Pesawat Kargo Pelita Air jatuh di wilayah pegunungan Pa’Ramayo Desa Pa’Bettung Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Februari 2026 siang ini.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Jhonny Iskandar Iris mengatakan Polri telah menerjunkan tim gabungan untuk mencari keberadaan bangkai pesawat.
Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari mengatakan kejadian tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Henderick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,”
kata Endah melalui keterangannya.
Kronologi Kecelakaan Pesawat Pelita Air
Pesawat Pelita Air Service khusus membawa angkutan BBM rute Long Bawan – Tarakan. BBM tersebut ditujukan ke daerah terpencil kawasan Kalimantan Utara.
Petugas ATC Tarakan sempat menerima sinyal Emergency Locator Transmiter (ELT) dari pesawat yang dipiloti Henderick di pertengahan mengudara. Namun demikian masih belum diketahui penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
Penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut satu orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan,”
ujar Endah.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan Pesawat Pelita Air telah dinyatakan laik udara dengan pemeriksaan terakhir pada 11 Februari 2026. Saat ini, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan proses investigasi kecelakaan pesawat tersebut.

