Mandi malam bagi sebagian orang menjadi ritual yang wajib dilakukan setelah melakukan berbagai kegiatan seharian. Tentu saja hal itu dilakukan agar tubuh bersih dan bisa istirahat dengan nyenyak.
Namun beberapa orang mengaitkan mandi malam dengan paru-paru basah. Selain itu juga mandi malam dianggap bisa menyebabkan penyakit rematik.
Lantas apakah benar mandi malam bisa menyebabkan paru-paru basah dan rematik?
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan tidak ada hubungan antara mandi malam dengan penyakit paru-paru basah dan rematik.
Menurut dr Erlina, ketika seseorang mandi malam pukul 01.00 atau 02.00 bisa mengurangi waktu istirahat dan kurang tidur.
Jika terus dilakukan tentu saja bisa menyebabkan sistem imunnya rendah sehingga mudah terserang penyakit,”
tulis dr Erlina seperti dikutip dari akun X @erlinaburhan, Kamis 8 Januari 2026.
Dokter Erlina mengatakan mandi malam justru dapat memberi manfaat untuk tubuh. Hal itu berdasarkan Analisis peneliti Department of Biomedical Engineering University of Texas yang menunjukkan mandi malam itu sebenarnya dapat memperbaiki kualitas tidur.
Apalagi menggunakan air hangat, yang efeknya bantu perbaiki temperature circadian rhythm, sehingga membuat Anda tidur nyenyak. Untuk yang memiliki asma, mandi air hangat juga dapat membantu pernapasan lebih lega. Tapi efeknya bisa berbeda ya setiap orang,”
jelasnya.
Karena untuk kelompok lainnya, mandi air hangat justru menyebabkan iritasi pada saluran hidung yang kemudian membuatnya kesulitan bernapas,”
tutur dr Erlina.
Dokter Erlina menyarankan ketika terpaksa harus mandi malam jangan memilih waktu dini hari, sebaiknya lakukan satu sampai dua jam sebelum tidur.
Tapi yang paling utama itu Anda harus konsultasikan kondisi Anda kepada dokter. Jangan mengambil kesimpulan atau mendiagnosis sendiri dari informasi yang Anda dapatkan,”
katanya.
Lebih lanjut dr Erlina menyampaikan penyakit paru-paru basah sendiri tidak ada di dalam dunia medis.
Paru-paru basah yang dimaksud oleh awam, jika di bidang saya, artinya jaringan paru-paru yang terdesak oleh cairan. Cairan tersebut ada di dalam kantong selaput pembungkus paru dan biasanya diproduksi oleh kuman atau virus,”
ujarnya.
Ketika produksi cairannya makin banyak dan tidak diobati, maka akan mendorong jaringan paru.
Ini bisa menyebabkan pasien sesak. Biasanya terjadi pada pasien pneumonia dan tuberkulosis,”
tutup dr Erlina.
