Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 10 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Cicilan KPR Mulai Terasa di Kuartal IV-2026 Imbas BI Rate Naik, Ini yang Perlu Waspadai
Ekonomi Bisnis

Cicilan KPR Mulai Terasa di Kuartal IV-2026 Imbas BI Rate Naik, Ini yang Perlu Waspadai

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 10, 2026 6:58 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
SHARE

Bank Indonesia (BI) dalam kurun waktu sebulan telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 75 basis poin (bps). Langkah agresif ini diperkirakan akan memberikan dampak terhadap cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya masyarakat kelas menengah.

Daftar isi Konten
  • Kelas Menengah Tertekan
  • Perbankan Hati-hati
  • Prospek NPL hingga Akhir 2026
  • Pertumbuhan Akhir 2026

Chief Economist BTN Myrdal Gunarto memastikan, kenaikan BI Rate akan memberikan dampak ke masyarakat, termasuk risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Namun, dampaknya baru akan terasa mulai September atau kuartal IV-2026.

Terdapat jeda (lag) transmisi kebijakan moneter ke pasar riil sekitar 3 hingga 6 bulan. Dampak dari kenaikan ini diproyeksikan baru akan terefleksi pada data NPL perbankan sekitar kuartal IV-2026 atau kuartal I-2027,”

ujar Myrdal saat dihubungi Owrite.id Rabu, 10 Juni 2026.
Baca juga:
Efek BI Rate Naik: Rupiah Mulai 'Berotot', Hajar Dolar AS… Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,81 persen atau 146 poin ke level…
Kata Luhut Soal BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen: Langkah… Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai keputusan Bank Indonesia…
IHSG Terbang 7,57 Persen ke Level 5.746, Usai BI Naikkan… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni…
  • Efek BI Rate Naik: Rupiah Mulai 'Berotot', Hajar Dolar AS ke Level…
  • Kata Luhut Soal BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen: Langkah Bagus Rem…
  • IHSG Terbang 7,57 Persen ke Level 5.746, Usai BI Naikkan Suku Bunga

Kelas Menengah Tertekan

Myrdal menuturkan, debitur yang paling terdampak karena kenaikan BI Rate adalah masyarakat kelas menengah, yang cicilan KPR-nya memasuki masa floating. Efek yang terasa akan ganda, yakni inflasi dan potensi kenaikan cicilan bulan.

Segmen menengah yang cicilan KPR-nya memasuki masa floating akan merasakan tekanan ganda: inflasi (berkurangnya daya beli) dan potensi kenaikan cicilan bulanan,”

terangnya.

Sedangkan untuk masyarakat kelas bawah, Myrdal menilai dampaknya akan kecil. Sebab, untuk KPR mayoritas bunganya disubsidi alias flat.

Ilustrasi
Ilustrasi seorang wanita saat berbelanja (Foto: freepik)

Perbankan Hati-hati

Myrdal menuturkan, saat ini mayoritas bank masih menahan atau sangat berhati-hati dalam menaikkan bunga floating KPR, meski cost of fund telah meningkat. 

Sampai kapan ditahan? Strategi menahan ini biasanya akan dievaluasi dalam 3 hingga 6 bulan ke depan (menjelang kuartal III/IV), bergantung pada seberapa cepat likuiditas mengetat (rasio LDR bank) dan langkah kompetitor (market positioning),”

jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa alasan utama perbankan menahan suku bunga salah satunya untuk menjaga NPL. Bila suku bunga floating dikerek secara agresif, maka akan secara cepat merusak kualitas kredit portfolio existing.

Alasan lainnya adalah karena persaingan pasar. Kemudian bantalan likuiditas, karena bank masih bisa mempertahankan Net Interest Margin (NIM) dengan menekan biaya operasional atau memanfaatkan instrumen likuiditas antar bank, sebelum akhirnya mengorbankan debitur ritel.

Adapun untuk menjaga kualitas aset di tengah rezim suku bunga tinggi, perbankan umumnya mengaktifkan beberapa mitigasi taktis yakni penyesuaian bunga bertahap. Dalam hal ini bank tidak akan langsung merefleksikan seluruh kenaikan BI-Rate sebesar 75 bps ke suku bunga kredit secara penuh. 

Kenaikan dilakukan secara asimetris untuk menjaga repayment capacity debitur,”

jelasnya.

Lalu bank juga akan menggunakan early warning system berbasis data untuk mendeteksi profil debitur yang rentan. Bank akan lebih dulu menawarkan restrukturisasi, seperti perpanjangan tenor, sebelum kredit tersebut benar-benar downgrade menjadi NPL.

Kemudian fokus penyaluran KPR baru akan diarahkan pada segmen berisiko rendah seperti berpenghasilan tetap yakni PNS,TNI/Polri, serta karyawan korporasi tier satu. Hal ini karena mereka dinilai memiliki probabilitas gagal bayar (default) lebih terukur.

Ilustrasi rumah KPR
Ilustrasi rumah KPR (Foto: pexels.com)

Prospek NPL hingga Akhir 2026

Myrdal memproyeksikan, prospek NPL KPR hingga akhir tahun cenderung mengalami potensi peningkatan moderat, namun tetap terkendali. Pada kuartal I-2026 NPL KPR secara industri menunjukkan tren perbaikan yang solid berada di kisaran 2,8 persen.

Oleh karena fundamental awal yang cukup kuat ini, serta adanya stimulus permintaan domestik melalui program-program pemerintah, lonjakan NPL secara tajam (spike) kecil kemungkinannya terjadi,”

terangnya. 

Kendati demikian, probabilitas tren NPL untuk menuju batas psikologis 2,90 persen di akhir 2026 cukup tinggi, jika tekanan volatilitas yang berasal dari makro berlanjut.

Pertumbuhan Akhir 2026

Adapun di tengah tekanan likuiditas, pertumbuhan KPR masih bisa tetap optimistis tumbuh positif, meskipun berpotensi mengalami deselerasi dibanding ekspektasi di awal tahun. Dalam hal ini target industri perbankan secara umum diproyeksikan tumbuh 9,4 persen.

Ia menjelaskan, penopang pertumbuhan ini adalah angka backlog perumahan yang persisten tinggi masih menjadi motor utama. Lalu ada optimalisasi pelonggaran Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari BI.

Optimalisasi pelonggaran KLM dari BI memberikan bantalan yang memadai bagi perbankan untuk tetap berekspansi di penyaluran kredit tanpa harus berebut Dana Pihak Ketiga (DPK) mahal secara agresif,”

imbuhnya.
Baca juga:
Terkuak Alasan BI Mendadak Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,5… Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, terkait alasan menaikkan suku bunga…
Mendadak Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Biar… Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar…
KPK Buka Kotak Pandora Proyek BRI dan Telkom, Ada 'Lubang'… Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut kasus dugaan korupsi baru di…
  • Terkuak Alasan BI Mendadak Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,5 Persen
  • Mendadak Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Biar Apa?
  • KPK Buka Kotak Pandora Proyek BRI dan Telkom, Ada 'Lubang' Rp2 Triliun
Tag:BI ratecicilanDaya BeliKelas menengahKPRNPLperbankan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter
By Natania Longdong
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
1
Luhut Bongkar Rencana Besar Prabowo, Bansos Rp5,4 Juta Langsung Cair ke Rekening Warga
By Natania Longdong
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)
2
Ray Rangkuti Tolak UU Polri Baru: Alih-alih Menuju Reformasi Polisi, Ugal-ugalan
By Hardani Triyoga
Personel Polri bersiap mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 24.980 personel untuk pengamanan aksi Hari Buruh di Jakarta yang berpusat di kawasan Monas dan depan Gedung DPR/MPR
3
Edison Ajak Keponakan Ambil Jatah Proyek “Jaga Hubungan Baik” Pemkab Muara Enim
By Rahmat Baihaqi
Bupati Muara Enim Edison berada di mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
4
Viral Foto Prabowo dan Teddy di Paris, Netizen: Enak Banget Ya Kerjaannya
By Ani Ratnasari
Selfie Seskab Teddy dan Prabowo di Paris
5

BERITA LAINNYA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Wanti-wanti Kenaikan Harga Pertamax ke Inflasi, Airlangga: Stimulus Lagi Disiapin

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewanti-wanti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
48 menit lalu
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
Ekonomi Bisnis

BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Merosot, Ini Indikator Penyebabnya?

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 merosot. IKK…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
60 menit lalu
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan,
Ekonomi Bisnis

Luhut Bongkar Fakta Mengejutkan! 62,9 Persen Subsidi Energi Dinikmati Orang Mampu

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, blak-blakan soal penerima manfaat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ramal Rupiah Mulai Berotot di Semester II-2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, nilai tukar rupiah akan mengalami level…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up