Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Alarm Daya Beli Drop Usai Libur Nataru, BI Catat Kinerja Penjualan Ritel Awal 2026 Lesu
Ekonomi Bisnis

Alarm Daya Beli Drop Usai Libur Nataru, BI Catat Kinerja Penjualan Ritel Awal 2026 Lesu

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 10, 2026 12:09 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Ilustrasi konsumen belanja di supermarket.
Ilustrasi konsumen belanja di supermarket. (Sumber: Unsplash/Melanie Lim)
SHARE

Survei terbaru Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kinerja penjualan eceran Januari 2026 melambat. Sebab, Indeks Penjualan Riil (IPR) turun sebesar 0,6 persen month to month (mtm), dibandingkan sebelumnya 3,1 persen mtm.

Daftar isi Konten
  • Penjualan Eceran Desember 2025
  • Penjualan Eceran 6 bulan ke Depan Melambat

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, IPR diperkirakan tercatat sebesar 228,3 pada Januari 2026, atau lebih rendah dari 229,8 pada Desember 2025. Penurunan ini disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terkontraksi sebesar -1,0 persen mtm sejalan dengan berakhirnya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Secara bulanan, pertumbuhan IPR diperkirakan turun sebesar -0,6 persen mtm, berada pada fase kontraksi dari periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,1 persen mtm,”

ujar Denny dalam keterangannya Selasa, 10 Februari 2026.

Meski kelompok makanan minuman dan tembakau mengalami kontraksi. Denny mengatakan sebagian besar lainnya masih tumbuh dan berada di zona ekspansi, diantaranya kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta barang budaya dan rekreasi kedua tercatat sebesar 2,8 persen mtm. Lalu, ada perlengkapan rumah tangga lainnya 1,8 persen serta sub kelompok sandang 1,3 persen mtm.

Adapun secara tahunan, penjualan eceran Januari diperkirakan sebesar 7,9 persen year on year (yoy), atau naik dari 3,5 persen yoy pada periode sebelumnya.

Untuk pendorong kenaikan itu, mayoritas berasal dari kelompok barang budaya rekreasi 15,5 persen, perlengkapan rumah tangga lainnya 3,2 persen, bahan bakar kendaraan dan bermotor 0,2 persen, serta sub kelompok sandang 8 persen.

Berdasarkan laporan BI, beberapa kota mencatatkan penurunan IPR pada Januari 2026. Penurunan terdalam di Manado, diikuti Surabaya, Makassar, dan Medan.

Penjualan Eceran Desember 2025

Sementara itu, untuk Desember 2025 penjualan eceran masih tumbuh, dengan IPR tercatat sebesar 229,8, lebih tinggi dari level indeks 222,9 pada November 2025. Berdasarkan pertumbuhannya, IPR tumbuh sebesar 3,5 persen yoy, atau lebih rendah dibandingkan 6,3 persen yoy pada November 2025. 

Denny menjelaskan, kinerja penjualan tersebut ditopang oleh kelompok yang masih tumbuh yaitu suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi. Namun, pertumbuhan itu masih lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Bila dilihat secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 sebesar 3,1 persen mtm, atau naik dari sebelumnya yang sebesar 1,5 persen mtm. Peningkatan tersebut didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta makanan minuman dan tembakau.

Seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada saat HBKN Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh kelancaran distribusi,”

jelasnya.

Penjualan Eceran 6 bulan ke Depan Melambat

Di samping itu, responden memperkirakan penjualan eceran meningkat pada tiga bulan yang akan datang. Akan tetapi penjualan eceran menurun pada enam bulan yang akan datang. 

Kondisi ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2026 tercatat sebesar 146,8 atau naik dari 143,2 pada periode sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat seiring dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Maret dan Juni 2026 diperkirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar 175,7 dan 156,3, atau lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada periode sebelumnya sebesar 168,6 dan 154,5. 

Peningkatan tersebut didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H,”

tulis laporan BI.
Tag:Bank IndonesiaDaya BeliKonsumsi Rumah TanggaLibur Natarupenjualan eceranRitel
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67 Triliun

Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
4 menit lalu
Wisma Danantara Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Benarkah Patriot-Merah Putih Bond Bisa Bikin ‘Pencuci Uang’ Kebal Hukum?

Investor yang membeli surat utang khusus berupa Patriot Bond dan Merah Putih…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
6 menit lalu
Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Rupiah Amblas ke Rp17.859 dan IHSG Merosot ke 6.101, Pasar Ketar-ketir Nunggu MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
22 menit lalu
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).
Ekonomi Bisnis

AS-Iran Baku Ancam, IHSG Hari Ini Langsung Ciut ke 6.094

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot 0,36 persen ke level 6.094…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
31 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up