Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Nikah Bukan Prestasi! Suara Lantang Gen Z Soal Cinta, Karier dan Finansial
Hype

Nikah Bukan Prestasi! Suara Lantang Gen Z Soal Cinta, Karier dan Finansial

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 18, 2026 4:45 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi pernikahan
Gambar ilustrasi pernikahan (Foto: Freepik)
SHARE

Belum lama ini, ramai sebaran data terkait angka pernikahan di Indonesia yang mengalami penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Daftar isi Konten
  • Perubahan Tren
  • Bukan Prioritas
  • Butuh Persiapan Matang
  • Fokus Pengembangan dan Pencapaian Pribadi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pernikahan terus menurun sejak 2013. Data sebelumnya yang tercatat lebih dari 2 juta pasangan pada 2018, menjadi hanya sekitar 1,5 juta pernikahan pada 2023. Penurunan ini diperkirakan masih berlanjut hingga 2025.

Data di DKI Jakarta menunjukkan tren serupa. Jumlah pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) menurun dari 47.226 pasangan pada 2022, menjadi 44.252 pasangan pada 2023, dan terus turun menjadi 40.472 pasangan pada 2024 dari total populasi 4,2 juta penduduk.

Data tersebut menunjukkan, bahwa generasi muda saat ini tidak memiliki ketertarikan untuk menikah cepat. Lantas apa alasannya ya?

Perubahan Tren

Psikolog Dewasa Klinis, Pingkan Rumondor melihat penurunan angka pernikahan karena adanya perubahan tren pernikahan di kalangan anak muda.

Kalau beberapa tahun lalu trennya menikah muda, sekarang gen Z lebih fokus ke perkembangan diri individu.

Kalau sekarang udah ada kesadaran bahwa ada banyak yang harus dipersiapkan sehingga mungkin orang butuh banyak waktu untuk mempersiapkan dirinya,”

ujar Pingkan kepada owrite.

Selain itu, lanjut Pingkan, tren tidak menikah di usia muda di kalangan gen Z juga dipengaruhi oleh lingkungan sekeliling mereka yang mengalami pernikahan tidak bahagia hingga perpisahan.

Kalau dari pengamatan teman-temanku atau anak-anak klienku yang punya masalah pernikahan, beberapa ada yang bilang, kayaknya enakan sendiri asalkan kerja daripada menikah mengurus orang lain,”

jelasnya. 

Pingkan juga melihat saat ini pemikiran gen Z sudah sangat terbuka, mereka mendapat banyak mendapat masukan dan bisa melakukan banyak hal secara individu, salah satunya pengembangan diri. Sehingga pernikahan itu dianggap sebagai pilihan. 

Ia pun membandingkan dengan generasi sebelumnya yang menganggap pernikahan cukup normatif dan mendapat nilai religius. Berdasarkan survey, pada mahasiswa 2021 melihat penikahan sebagai ibadah. 

Namun generasi yang lebih muda di daerah perkotaan, mereka lebih banyak terpapar nilai-nilai religius sehingga mereka berpikir bahwa pernikahan itu adalah pilihan jadi bukanlah keharusan,” 

katanya.

Bukan Prioritas

Seperti halnya dengan Risnawati, yang menganggap pernikahan buka prioritas utamanya. Perempuan 24 tahun ini menganggap pernikahan bukan suatu pencapaian, karena menikah bukanlah perlombaan. 

Menurutnya menikah adalah sebuah pilihan, tapi bukan pilihan gaya hidup karena pernikahan bukan sekadar cara menjalani hidup, tapi ada amanah yang mengikat hak, kewajiban, dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Menikah menuntut kesiapan untuk berkomitmen, dan berkorban, bukan sekadar memenuhi ekspektasi sosial atau tuntutan usia. 

Oleh karena itu, keputusan menikah menurut saya harus berdasarkan dari kesadaran dan kesiapan, bukan dari tekanan atau perbandingan dengan orang lain,”

ucap Risna.

Untuk saat ini, lanjut Risna, ia masih ingin mengejar kebebasan finansial dan karier cukup besar, karena baginya keduanya adalah fondasi untuk hidup yang lebih stabil dan bertanggung jawab.

Namun bukan berarti dirinya menutup diri dari hubungan serius, tetapi ia ingin memastikan bahwa ketika menjalaninya, ia berada pada fase yang matang secara emosional, finansial, dan mental. 

Dengan begitu, hubungan tidak menjadi beban atau pelarian, melainkan pilihan yang dijalani dengan kesiapan dan kesadaran,”

katanya.

Risna pun memberi alasan kenapa dirinya tidak ingin menikah cepat, salah satunya masalah finansial.

Dengan kondisi ekonomi saat ini harga properti yang tinggi dan biaya hidup yang terus meningkat, ia melihat kesiapan finansial bukan sekadar soal gengsi, tetapi soal tanggung jawab. 

Saya ingin memastikan bahwa keputusan menikah nantinya tidak menambah beban hidup, baik bagi diri saya maupun pasangan,”

ucapnya.

Butuh Persiapan Matang

Begitu juga dengan Ahmad, meski memiliki keinginan untuk menikah, namun ia mengaku tak ingin terburu-buru. Baginya, menikah di usia 28 atau 33 tahun masih wajar selama keuangan, kesehatan, dan mental juga sudah matang. 

Saya memandang pernikahan itu merupakan keputusan yang sangat krusial bagi berlangsungnya hidup. Oleh karena itu sangat perlu disiapkan, utamanya kematangan mental emosional juga finansial,”

katanya.

Untuk saat ini, pegawai di salah satu kementerian tersebut masih fokus mengejar karier, pendidikan dan juga finansial. Ahmad mengaku sedang melanjutkan studi magister di Universitas Padjadjaran Bandung.

Menurutnya, pendidikan sangat penting karena ia melihat perkembangan dan tantangan zaman yang makin berkembang, menjadikannya untuk memiliki standart pencapaian diri yang semakin berkembang pula.

Pendidikan sebagai fondasi utama bagi diri saya dalam berpikir, bertindak, dan berinteraksi. Juga sebagai cara pandang dalam menghadapi berbagai fenomena yang terjadi. Pendidikan juga mendukung karir saya meskipun itu bukan yang utama, bagi saya pendidikan itu investasi terbaik bagi diri saya saat ini,”

katanya.

Untuk saat ini, pria kelahiran 2002 tersebut memiliki target sebelum usia 30 memiliki tabungan yang cukup dan investasi. Hal itu agar menjadi pembiasaan yang baik guna menapaki kehidupan dewasa yang sepenuhnya. 

Menurut Ahmad, dengan kondisi tubuh, pikiran dan energi yang masih prima dan belum terikat oleh pernikahan, menjadi kondisi yang ideal untuk mendapatkan penghasilan semaksimal mungkin untuk mempersiapkan pernikahan.

Fokus Pengembangan dan Pencapaian Pribadi

Hal senada juga disampaikan oleh Tarminah, gen Z kelahiran 2002 ini mengaku pernikahan bukan prioritas utamanya saat ini.

Tiga prioritas utama dalam hidup saya saat ini adalah mencapai stabilitas finansial, mengembangkan karir, serta meningkatkan kualitas diri. 

Untuk saat ini, pernikahan belum menjadi prioritas utama. Meskipun dalam ranah diskusi saya cukup terbuka, tetapi untuk menempatkannya dalam rencana masa depan, saya belum memikirkannya lebih lanjut,”

ucapnya.

Bagi Tarminah, pernikahan bukan sebuah prestasi yang mesti dicapai. Bukan pula pilihan yang didasarkan pada gaya hidup. Pernikahan merupakan keputusan hidup dengan konsekuensi panjang.

Perjalanan dengan persiapan yang bukan hanya soal usia, tetapi kesiapan mental, emosional, sosial, serta ekonomi.

Saat ini, fokus saya lebih pada kebebasan finansial dan kemajuan karir. Dengan menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kualitas diri, saya percaya mampu membangun ruang untuk hubungan yang lebih seimbang dan sehat di masa depan,”

kata Tarminah.

Perempuan 24 tahun ini mengaku faktor finansial bukanlah pertimbangan utama, melainkan salah satu dari beberapa faktor yang turut memengaruhi keputusan saya untuk tidak menikah saat ini atau mungkin tidak menikah sama sekali.

Jika melihat biaya hidup dan harga properti yang terus melonjak, ia mempertimbangkan stabilitas keuangan jangka panjang. Memastikan finansial lebih aman terlebih dahulu sebelum mengambil langkah besar seperti menikah.

Jangankan untuk membangun keluarga, bahkan bagi perempuan lajang seperti saya dan teman-teman lainnya, kebijakan pendukung pemerintah saat ini masih terasa kurang memadai dan inklusif. Beberapa program pendukung terbatas pada kelompok miskin ekstrem dengan nominal kecil. Akibatnya, beberapa diantaranya lebih mengandalkan kemandirian pribadi dan usaha tambahan dibandingkan berharap pada sistem yang masih kurang inklusif bagi generasi muda,”

tandasnya.
Tag:agamafinansialgenzpernikahansosialSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
AHY Unggul Kompetensi, Gibran Bertumpu pada Kekuatan Finansial dan Pengaruh Jokowi
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Diseret Isu Kasus Blackout, Jampidsus Febrie: Saya Juga Tidak Paham Ada Kaitan dengan Saya
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah beri keterangan pers.
2
Kasus Asabri Sudah Inkrah, Jampidsus Mendadak ‘Amnesia’ Soal Nasib Hukum Tan Kian
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah keluar dari ruangan untuk menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
3
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Menangani Deretan Kasus Korupsi Besar di Indonesia
By Ani Ratnasari
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
4
Kortastipidkor ‘Sikat’ Ruko ke-13 di Cipete, Terpaksa Potong Gembok demi Cari Bukti
By Rahmat Baihaqi
Polisi membawa barang bukti sitaan usai penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sebuah ruko, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta, Jumat (10/7/2026) dini hari.
5

BERITA LAINNYA

Achraf Hakimi
Hype

Lima Gaya Outfit Achraf Hakimi yang Kece Abis, Bek Andalan Maroko Siap Duel Lawan Kylian Mbappe

Nama Achraf Hakimi jadi sorotan jelang tampil di perempat final Piala Dunia…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Destinasi Wisata Favorit 2026
Hype

Jadi Destinasi Wisata Favorit 2026, Ini Daya Tarik Australia’s Coral Coast

Di tahun 2026, minat wisatawan Asia Tenggara terhadap experiential travel dan wisata…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
20 jam lalu
Jongkong Bangka
Hype

Mengenal Jongkong Bangka, Kudapan Tradisional yang Manis, Lembut, dan Melegenda

Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang kaya akan cita rasa, salah satunya…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
21 jam lalu
Makanan mengandung gluten
Hype

Makanan Gluten Free, Siapa yang Perlu Mengonsumsinya dan Apa Manfaatnya

Belakangan ini, istilah gluten free atau bebas gluten semakin sering terdengar. Tidak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up