for Making Marriage Work (1999) menemukan bahwa pasangan yang langgeng bukanlah pasangan yang tidak pernah bertengkar.
Yang membedakan adalah bagaimana mereka menghadapi perbedaan dan menyelesaikan konflik. Artinya, meskipun dua orang terlihat sangat cocok di atas kertas, hubungan tetap membutuhkan komunikasi, kompromi, dan usaha.
Tidak ada kombinasi zodiak yang bisa menghapus kebutuhan tersebut.
Kadang Ekspektasi yang Jadi Masalah
Saat seseorang percaya bahwa pasangannya adalah soulmate, ekspektasi yang muncul sering kali menjadi sangat tinggi. Mereka berharap pasangannya selalu mengerti tanpa perlu dijelaskan, selalu tahu apa yang dirasakan, selalu bisa memenuhi kebutuhan emosional mereka.
Padahal dalam kehidupan nyata, pasangan tetap manusia biasa.
Psikolog Eli J. Finkel dalam bukunya The All-or-Nothing Marriage (2017) menjelaskan bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi dalam hubungan modern sering menjadi sumber kekecewaan karena pasangan dianggap harus memenuhi terlalu banyak kebutuhan sekaligus.
Jadi, Apakah Konsep Soulmate Salah?
Enggak juga. Banyak orang merasa konsep soulmate membantu mereka memahami tipe pasangan yang cocok secara emosional.
Namun penting untuk diingat bahwa hubungan yang sehat tidak ditentukan oleh zodiak saja.
Kecocokan mungkin bisa membuat hubungan terasa lebih mudah di awal. Tetapi yang membuat hubungan bertahan biasanya adalah komunikasi, rasa hormat, kepercayaan, dan kemauan untuk tumbuh bersama.
Jadi kalau pasangan zodiak favorit internet ternyata sering berantem, itu bukan berarti mereka gagal menjadi soulmate. Karena hubungan yang baik bukan hubungan yang bebas masalah, melainkan hubungan yang tetap bisa berjalan meskipun masalah datang.
Menurutmu, pasangan zodiak mana yang paling sering disebut soulmate? Share artikel ini ke temanmu dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten zodiak, psikologi, dan fenomena menarik lainnya!
