Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Alarm Daya Beli Drop Usai Libur Nataru, BI Catat Kinerja Penjualan Ritel Awal 2026 Lesu
Ekonomi Bisnis

Alarm Daya Beli Drop Usai Libur Nataru, BI Catat Kinerja Penjualan Ritel Awal 2026 Lesu

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 10, 2026 12:09 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Ilustrasi konsumen belanja di supermarket.
Ilustrasi konsumen belanja di supermarket. (Sumber: Unsplash/Melanie Lim)
SHARE

Survei terbaru Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kinerja penjualan eceran Januari 2026 melambat. Sebab, Indeks Penjualan Riil (IPR) turun sebesar 0,6 persen month to month (mtm), dibandingkan sebelumnya 3,1 persen mtm.

Daftar isi Konten
  • Penjualan Eceran Desember 2025
  • Penjualan Eceran 6 bulan ke Depan Melambat

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, IPR diperkirakan tercatat sebesar 228,3 pada Januari 2026, atau lebih rendah dari 229,8 pada Desember 2025. Penurunan ini disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terkontraksi sebesar -1,0 persen mtm sejalan dengan berakhirnya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Secara bulanan, pertumbuhan IPR diperkirakan turun sebesar -0,6 persen mtm, berada pada fase kontraksi dari periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,1 persen mtm,”

ujar Denny dalam keterangannya Selasa, 10 Februari 2026.

Meski kelompok makanan minuman dan tembakau mengalami kontraksi. Denny mengatakan sebagian besar lainnya masih tumbuh dan berada di zona ekspansi, diantaranya kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta barang budaya dan rekreasi kedua tercatat sebesar 2,8 persen mtm. Lalu, ada perlengkapan rumah tangga lainnya 1,8 persen serta sub kelompok sandang 1,3 persen mtm.

Adapun secara tahunan, penjualan eceran Januari diperkirakan sebesar 7,9 persen year on year (yoy), atau naik dari 3,5 persen yoy pada periode sebelumnya.

Untuk pendorong kenaikan itu, mayoritas berasal dari kelompok barang budaya rekreasi 15,5 persen, perlengkapan rumah tangga lainnya 3,2 persen, bahan bakar kendaraan dan bermotor 0,2 persen, serta sub kelompok sandang 8 persen.

Berdasarkan laporan BI, beberapa kota mencatatkan penurunan IPR pada Januari 2026. Penurunan terdalam di Manado, diikuti Surabaya, Makassar, dan Medan.

Penjualan Eceran Desember 2025

Sementara itu, untuk Desember 2025 penjualan eceran masih tumbuh, dengan IPR tercatat sebesar 229,8, lebih tinggi dari level indeks 222,9 pada November 2025. Berdasarkan pertumbuhannya, IPR tumbuh sebesar 3,5 persen yoy, atau lebih rendah dibandingkan 6,3 persen yoy pada November 2025. 

Denny menjelaskan, kinerja penjualan tersebut ditopang oleh kelompok yang masih tumbuh yaitu suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi. Namun, pertumbuhan itu masih lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Bila dilihat secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 sebesar 3,1 persen mtm, atau naik dari sebelumnya yang sebesar 1,5 persen mtm. Peningkatan tersebut didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta makanan minuman dan tembakau.

Seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada saat HBKN Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh kelancaran distribusi,”

jelasnya.

Penjualan Eceran 6 bulan ke Depan Melambat

Di samping itu, responden memperkirakan penjualan eceran meningkat pada tiga bulan yang akan datang. Akan tetapi penjualan eceran menurun pada enam bulan yang akan datang. 

Kondisi ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2026 tercatat sebesar 146,8 atau naik dari 143,2 pada periode sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat seiring dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Maret dan Juni 2026 diperkirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar 175,7 dan 156,3, atau lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada periode sebelumnya sebesar 168,6 dan 154,5. 

Peningkatan tersebut didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H,”

tulis laporan BI.
Tag:Bank IndonesiaDaya BeliKonsumsi Rumah TanggaLibur Natarupenjualan eceranRitel
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral! Challenge Hafal Ayat Alquran Ditukar Miras di Booth Festival Musik, Ustaz Hilmi: Kelewatan
By Syifa Fauziah
Booth di acara festival musik yang menawarkan miras dengan syarat hafalan ayat surat Alquran.
1
Challenge Hafal Surah Alquran Hadiah Miras Bikin Geram, Siapapun yang Terlibat Harus Ditindak Tegas!
By Rika Pangesti
Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Ketua DPP PAN Sigit Purnomo alias Pasha.
2
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
3
Titik Lemah Kabinet Prabowo Bukan Cuma Menteri, Banyak Wamen Tak Jelas Kinerjanya
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan) saat meninjau panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/foc)
4
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, Pemerintah Bakal Perketat ‘Orang Have’ Beli Pertalite

Pemerintah akan memperketat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni Pertalite. Pengguna…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
38 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pengakuan Purbaya soal Destry Jadi Gubernur BI: Cukup Dekat dan Biasa Kerja Sama

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Grafik pergerakan IHSG Kamis, 21 Mei 2026. (Sumber: Owrite/Dusep)
Ekonomi Bisnis

Kompak Lemes, Rupiah Ditutup Rp17.861 per Dolar AS dan IHSG Memerah 1,53 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Wisma Danantara Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Target Ekspor Satu Pintu Makin Dekat, Publik Pertanyakan Kesiapan Tata Kelola Danantara

Target pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up