Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Gugatan Pernikahan Beda Agama ke MK: Ketika Cinta Berhadapan dengan Kitab Undang-Undang
Nasional

Gugatan Pernikahan Beda Agama ke MK: Ketika Cinta Berhadapan dengan Kitab Undang-Undang

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 13, 2026 1:48 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi pernikahan
Gambar ilustrasi pernikahan (Foto: Freepik)
SHARE

Tren pernikahan beda agama mengalami kenaikan selama tahun 2005-2023. Menurut data dari Indonesian Conference On Religionand Peace (ICRP), sebanyak 1.655 pernikahan beda agama terjadi di Indonesia.

Daftar isi Konten
  • Perkawinan Bukan Sekadar Ikatan Perdata
  • Jika Dikabulkan Pemerintah Bakal Dikecam
  • Dalam Agama Kristen Tak Dianjurkan

Menurut data, pernikahan beda agama ini banyak terjadi di beberapa kota, yang terbanyak ada di Surakarta, Jawa Tengah. Namun sejak 2023, pernikahan beda agama dianggap tidak sah secara hukum. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Hal itu membuat sejumlah sejumlah warga mengajukan gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka meminta MK melegalkan pernikahan beda agama.

Dilansir dari situs resmi MK, Senin 12 Januari 2026, gugatan telah teregistrasi dengan nomor perkara 265/PUU-XXIII/2025. Gugatan tersebut diajukan oleh Henoch Thomas, Uswatun Hasanah, dan Syamsul Jahidin. 

Dalam gugatannya, mereka menuntut Pasal 2 ayat 1 UU Perkawinan. Berikut ini bunyi pasal yang digugat tersebut:

(1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Pemohon meminta agar pasal tersebut dihapus atau setidaknya diubah. Para pemohon ingin pernikahan antar umat berbeda agama bisa dinyatakan sah oleh undang-undang.

Pemohon juga menganggap pasal 2 ayat 1 UU Perkawinan menimbulkan ketidakpastian hukum dalam pencatatan perkawinan pasangan beda agama. Pemohon juga menganggap pasal tersebut merugikan pasangan beda agama karena perkawinannya tak sah secara UU.

Perkawinan Bukan Sekadar Ikatan Perdata

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi, menegaskan Kemenag senantiasa berkomitmen untuk menjaga tatanan sosial dan keagamaan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. 

Ia pun menjelaskan, beberapa poin-poin fundamental yang menjadi pegangan secara hukum dan administratif, bahwa Dasar Hukum Utama: UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974. 

Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dinyatakan bahwa:

Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”

Hal ini berarti tidak ada perkawinan di luar hukum agama. Jika suatu agama tidak mengenal atau melarang pernikahan beda agama, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah secara agama dan, secara otomatis, tidak dapat disahkan oleh negara,”

ujar Zayadi kepada owrite baru-baru ini.

Kemudian, dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 tertulis sesungguhnya ikhtiar untuk memberikan kepastian hukum dan menghindari kekosongan regulasi. Poin utama dari edaran ini adalah:

Memberikan petunjuk bagi hakim di pengadilan seluruh Indonesia untuk tidak mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan antar-umat yang berbeda agama. Menegaskan kembali bahwa perkawinan yang sah adalah yang sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UU No. 1/1974,”

terangnya.

Lebih lanjut Zayadi mengatakan, Kemenag memandang bahwa perkawinan bukan sekadar ikatan perdata, melainkan ibadah yang bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah (bagi Muslim) serta keluarga yang harmonis secara spiritual. 

Perbedaan landasan teologis dalam satu rumah tangga dikhawatirkan dapat menghambat tercapainya tujuan luhur perkawinan dan menimbulkan kompleksitas dalam pendidikan agama anak serta masalah kewarisan,”

tuturnya.

Menurut Zayadi, negara hadir bukan untuk membatasi hak asasi individu, melainkan untuk memberikan perlindungan hukum dan memastikan setiap warga negara menjalankan ibadah (termasuk pernikahan) sesuai dengan keyakinan agama yang diakui di Indonesia.

Jika Dikabulkan Pemerintah Bakal Dikecam

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pemuka agama Islam, Mahfud Said. Ia mengatakan, dalam Islam sudah tertulis jelas dalam Surat Al Baqarah ayat 221, dalam dalil utama menyebut bahwa seseorang tidak boleh menikah dengan berbeda keyakinan.

Walaupun dulu Ulama Salaf pernah mengizinkan ahli kitab (menikah beda agama), tapi pertanyaannya, apakah ahli kitab saat ini ada? Kalau ahli kitab dulu masih murni, artinya mereka memegang agama, kalau sekarang tentu tidak ada,”

terangnya.

Untuk itu, pemerintah sepakat bahwa pernikahan beda agama tidak akan diusulkan untuk dilegalkan karena nanti akan dapat kecaman dari ulama dan juga masyarakat. 

Itu akan merugikan pemerintah, jadi pemerintah harus tegas menolak juga usulan dari orang-orang yang berpandangan toleransi yang kebablasan. Toleransi tidak hanya menyatukan dua agama jadi satu konsepnya,”

tandasnya. 

Dalam Agama Kristen Tak Dianjurkan

Begitu juga disampaikan oleh Pendeta bernama Olivia Gracia, yang menjelaskan bahwa dalam agama kristen pernikahan beda agama juga tidak dianjurkan. 

Hal ini sesuai dengan dasar Alkitab yang tertulis pada 2 Korintus 6: 14 yang berbunyi: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang- orang yang tak percaya. Sebab, persamaan apa yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat Bersatu dengan gelap?”.

Melalui dasar ini, gereja pun sebagai lembaga keagamaan berperan untuk memberlakukan hukum-hukum perkawinan yang tidak berasal dari dunia tetapi dari Allah (Firman Allah).

Namun, tidak menutup kemungkinan untuk memohon (mendoakan) berkat bagi pasangan yang beda agama. Hal ini dikarenakan gereja juga memiliki pemahaman bahwa Tuhan memberkati seluruh makhluk, sehingga gereja diharapkan dapat menghargai keberagaman dan memberlakukan hak asasi manusia.

Oleh sebab itu, sambung Olivia, sebagai upaya preventif gereja mendorong perkawinan seagama melalui pembinaan.

Namun, gereja juga mempersiapkan upaya kuratif dengan melakukan percakapan pastoral terhadap pasangan-pasangan yang merencanakan dan telah melakukan perkawinan beda agama dengan melibatkan pemuka agama dari pasangan Non-Kristen.

Selain dari pada itu, gereja juga melakukan pendampingan pra dan pasca pemberkatan perkawinan beda agama,”

ujar Olivia.

Jika MK mengabulkan dan melegalkan pernikahan beda agama, tambahnya, akan berdampak pada gereja sebagai lembaga keagamaan, dimana gereja pada dasarnya berusaha untuk sejalan dan berdampingan dengan aturan-aturan yang berlaku dalam pemerintahan. 

Oleh sebab itu, apabila ini terjadi maka gereja akan kembali menelaah dasar teologis sebuah perkawinan beda agama. Selain dari pada itu, gereja juga harus memberikan pembinaan dan pendampingan bagi setiap warga jemaatnya untuk bisa memiliki dasar keimanan yang kuat untuk bisa mendasari perkawinan beda agama,”

katanya.

Dampak lainnya, sambung Olivia, tentu akan dirasakan oleh umat dimana mereka harus memahami makna plural dalam membentuk sebuah keluarga. Sehingga dalam membangun keluarga, bukan hanya berbekal cinta saja tetapi ada semangat menghargai dan menghormati.

Sehingga kasih dan iman menjadi dasar membangun keluarga,”

ungkapnya.

Di sisi lain, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil), Teguh Setyadi, tidak banyak memberi komentar terkait gugatan pernikahan beda agama yang dilayangkan ke MK tersebut. Ia beralasan, tugas Dukcapil hanya mencatat dan mengikuti aturan pemerintah.

“Terkait perkawinan beda agama, prinsip Dukcapil mengikuti ketetapan MA atau Peradilan saja. Dukcapil tugasnya terkait pencatatan,” tandasnya.

Tag:budhagerejahinduislamkementerian agamakristenMahkamah KonstitusipernikahanSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
1
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah Tomat
2
Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
3
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
4
Bintang Jatuh di Denpasar: Klub Five Stars Digerebek Bareskrim, 53 Orang Ditangkap
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggerebekan klub malam oleh polisi.
5

BERITA LAINNYA

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis dengan capaian pemerintahannya setelah hampir dua tahun…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up