Presiden Prabowo Subianto mengklaim angka kemiskinan di Tanah Air sudah menurun. Bahkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menurun.
Prabowo mengatakan, kondisi itu didapatkannya berdasarkan laporan kepala daerah kepadanya. Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026.
Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun, mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun, mereka juga melihat tren bahwa orang bekerja meningkat, mereka juga menghitung ratio gini dalam tren menurun,”
ujar Prabowo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Prabowo pun meyakini, ekonomi Indonesia kan baik pada tahun ini. Pada tahun ini pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen.
Kepala Negara juga menyinggung, terkait pihak-pihak yang selalu memandang rendah Indonesia. Menurutnya, pandangan itu menjadi cambuk agar pemerintah bisa bekerja lebih baik lagi.
Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa apa, itu bagi kita adalah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita itu yang saya tekanan,”
tegasnya.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2025 mencapai 23,36 juta orang per September 2025. Angka ini turun 490 ribu orang dibandingkan Maret yang sebanyak 23,85 juta orang.
Pada September 2025, secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,76 anggota rumah tangga. BPS sendiri menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang atau setara Rp3.053.269 per rumah tangga miskin per bulan.
Sehingga, garis kemiskinan per rumah tangga miskin adalah sebesar Rp3.053.269 per bulan,”
ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantornya, Kamis, 5 Februari 2026.
Sementara itu, untuk tingkat pengangguran terbuka per November 2025 sebanyak 7,35 juta orang, atau turun dari Agustus 2025 yang sebanyak 7,46 juta orang. Namun, bila dibandingkan Februari 2026 masyarakat yang menganggur masih tinggi, karena di bulan itu sebanyak 7,28 juta orang.


