Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait siap mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.
389.681 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal pergerakan sekitar 143 juta pemudik di seluruh Indonesia, Operasi ini pun akan berlangsung selama periode 13-25 Maret.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir berkata kelancaran arus mudik tahun ini sangat bergantung pada distribusi informasi yang baik.
Dalam Apel Kesiapan Satuan Tugas Humas, ia menginstruksikan seluruh jajaran agar proaktif menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
Agar mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan oleh Polri dan instansi terkait,”
kata Johnny, dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
Demi menunjang kelancaran dan keamanan, Korps Bhayangkara menyiapkan 2.756 posko yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis.
Pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek, yakni 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara, termasuk berbagai titik keramaian lainnya.
Guna mencegah penumpukan kendaraan, Polri menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas situasional berupa contra flow dan sistem satu arah (one way) berdasar pantauan volume kendaraan di lapangan.
Diprediksikan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 13 dan 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 24 dan 28 Maret
Selain fokus pada lalu lintas, polisi juga akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas, termasuk mengamankan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.
Masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila mengalami atau mengetahui gangguan keamanan.
Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri tahun ini berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,”
ujar Johnny.
Merujuk data Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, 143,9 juta orang bakal mudik tahun ini. Angka ini turun 1,7 persen dibanding periode tahun lalu. https://www.instagram.com/p/DVK917skyRV/?img_index=1&igsh=MWJud3lwajNtdnZhaA==
Berdasar hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi asal pemudik terbesar dengan total 30,97 juta orang atau 21,52 persen dari jumlah pergerakan nasional.
Sementara, Jawa Tengah menjadi daerah tujuan favorit, dengan proyeksi 38,71 juta orang atau 26,90 persen dari total pemudik.
Demi mendukung kelancaran perjalanan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) didorong agar kepadatan bisa terurai dan perjalanan lebih aman serta nyaman.
Berbagai sarana transportasi juga telah disiapkan guna mudik, yakni 31.345 bus, 2.683 kereta, 392 pesawat, 829 kapal laut, hingga 255 kapal penyeberangan.

