Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 11 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / KPK Tumpul Sepanjang 2025, Uchok Sky CBA: Semua Ulah Jokowi dan DPR
Nasional

KPK Tumpul Sepanjang 2025, Uchok Sky CBA: Semua Ulah Jokowi dan DPR

Syifa Fauziahdusep-malik
Last updated: Desember 31, 2025 10:44 am
Syifa Fauziah
Dusep
Share
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. (Foto: owrite)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menangani 439 perkara terkait korupsi sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 69 di antaranya masih dalam tahap penyelidikan.

Daftar isi Konten
  • Jokowi dan DPR Paling Bertanggung Jawab Atas Lemahnya KPK
  • Kasus Blok Medan SP3 dan Korupsi Haji Tak Tuntas

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai saat ini KPK dalam titik yang sangat lemah dibandingkan Kejaksaan Agung atau Kepolisian dalam membongkar kasus-kasus korupsi.

Kenapa KPK ini lemah? KPK lemah setelah terjadi revisi Undang-Undang KPK, waktu zamannya Jokowi. Apalagi KPK saat ini harus dibawa ke pemerintahan,”

ujar Uchok kepada owrite baru-baru ini.

Uchok mengingatkan awal terbentuknya KPK saat reformasi 1998, untuk mengatasi korupsi saat zaman Presiden Soeharto.

Saat itu kita membutuhkan suatu lembaga yang betul-betul harus bisa menangkap apapun. Jangankan pejabat, setan juga kalau memang jahat kepada republik ini harus ditangkap oleh KPK,”

tegasnya.

Lebih lanjut Uchok mengatakan dibentuknya KPK ini karena Kepolisian dan Kejaksaan tidak bisa diharapkan untuk mengusut dan menyelidiki kasus korupsi. KPK ini juga sebenarnya dibuat untuk masyarakat sipil, sehingga komisaris KPK yang dipilih itu dari masyarakat. 

Namun saat ini, di KPK sendiri ada Polisi dan Jaksa yang ikut tergabung. Hal itu yang menyebabkan adanya pergesekan dan membuat sistem KPK menjadi rusak.

Jokowi dan DPR Paling Bertanggung Jawab Atas Lemahnya KPK

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab dari rusaknya KPK ini? Uchok dengen tegas menjawab orang yang harus bertanggung jawab adalah Joko Widodo.

Karena dia yang mengelakukan revisi Undang-Undang KPK itu mengakibatkan kekuatannya KPK hancur lebur. Karena memang dibandingkan Kejaksaan yang paling berani (menangani) kasus-kasus besar. Kalau KPK yang menangani kasus besar mutar-mutar aja, tidak menetapkan tersangka, enggak jelas,”

ucapnya.

Selain Jokowi, orang yang bertanggung jawab atas kehancuran KPK ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), karena Uchok menilai DPR seolah sakit hati dengan KPK.

Karena dulu-dulu, kalau KPK OTT, nampak orang di pejabat atau di kementerian, itu pasti KPK ke DPR. Makanya DPR itu, ketakutan dan dendam. Jadi mereka ikut-ikutan untuk menghapuskan KPK. Jadi dendamnya legislatif kita kayak gitu. Mereka enggak mau di Senayan itu, panik dan ketakutan dengan KPK ini,”

tuturnya.

Kasus Blok Medan SP3 dan Korupsi Haji Tak Tuntas

Namun ia melihat saat ini KPK sudah “jinak”. Beberapa kasus besar seperti Blok Medan hingga korupsi haji hingga saat ini belum tuntas.

Blok Medan udah SP3. Udah ada soal penghentian penyidikan. Padahal udah jelas, Blok Medan itu di persidangan sudah terungkap, ada nama anak dan mantu di situ, Bobby dan Kahiyang. Kenapa kasusnya ditutup setelah Mantan Gubernur Maluku, Abdul Ghani meninggal?”

tanyanya. 

Di persidangan itu ada data, ada fakta. Kan kalau satu fakta, masih ada dua fakta yang masih dijangkau di KPK, kan bisa. Kenapa harus ditutup? Harusnya KPK itu menggali. Banyak fakta di situ yang harus diungkap,”

sambungnya.

Dari kasus tersebut, Uchok menilai KPK seolah menutupi fakta dan data kasus Blok Medan. Ia juga mengatakan bahwa KPK takut untuk mengusut kasus tersebut.

Makanya dari awal tadi saya bilang, KPK ini udah kehilangan roh untuk memberantas korupsi. KPK ini rohnya itu apa? Siapapun harus dibabat. Tapi roh ini hilang. Ketika ada anak mantu presiden yang terlibat, mereka menghindari,”

katanya. 

Uchok juga menyoroti KPK yang terlalu sibuk mengurusi kasus OTT yang kecil saja, seperti OTT di Bandung, Tangerang Selatan, dan Bekasi. 

Kenapa sih KPK itu masuk kepada kasus kecil gitu loh? Kenapa enggak diperdalam kasus Blok Medan. Sampai saat ini belum juga selesai. Itu aja dulu diperdalam. Tapi kelihatannya memang, kasus-kasus ini, kasus-kasus Kejaksaan. Mereka hanya berhadapan dengan Kejaksaan. Tapi kalau sudah menyangkut Blok Medan, yang mereka tangani adalah kekuatan politik. Itu lah yang mereka bikin KPK enggak punya nyali,”

tandasnya.
Tag:blok medanDPRJokowiKorupsiKorupsi hajiKPKUchok Sky Khadafi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang merupakan kuasa hukum aktivis KontraS Andrie Yunus, Alif Fauzi Nurwidiastomo (ketiga kiri) bersama Airlangga Julio (kedua kanan) berbincang dengan Panitera Pengadilan Militer II-08 Jakarta Mayor Chk Salimin (kedua kiri) saat menyerahkan surat penolakan untuk menghadiri sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (11/5/2026). Andrie Yunus melalui TAUD menyerahkan surat ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk menyampaikan penolakannya hadir di persidangan kasus dugaan penyiraman air keras oleh anggota TNI yang akan digelar pada 13 Mei 2026.
Hukum

TAUD Pertanyakan Kepentingan Oditurat Militer dalam Sidang Kasus Penyiraman Air Keras

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menilai oditur melanggar hukum sepanjang sidang kasus penyiraman air keras yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. "Kami melihat sidang ini sama sekali tidak mewakili…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read
Memilah sampah
Hype

Cara Memilah Sampah yang Benar Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Cara memilah sampah tentu susah-susah gampang, namun hal itu harus dilakukan agar tidak mencemari lingkungan. Ya, permasalahan sampah hingga kini masih menjadi permasalahan dunia, termasuk di Indonesia. Volume sampah rumah…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
6 Min Read
Ilustrasi pembubaran Nobar Film Pesta Babi. (Sumber: Dibuat AI)
Nasional

YLBHI Soroti Pembubaran Film ‘Pesta Babi’ oleh Aparat, Negara Takut pada Karya Seni?

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) merespons pelarangan dan pembubaran pemutaran film Pesta Babi di beberapa daerah di Indonesia. Lembaga itu menilai pelarangan tersebut merupakan bentuk nyata pembangkangan terhadap UUD 1945, pelanggaran…

By
Adi Briantika
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Warga bersepeda saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut para pelaku diadili melalui peradilan umum serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar penegakan hukum berlaku adil dan transparan.
Nasional

Tolak Hadir Sidang Air Keras, Andrie Yunus Kembali Jalani Operasi di RSCM

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan bahwa Andrie Yunus kembali menjalani operasi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
41 menit lalu
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Megawati dan Dubes Rusia Tengah Berbincang Santai Saat Pertemuan (Doc by: Instagram Kedubes Rusia untuk RI)
Nasional

Dubes Rusia Lakukan Pertemuan dengan Megawati, Ada Agenda Apa?

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
7 jam lalu
Bandara Miangas
Nasional

Diresmikan Jokowi, Prabowo Janji Perbaiki-Rawat Bandara Miangas

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memperbaiki dan merawat Bandara Miangas, di Sulawesi…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up