Pemerintah memastikan ketersediaan pangan mencukupi pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebanyak 11 bahan pokok penting dipastikan berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy mengatakan amannya stok pangan ini sesuai dengan instrumen Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025. Tercatat stok beras hingga akhir Desember sebanyak 12,5 juta ton.
Kami dari Badan Pangan Nasional ingin menyampaikan bahwa 11 bahan pokok penting menjelang Nataru itu, aman. Untuk beras sampai dengan akhir Desember 2025 kita mempunyai stok sekitar 12,5 juta ton. Kemudian jagung 4,5 juta ton, kedelai 91 ribu ton,”
ujar Sarwo dalam keterangannya Selasa, 9 Desember 2025.
Sarwo merinci, untuk stok bawang merah mencapai 52 ribu ton, bawang putih 58 ribu ton, cabai besar 63 ribu ton, cabai rawit 49 ribu ton. Kemudian daging sapi kerbau 58 ribu ton, daging ayam 231 ribu ton, telur ayam ras 74 ribu ton, serta gula konsumsi 1,43 juta ton.
Adapun carry over stock atau stok sisa itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Ia mengatakan, bila dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi bulanan, stok akhir tahun beras menjadi yang teratas karena memiliki ketahanan paling lama.
Sarwo menjelaskan, dengan estimasi stok beras nasional sampai akhir 2025 masih berada di 12,5 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi bulanan 2,599 juta ton. Maka stok beras nantinya dapat mencukupi hingga hampir 5 bulan lamanya.
Stok akhir tahun jagung pun diestimasikan dapat memenuhi hingga 3,5 bulan kebutuhan konsumsi di tahun 2026 mendatang,”
jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan kuatnya stok beras nasional menjadi fondasi utama stabilitas pangan jelang Nataru maupun dalam kondisi darurat bencana.
Dengan stok pangan nasional yang kuat, pemerintah memiliki ruang yang sangat cukup untuk menjaga stabilitas pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya beras baik untuk konsumsi reguler maupun bantuan bencana,”
ujar Amran.
Untuk itu, pemerintah melalui penugasan Bapanas ke Perum Bulog sudah menggelontorkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pertama, pemerintah telah menyiapkan program bantuan pangan berupa 34 ribu ton beras dan 6,8 juta liter (6.312 ton) minyak goreng untuk tiga provinsi terdampak.
Rinciannya yakni Aceh 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng, Sumatera Utara (Sumut) 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng. Sumatera Barat (Sumbar) 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng.
Kedua CBP bencana alam, Bapanas telah menerbitkan surat penugasan kepada Perum Bulog untuk menyalurkan CBP untuk bencana alam. Secara keseluruhan, Bulog ditugaskan menyalurkan total 5,33 ribu ton dengan sasaran 1.567.279 jiwa.
Adapun rincian penyaluran CBP untuk bencana alam antara lain Aceh 2,44 ribu ton dengan total 696.514 jiwa. Kemudian Sumatera Utara 2,42 ribu ton dengan 687.889 jiwa dan Sumatera Barat 471,8 ton dengan 182.876 jiwa.
Kemudian kaitan dengan stabilisasi pasokan dan harga untuk 11 komoditas bahan pokok penting ini, terus kami kawal beserta Satgas dari Polri dan Alhamdulillah sampai saat ini harganya relatif stabil,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan, pasokan dan distribusi pangan jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, pemerintah mewaspadai kondisi cuaca di akhir tahun ini.
Budi mengatakan, kondisi cuaca pada akhir tahun seringkali dalam kondisi ekstrem. Sehingga pemerintah akan melakukan antisipasi agar ketersediaan dan distribusi pangan tidak terganggu.
Dari pemerintah daerah, dari asosiasi, maupun juga dari produsen disampaikan bahwa persiapan untuk Nataru ini relatif aman, karena pasokan dan distribusi terkendali dengan baik. Nah, yang perlu kita antisipasi tadi disampaikan bahwa faktor cuaca ya,”
ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin, 8 Desember 2025.


