Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, potensi cuaca ekstrem di laut bisa terjadi.
Hal itu menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan dengan intensitas tinggi dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran.
Sementara berdasarkan survei Potensi Pergerakan Orang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebanyak 2,62 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi laut.
Untuk itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta kepada jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh unit pelaksana di lapangan harus siaga 24 jam.
Ia menekankan komitmen dan semangat untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat.
Keselamatan bukan hanya prioritas, keselamatan adalah harga mati, keselamatan yang terbaik adalah keselamatan yang bahkan tidak disadari karena tidak ada insiden yang terjadi,”
Menhub Dudy dalam keterangannya, Senin 8 Desember 2025.
Ia pun berkaca dari insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali dan peristiwa Kebakaran KM Barcelona VA di perairan Talise, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.
Insiden-insiden di laut yang membawa korban ini membawa pesan yang tegas, yakni pentingnya mengutamakan keselamatan.
Lebih lanjut Menhub Dudy memberikan instruksi kepada jajarannya berupa pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) harus diperketat dan menyeluruh, pengawasan kelebihan muatan harus diperkuat, kesiapsiagaan SAR dan keamanan pelayaran harus dioptimalkan serta koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait harus dilakukan real-time.
Kapal yang tidak memenuhi standar tidak boleh diberikan izin berlayar. Informasi cuaca ekstrem harus tersampaikan cepat dan jelas,”
Menhub Dudy.


