Pemerintah melakukan evaluasi kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang sudah dijalankan per April 2026. Hasilnya, kebijakan ini diklaim menurunkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mencapai 9 persen.
Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sudah menyepakati melanjutkan kebijakan WFH selama dua bulan ke depan. Padahal kebijakan ini seharusnya berakhir di Juni 2026.
Kita evaluasi terkait WFH dalam 2 bulan, dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan pertalite di bulan April mendekati 9 persen. Jadi hasilnya cukup baik, oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan,”
ujar Airlangga Selasa, 26 Mei 2026.
Airlangga meminta, agar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperpanjang atau membuat Surat Edaran (SE) terkait hal ini.
Terkait dengan ASN nanti Ibu Menpan akan memperpanjang atau membuat SE baru. Kemudian untuk daerah dari Pak Mendagri, kemudian untuk BUMN kemudian Kepala Badan Pengatur daripada BUMN, dan swasta nanti dari Pak Menaker,”
jelasnya.
Sebelumnya, Airlangga sempat mengatakan bahwa kebijakan WFH sekali dalam sepekan diperpanjang hingga dua bulan ke depan. Artinya, kebijakan WFH akan berlaku hingga Agustus 2026.
Akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,”
ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.


