Streamer YouTube Adimas Firdaus atau yang akrab disapa Resbob tengah menjadi perbincangan publik setelah potongan video siaran langsungnya viral di media sosial.
Dalam tayangan itu, ia melontarkan ucapan yang dianggap menghina masyarakat suku Sunda serta pendukung Persib Bandung, Viking.
Kasus tersebut pun dibawa ke jalur hukum. Namun hingga saat ini, Resbob tidak diketahui keberadaannya. Sosoknya masih jadi burnonan pihak kepolisian.
Kronologi
Kasus tersebut bermula saat potongan video live streaming Resbob viral di media sosial. Dalam video itu terlihat ia sedang berada di dalam mobil sambil menyetir.
Melalui video itu, dia melontarkan nada kasar kepada suporter Persih Bandung dan masyarakat Sunda. Video tersebut diunggah ulang oleh warganet ke berbagai platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram.
Viking an***, Viking an***. Bonek Viking sama aja, tapi yang an*** hanya Viking,”
kata Resbob dalam video yang beredar.
Tak hanya melontarkan kata kasar terhadap Viking, Resbob juga menghina suku Sunda.
Pokonya semua Sunda an***, semua orang Sunda an***,”
imbuhnya.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Resbob
Sejak saat itu, nama Resbob pun menjadi perbincangan. Banyak netizen yang memberikan komentar negatif.
Pada Kamis 11 Desember 2025 lalu, akhirnya Resbob memberikan klarifikasi dan meminta maaf melalui akun Instagram pribadinya @adimasfirdauss.
Dalam video itu ia mengakui ucapan yang ia sampaikan salah.
Saya sadari ucapan saya adalah hal yang sangat sensitif dan tidak ada pembenaran terhadap hal itu,”
katanya dalam video klarifikasi tersebut.
Resbob juga menegaskan, dirinya tidak memiliki dendam terhadap masyarakat Sunda. Ia mengaku memiliki kedekatan secara personal dengan orang Sunda sejak kecil.
Dalam klarifikasinya, Resbob menyebut bahwa dirinya berada dalam pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung.
Melarikan Diri
Kapolda Jawa Barat hingga saat ini tengah melakukan upaya pencarian terhadap yang bersangkutan.
Sedang pengejaran,”
ujar Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan kepada wartawan, Minggu 14 Desember 2025.
Pernyataan serupa disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian masih berupaya melacak keberadaan Adimas.
Lagi dicari, kalau ketemu saya kabari ya,”
ujar Hendra, menjawab pertanyaan wartawan terkait kapan Adimas akan diperiksa polisi.
Ditambahkannya, hingga saat ini pihaknya telah menerima dua laporan terkait kasus tersebut, baik di tingkat Polda maupun Polrestabes. Namun, apabila substansi perkaranya sama, penanganannya akan digabungkan.
Kalau sama (perkaranya) ya tetap satu aja yang diterima,”
tutup Hendra.


