Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Klaim Swasembada Pangan, Prabowo Justru Buka Keran Impor Beras Lewat ART RI-AS
Ekonomi Bisnis

Klaim Swasembada Pangan, Prabowo Justru Buka Keran Impor Beras Lewat ART RI-AS

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Februari 23, 2026 2:17 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
SHARE

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI memberikan sejumlah jawaban terkait komitmen perdagangan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS), The Agreement on Reciprocal Trade (ART), khususnya mengenai pembukaan akses impor beras, produk ayam, dan jagung asal Amerika.

Terkait impor beras, pemerintah menyatakan telah menyetujui alokasi impor beras klasifikasi khusus asal AS sebesar 1.000 ton. Meski demikian, realisasi impor tersebut disebut tetap bergantung pada permintaan dalam negeri.

Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,”

kata kementerian tersebut dalam pernyataan tertulisnya, Senin, 23 Februari 2026.

Pemerintah juga menyebut dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. Adapun komitmen impor 1.000 ton tersebut diklaim hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton pada 2025.

Menjawab pertanyaan mengenai potensi dampak impor produk ayam terhadap peternak dalam negeri, pemerintah menjelaskan bahwa impor dari AS dilakukan dalam bentuk live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580 ribu ekor dengan estimasi nilai sekitar US$17–20 juta.

GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,”

ujar kementerian dalam penjelasannya.

Selain itu, pemerintah menyatakan impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs selama ini tidak dilarang sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, serta ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga melakukan impor mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya. Volume impor MDM diperkirakan sekitar 120 ribu–150 ribu ton per tahun.

Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik,”

demikian pernyataan yang disampaikan.

Sementara itu, terkait impor jagung, pemerintah menjelaskan bahwa ketentuan dalam ART mengatur pemberian akses impor jagung asal AS untuk bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin) dengan volume tertentu per tahun.

Kebutuhan impor jagung untuk industri MaMin pada 2025 disebut sekitar 1,4 juta ton. Pemerintah menyebut produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu sesuai kebutuhan industri.

Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri MaMin yang memiliki kontribusi 7,13 persen terhadap PDB nasional, dan menyumbang 21 persen dari total ekspor industri nonmigas atau senilai US$48 miliar, serta menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada tahun 2025,”

jelasnya.

Omon-omon Swasembada Pangan

Sederet perjanjian itu memunculkan pertanyaan mengenai janji Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. 

Saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa.

Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.

Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,”

tegas Presiden.

Lebih jauh, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa Indonesia telah swasembada beras pada 2025 kemarin. Di saat yang bersamaan stok awal beras pada 2026 ini mencapai 12,529 juta ton atau meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan Indonesia menorehkan stok awal 2026 ini merupakan sisa persediaan beras secara nasional dari tahun 2025 alias carry over stock. 

Menurutnya, carry over stock beras ini menjadi salah satu bukti tercapainya swasembada beras dan bentuk kemandirian pangan melalui produksi petani dalam negeri.

Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,”

kata Ketut.

Dengan klaim swasembada beras pada 2025 dan stok awal 2026 yang disebut mencapai 12,529 juta ton, kebijakan membuka alokasi impor beras dari Amerika Serikat dalam kerangka ART menimbulkan kebingungan dan konsistensi pemerintah antara komitmen perdagangan dan pernyataan kemandirian pangan yang selalu digembor-gemborkan.

Tag:Amerika SerikatImpor Berasperjanjian dagangswasembada pangantarif resiprokalThe Agreement on Reciprocal Trade
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek Tol dan Temukan Fakta Ini
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi bus di jalan tol.
1
Asap Karhutla Bikin Palembang Sesak: 9.313 Kasus ISPA Tercatat hingga Agustus 2026
By Syifa Fauziah
Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
2
Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana
By Syifa Fauziah
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
3
Empat Kali Terjerat Narkoba, Revaldo Ungkap Alasan Mengejutkan Kembali Pakai Sabu
By Rahmat Baihaqi
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi.
4
Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan Tuntutannya
By Ani Ratnasari
Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta melakukan aksi damai di depan Gedung Parlemen, Jakarta,
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Nasib Pertalite Bakal Dibatasi Buat Desil 9-10, Sistem Lagi Dibuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait rencana pembatasan pembelian Bahan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
Ekonomi Bisnis

Himbara Mulai Kekeringan Likuiditas, Calon Deputi Gubernur Senior BI Ungkap Sebabnya

Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengakui…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Suasana uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) bersama Komisi XI DPR.
Ekonomi Bisnis

Calon Bos BI Destry Ungkap Jurus Baru Jaga Rupiah dan Hadapi Gejolak Pasar Global

Kebijakan Lalu Lintas Devisa atau LLD akan menjadi salah satu perhatian calon…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
Ekonomi Bisnis

Visi Calon Deputi Gubernur Senior, Mau BI Jadi Bank Sentral Terbaik di Negara Berkembang 

Calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengungkapkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up