Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pemerintah sebaiknya segera merasionalisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dialihkan menjadi paket stimulus bagi sektor swasta yang kini dianggap lesu, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih sehat.
Menurut Bhima, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen terlalu ditopang oleh belanja pemerintah dan hal itu tidak dapat terus diandalkan. Untuk itu, guna menciptakan struktur ekonomi sehat, motor penggerak utama harus segera dikembalikan kepada sektor swasta dan konsumsi rumah tangga.
Sekarang yang juga lebih penting adalah menggerakkan konsumsi rumah tangga dan sektor privat. Seharusnya ‘motornya’ itu (pihak) swasta. Anggaran MBG yang begitu besar harus dirasionalisasi untuk mendorong stimulus yang dibutuhkan swasta,”
kata Bhima kepada Owrite.id.
Bantuan Subsidi
Bhima mengungkapkan, bantuan pemerintah kepada swasata bisa berupa subsidi upah demi mencegah PHK massal, pemotongan biaya utilitas seperti tarif listrik, maupun akses terhadap bahan baku yang lebih murah.
Menurut dia, bila seluruh kapasitas fiskal negara dihabiskan untuk membiayai program pemerintah pada awal tahun 2026, rumah bagi stimulus industri dan masyarakat bisa sangat terbatas.
Ekonomi yang sehat itu swastanya di depan (diberdayakan). Kecuali pemerintah harus mengakui bahwa kondisinya lagi krisis, maka belanja pemerintah yang diutamakan,”
ucap Bhima.
Dominasi Belanja Pemerintah
Kebijakan ekonomi rezim Prabowo dinilai terlalu memusatkan peran pada pemerintah pusat, misal dengan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Ia pun membandingkan dengan era Jokowi yang didominasi oleh proyek pembangunan infrastruktur.
Persamaan kedua kepala negara ini ialah menyisakan ruang sempit bagi pihak swasta untuk berkembang. Alhasil sektor privat loyo. Bahkan aliran dana belanja pemerintah yang tergolong besar, belum mampu menciptakan efek berganda yang sehat bagi UMKM. Pertumbuhan kredit UMKM saat ini tercatat negatif.



