Keponakan Presiden Prabowo Subianto yaitu Thomas Djiwandono sudah mundur dari anggota Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Namun tak lama berselang, ia masuk dalam pencalonan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), hingga saat ini terpilih usai menjalani fit and proper test di DPR RI.
Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan publik, apakah pengunduran diri dari anggota partai karena sudah ada pembicaraan bahwa Thomas akan menjadi Deputi Gubernur BI?
Merespons hal ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih, Thomas Djiwandono mengatakan bahwa tidak ada pembahasan bersama Prabowo bahwa ia akan dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI. Sehingga ia mengundurkan diri dari keanggotaan partai.
Tidak ada, saya jelaskan. Tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini, tidak ada,”
ujar Thomas di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Adapun dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sudah diatur bahwa syarat menjadi anggota dewan gubernur BI adalah bukan pengurus atau anggota partai politik pada saat pencalonan.
Thomas mengaku, pengajuan mundurnya ia sebagai kader Gerindra memang murni keinginannya. Dia meminta, agar mundurnya ia dari partai tidak dihubungkan dengan bursa Deputi Gubernur BI.
Saya mengundurkan diri tanggal 31 karena ya terus terang saya nggak kepikiran, saya cuman saat itu ya udahlah ada tahun baru ini udahlah saya mau mundur. Nah, silakan Anda terima atau tidak interpretasinya seperti apa,”
tuturnya.
Tapi saya minta, jangan semua terlalu di-connect, connect terus gitu loh, seakan-akan ada sesuatu yang gimana-gimana. Saya tahu banyak sumber-sumber yang bilangnya ini, itu. Ya udah, itu saya enggak bisa, istilahnya enggak bisa lawan,”
tambahnya.
Namun yang terpenting kata Thomas, ia sudah tidak aktif berpolitik sejak lama setelah menjadi Wakil Menteri Keuangan. Menurutnya, ia tidak memiliki waktu mengurus partai sejak masuk ke dalam pemerintahan.
Saya untuk tidak aktif di politik itu sudah lama, sebenarnya sejak saya masuk di Kemenkeu. Karena sebenarnya juga masalah waktu juga sih, waktu itu saya enggak ada waktu ngurusin partai dan sebagainya,”
tuturnya.
Belum Ada Penugasan Khusus
Thomas menuturkan, meski ia sudah terpilih sebagai Deputi Gubernur BI namun, ia belum mendapat penugasan khusus dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Tetapi dia sudah bertemu Perry pada hari ini untuk bersilaturahmi.
Penugasan khusus belum ada, saya tadi baru, baru aja sebelum ini bicara khusus dengan Pak Gubernur Bank Indonesia saya sowan ke beliau. Kan saya ini masih terpilih,”
tuturnya.
Ia mengatakan, untuk tugas khusus yang akan dijalankannya sebagai pejabat bank sentral, akan diumumkan setelah dia dilantik di Mahkamah Agung.
Soal penugasan khusus nanti akan akan dicetuskan, akan diumumkan mungkin nanti sesudah saya melalui proses di Mahkamah Agung nanti,”
imbuhnya.


