Pernah nggak sih lagi banyak pikiran, eh tiba-tiba tangan udah buka bungkus keripik? Atau niatnya cuma makan satu biskuit, tapi tahu-tahu satu stoples habis. Tenang, kamu nggak sendirian.
Fenomena ini sering disebut emotional eating, yaitu kebiasaan makan karena dipicu oleh emosi, bukan karena tubuh benar-benar lapar. Dan ternyata, ada penjelasan ilmiahnya.
Saat kamu lagi stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol, atau yang sering disebut hormon stres. Nah, hormon ini bisa meningkatkan nafsu makan, terutama ke makanan yang tinggi gula, garam, atau lemak.
Makanya, pas lagi stres, rasanya pengen banget makan gorengan, mi instan, es krim, atau minuman manis. Jarang banget, kan, tiba-tiba ngidam brokoli?
Selain itu, otak juga sedang mencari cara tercepat buat bikin mood terasa lebih baik. Makanan manis dan tinggi kalori bisa memicu pelepasan hormon dopamin, yaitu hormon yang bikin kita merasa senang. Masalahnya, efek ini biasanya cuma sementara. Setelah makanan habis, rasa stresnya sering kali masih ada.
Makanya banyak orang yang habis ngemil malah jadi merasa bersalah. Stresnya belum hilang, tapi camilannya udah ludes duluan.
Tapi perlu diingat, nggak semua orang yang stres bakal makan lebih banyak. Ada juga yang justru kehilangan nafsu makan. Respons setiap orang terhadap stres memang berbeda-beda.
Kalau kamu termasuk tim yang lapar terus saat stres, coba berhenti sebentar sebelum ambil camilan. Tanya ke diri sendiri, “Aku benar-benar lapar atau lagi pengen cari pelarian?”
Kalau ternyata cuma lagi suntuk, mungkin kamu bisa coba cara lain buat mengalihkan pikiran. Jalan kaki sebentar, dengerin lagu favorit, ngobrol sama teman, atau sekadar stretching beberapa menit kadang udah cukup membantu bikin kepala lebih ringan.
Kalau memang lapar, ya nggak masalah makan. Tapi usahakan pilih makanan yang lebih mengenyangkan dan bernutrisi, seperti buah, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein. Jadi tubuh tetap dapat energi tanpa bikin kamu merasa terlalu kenyang atau menyesal setelahnya.
Yang paling penting, jangan langsung menyalahkan diri sendiri kalau sesekali kalap makan saat lagi stres. Itu adalah respons yang cukup umum terjadi. Yang perlu dilakukan bukan melarang diri makan sama sekali, tapi mulai mengenali apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
Karena kadang, yang dibutuhkan tubuh bukan tambahan sepiring makanan, melainkan waktu untuk istirahat, bercerita, atau sekadar mengambil napas lebih pelan.
Jadi, lain kali kalau lagi stres dan tiba-tiba pengen ngemil terus, ingat ya, mungkin yang lagi “lapar” bukan perutmu, tapi pikiranmu.
Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk informasi lainnya ya!










