PSSI memberikan tanggapan terkait insiden kericuhan yang terjadi setelah pertandingan antara Malut United melawan PSM Makassar pada Sabtu 7 Maret 2026.
Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3.
Namun suasana memanas setelah laga usai, yang kemudian memicu tindakan tidak terpuji dari sejumlah pihak. Insiden ini dinilai mencoreng kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Wasit Thoriq Alkatiri Dipukul
Kericuhan terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Wasit Thoriq Alkatiri dilaporkan menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.
Selain itu, muncul laporan mengenai tindakan intimidasi dari salah satu ofisial Malut United terhadap jurnalis yang meliput pertandingan.
Ofisial tersebut disebut memaksa wartawan untuk menghapus video yang merekam insiden intimidasi terhadap wasit.
PSSI menilai kejadian tersebut tidak pantas terjadi di level kompetisi tertinggi sepak bola nasional.
PSSI Sangat Menyayangkan Insiden
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi setelah laga tersebut.
Menurutnya, tindakan seperti pemukulan terhadap wasit maupun intimidasi terhadap media tidak seharusnya terjadi dalam kompetisi profesional.
PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I League [Super League]. Klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi,”
ujarnya.
Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada official yang ditengarai. Kita berharap apa pun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan,”
ujarnya melanjutkan.
Diserahkan ke Komite Disiplin
PSSI menegaskan bahwa penanganan insiden yang terjadi di Stadion Kie Raha tersebut kini berada di tangan Komite Disiplin (Komdis). Komdis akan melakukan penelusuran dan menentukan langkah yang tepat terkait kejadian tersebut.
Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang. Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya. Menyerahkan semuanya kepada komdis [Komite Disiplin], apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya,”
ucap Yunus menegaskan.
Klub dan Suporter Ajak Jaga Atmosfer Sepak Bola
Yunus juga mengingatkan seluruh klub yang berlaga di Super League agar memberikan edukasi kepada pemain, ofisial, serta suporter untuk menjaga sikap selama kompetisi berlangsung.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi karena dapat merusak citra sepak bola nasional.
Sekali lagi kami berharap, hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita dan kita jaga bersama-sama.”
ungkapnya.
Selain itu, pihak manajemen klub diminta lebih tegas dalam mengingatkan seluruh elemen tim agar tidak bertindak di luar batas.
Agar tindakan-tindakan seperti ini, manajemen harus tegas menyampaikan kepada pelatih, asisten official, pemain apalagi kepada suporternya untuk selalu bijak menghadapi hal-hal atau situasi seperti ini,”
tukas Yunus.

