Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Senin, 2 Maret 2026 tercatat mengalami kenaikan usai adanya perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari laman Logan Mulia, harga emas Antam naik Rp50.000, menjadi Rp3.135.000 dari sebelumnya Rp3,085.000 per gram.
Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut naik Rp50.000 menjadi Rp2.914.000 per gram dari sebelumnya Rp2.802.000 juta per gram.
Sekadar informasi, pembelian emas pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dikenai PPh 22 sebesar 0,45 persen, sedangkan non-NPWP sebesar 0,9 persen.
Untuk penjualan kembali (buyback) senilai lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Potongan pajak tersebut langsung dipungut dari total nilai transaksi, dan setiap pembelian disertai bukti potong PPh 22.
Berikut daftar harga emas hari ini, Senin, 2 Maret 2026.
- 0,5 gram: Rp1.617.500
- 1 gram: Rp3.135.000
- 2 gram: Rp6.210.000
- 3 gram: Rp9.290.000
- 5 gram: Rp15.450.000
- 10 gram: Rp30.845.000
- 25 gram: Rp76.987.000
- 50 gram: Rp153.895.000
- 100 gram: Rp307.712.000
- 250 gram: Rp769.015.000
- 500 gram: Rp1.537.820.000
- 1.000 gram: Rp3.075.600.000
Harga Emas Global
Dilansir dari CNBC, harga emas global juga naik mendekati level tertinggi dalam satu bulan, sejak Jumat, 27 Februari 2026 dan menuju kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.
Hal itu dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran memperpanjang pembicaraan nuklir, sementara penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin mendorong harga emas batangan.
Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi US$5.230,56 atau sekitar Rp88.401 per ons, mencapai level tertinggi sejak 30 Januari di awal sesi. Harga telah naik 7,6 persen sepanjang Februari ini.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup 1 persen lebih tinggi pada US$5.247,90 atau sekitar Rp88.328.
Ada banyak kegelisahan seputar geopolitik, semua persiapan menunjukkan kemungkinan besar akan terjadi operasi militer selama akhir pekan, jadi ini adalah aksi penghindaran risiko dan pencarian aset yang aman,”
kata Phillip Streible, kepala ahli strategi pasar di Blue Line Futures.


