Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Trump Gunakan Tarif Jadi Senjata Politik, Pengamat China Sebut Rantai Pasok Global Terancam
Ekonomi Bisnis

Trump Gunakan Tarif Jadi Senjata Politik, Pengamat China Sebut Rantai Pasok Global Terancam

dusep-malik
Last updated: Februari 23, 2026 9:22 am
Dusep - Redaktur
Share
Konfrensi Pers Presiden AS Donald Trump
Konfrensi Pers Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram/Whitehouse)
SHARE

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu gejolak perdagangan global. Pada Sabtu 21 Februari 2026 waktu setempat, Trump menyatakan akan menaikkan tarif global menjadi 15 persen.

Daftar isi Konten
  • Dinilai Jadi Senjata Politik
  • Ketidakpastian Global Menguat

Langkah tersebut diumumkan hanya sehari setelah Mahkamah Agung AS memutuskan kebijakan tarif luas pemerintahan Trump yang diberlakukan melalui undang-undang keadaan darurat nasional sebagai tindakan ilegal.

Mengutip laporan Kantor Berita Xinhua, Trump sebelumnya berencana menerbitkan perintah eksekutif untuk menerapkan tarif global 10 persen sebagai pengganti sebagian tarif darurat yang dibatalkan pengadilan. Namun, dalam unggahan media sosial terbarunya, ia langsung menaikkan angka tersebut menjadi 15 persen.

Trump beralasan tarif tersebut merupakan batas yang “diizinkan dan telah diuji secara hukum.” Ia juga menuding banyak negara selama puluhan tahun telah memanfaatkan AS tanpa konsekuensi.

Sejumlah media internasional, termasuk Associated Press, menyebut kenaikan tarif ini sebagai bukti penggunaan kebijakan perdagangan yang tidak terduga. Bahkan Bloomberg melaporkan sejumlah staf Gedung Putih terkejut dengan keputusan tersebut karena diumumkan kurang dari 24 jam setelah tarif 10 persen dipaparkan.

BBC juga melaporkan, kebijakan itu membuat pelaku usaha AS harus membayar tarif impor 15 persen untuk sebagian besar barang yang masuk ke negara tersebut berdasarkan Section 122 Trade Act 1974.

Dinilai Jadi Senjata Politik

Peneliti Chinese Academy of Social Sciences, Gao Lingyun, menilai kebijakan tarif terbaru itu bersifat sewenang-wenang dan digunakan sebagai senjata politik.

Menurut Gao, kebijakan perdagangan seharusnya didasarkan pada evaluasi ekonomi yang matang, bukan preferensi politik. Ia memperingatkan bahwa perubahan mendadak ke tarif seragam 15 persen berpotensi mengguncang stabilitas perdagangan global.

Jika tarif diterapkan secara universal, lanskap persaingan relatif tidak banyak berubah. Namun kenaikan tarif tetap berdampak negatif karena meningkatkan biaya secara menyeluruh,”

ujar Gao, seperti dikutip Global Times, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menambahkan, bagi negara seperti Inggris dan Australia, tarif 15 persen justru lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya, bagi China, Vietnam, India, dan Brasil, angka tersebut relatif lebih rendah dari beban tarif sebelumnya.

Meski demikian, Gao menegaskan bahwa kenaikan tarif dalam bentuk apa pun tetap berisiko mengganggu rantai pasok global yang selama ini saling terhubung erat.

Ketidakpastian Global Menguat

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan akan terbang ke Washington dengan membawa posisi bersama Uni Eropa. Ia memperingatkan tambahan ketidakpastian merupakan “racun” bagi perekonomian global dan menegaskan tarif baru AS merugikan semua pihak.

Mantan penasihat perdagangan pemerintah Inggris, Allie Renison, menyebut kebijakan terbaru ini membuat lanskap perdagangan semakin rumit. Dunia usaha kini menghadapi pendekatan tarif yang tidak konsisten.

Data Federal Reserve Bank of New York yang dirilis 12 Februari 2026 menunjukkan hampir 90 persen tarif pada 2025 pada akhirnya ditanggung oleh konsumen dan perusahaan AS sendiri.

Tarif 10 persen sebelumnya dijadwalkan berlaku mulai 24 Februari 2026. Namun belum ada kepastian apakah tarif 15 persen akan diberlakukan pada tanggal yang sama.

Gao mengingatkan, penyesuaian tarif yang berubah-ubah dan cenderung sepihak dapat mengikis kepastian kebijakan, melemahkan aturan perdagangan bebas, serta mengganggu stabilitas rantai pasok global. Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya merugikan mitra dagang AS, tetapi juga berpotensi berbalik menghantam perekonomian Amerika sendiri.

Tag:perdagangan globalRantai pasok globalSenjata politiktarif dagangTarif imporTrump
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Ekonomi Bisnis

Klaim Swasembada Pangan, Prabowo Justru Buka Keran Impor Beras Lewat ART RI-AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI memberikan sejumlah jawaban terkait komitmen perdagangan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS), The Agreement on Reciprocal Trade (ART), khususnya mengenai pembukaan akses impor beras,…

By
Iren Natania
Dusep
5 Min Read
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis polisi pada 28 Agustus 2025 bukanlah akhir dari sebuah tragedi, melainkan lonceng pembuka bagi teror yang jauh lebih sistematis. Kematian yang dibiarkan tanpa…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 Min Read
Timun Suri
Hype

Kenapa Timun Suri Hanya Muncul Saat Bulan Ramadan?

Timun suri, salah satu buah yang seolah jadi hidangan wajib saat Ramadan. Biasanya, para penjual sudah mulai menjajakan timun suri beberapa hari sebelum memasuki Ramadan. Tak hanya dijual utuh, beberapa…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. (Sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Ngebut Awal Tahun, Realisasi MBG Sepanjang Januari 2026 Nyaris Rp20 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp19,5…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
1 jam lalu
Penampakan Mobil Pick-up TATA Intra V20 & V20AC asal India. (Sumber: Dok. Tatamotors)
Ekonomi Bisnis

Kadin Protes Rencana Prabowo Impor Mobil Niaga dari India, Industri Otomotif RI Terancam

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Kondisi APBN Awal 2026 Tekor Rp54,6 Triliun, Purbaya Klaim Masih Terkendali

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kondisi keuangan negara di awal 2026.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
Ekonomi Bisnis

Kesepakatan RI-AS Dituding Longgarkan Aturan Halal, Begini Penjelasan Seskab Teddy

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya membantah informasi terkait produk Amerika Serikat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up