PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan tanggapan terkait protes seorang penumpang lansia bernama Asrul (72) yang mengaku dipatok harga hampir dua kali lipat di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.
GM ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 malam. Pihaknya pun langsung meminta maaf setelah mengetahui masalah tersebut.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami salah satu pengguna jasa di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, terkait perbedaan harga tiket penyeberangan yang sempat terjadi pada Minggu (15/3) malam,”
ujar Umar dalam keterangan resminya, Selasa, 17 Maret 2026.
Umar menjelaskan, pemudik tersebut tiba di Pelabuhan Ciwandan tanpa memiliki tiket penyeberangan yang sebelumnya seharusnya dibeli melalui kanal resmi.
Karena belum memahami mekanisme pembelian tiket, yang bersangkutan kemudian meminta bantuan kepada petugas layanan check-in untuk membantu proses pembelian tiket.
Dalam proses tersebut, petugas membantu pembelian tiket melalui agen dengan nominal pembayaran sebesar Rp80.000. Setelah kendaraan pengguna jasa berada di area parkir siap muat, yang bersangkutan mempertanyakan nominal tersebut karena pada tiket tercantum harga Rp45.000,”
jelasnya.
Setelah kejadian itu, petugas ASDP segera melakukan klarifikasi dan penelusuran. Hasilnya ditemukan adanya selisih harga, dan selisih tersebut telah dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna jasa, sementara tiket yang dimiliki tetap dinyatakan berlaku untuk perjalanan.
Sebagai tindak lanjut, petugas yang terlibat telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan, dan pihak penyedia jasa tenaga kerja (PJTK) telah diberikan surat teguran resmi.
Selanjutnya, yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh KSKP Pelabuhan Ciwandan untuk proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku,”
tuturnya.
ASDP berkomitmen menjaga integritas layanan serta terus memperkuat pengawasan di seluruh titik operasional agar setiap pengguna jasa mendapatkan pelayanan yang adil, transparan, dan nyaman.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, sehingga proses perjalanan dapat berjalan lebih tertib dan lancar,”
tandasnya.
Sebelumnya, Asrul, pemudik asal Bekasi, Jawa Barat, sempat memprotes harga tiket di Pelabuhan Ciwandan karena dinilai lebih mahal hampir dua kali lipat.
Kala itu, ia hendak mudik ke Padang, Sumatera Barat, awalnya datang ke Pelabuhan Merak. Namun ia diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan karena menggunakan sepeda motor.
Saat di pelabuhan, Asrul belum memiliki tiket, ia pun diarahkan petugas dan diminta membayar tiket sebesar Rp80.000. Namun ia merasa janggal karena harga yang tercantum di tiket hanya Rp45 ribu.



