Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, ketersedian kebutuhan pangan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ada dalam kondisi mencukupi. Tetapi, akses infrastruktur diakuinya menjadi masalah utama dalam pendistribusian.
Budi mengatakan, di Sumatera Utara misalnya, saat ini pasokan pangan mencukupi. Tetapi karena permasalahan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan tanah longsor, akses pengiriman menjadi terkendala.
Sumatera Utara juga menyampaikan pasokan ada, terkendali. Cuman kalau yang mau masuk yang bantuan ini kan infrastrukturnya lagi bermasalah, Tapi yang di luar itu tidak ada masalah tidak masalah, artinya pasokan juga ada semua,”
ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menuturkan, pemerintah terus mengantisipasi agar distribusi pangan tidak ikut terdampak oleh gangguan akses tersebut. Namun, ia memastikan bahwa hingga kini ketersediaan bahan pangan tetap mencukupi.
Nah nanti tadi juga disampaikan kembali lagi supaya jangan terdampak distribusinya, tetapi pasokan ada semua,”
katanya.
Budi mengaku, tidak ada komoditas pangan yang berpotensi naik akibat bencana di Sumatera. Justru katanya, daging dan telur ayam sedang mengalami surplus.
Tadi daging malah bilang surplus, daging telur surplus. Jadi sampai sekarang sih enggak ada masalahnya,”
katanya.
Budi mengatakan, saat ini fokus pemerintah di Sumatera adalah menggelontorkan bantuan. Sedangkan di luar wilayah bencana pemerintah tengah mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem.
Enggak ada, enggak ada (masalah distribusi), kan kalau yang di bencana kan memang sifatnya bantuan sekarang, seperti Sumatera Utara jalan sampai ke lokasi kan kalau itu kan fokus bantuan. Kalau yang di luar lokasi bencana, tadi kan sudah disampaikan diantisipasi pasokan sebenarnya cukup enggak ada masalah,”
kata Budi.
Jumlah Korban Bencana Sumatera Mencapai 929 Orang
Adapun dalam laporan resmi yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, 8 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 929 orang. Selain itu, 274 warga masih dinyatakan hilang, sementara 5.000 orang mengalami luka-luka.
Banjir besar ini berdampak pada 52 kabupaten/kota di Sumatera. Total 148.100 rumah rusak dalam bencana tersebut.
BNPB juga mencatat kerusakan besar pada sejumlah fasilitas penting 1.200 fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung pemerintahan/perkantoran, dan 405 jembatan yang putus atau rusak parah.
Kerusakan yang dialami beberapa wilayah di Sumatera ini menyebabkan banyak wilayah terisolasi dan sulit dijangkau tim penyelamat.


