Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Terungkap Pemicu 152 Siswa Karo Keracunan MBG, Ikan Tak Masuk Freezer Lebih dari 12 Jam

152 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan program MBG.

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom)

Sekitar 152 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap insiden keracunan massal siswa itu karena dugaan kelalaian dalam pengolahan ikan. Dari investigasi sementara, sebagian ikan yang jadi bahan baku MBG ternyata tak dimasukkan ke freezer dan justru dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam.

Jadi, bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer. Ada sekitar 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu. Kemudian, ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,”

kata Sudaryono dikutip dari laman resmi BGN, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sudaryono menyebut kondisi ini sebagai kelalaian serius. Dia menegaskan tak boleh ada toleransi terhadap kesalahan dalam pengolahan makanan MBG.

Iklan

BGN menyiapkan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti lalai. Nantinya, dapur MBG bisa di- suspend. Sementara, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bertanggung jawab bisa dicopot.

Pilihan EditorRika Pangesti

Kasus Keracunan MBG Berulang, PDIP: Di Situ Ada Pemburu Rente

Apabila Kepala SPPG-nya adalah ASN, BGN akan mengajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sanksinya yang pertama, dapurnya di suspend berat. Kemudian, Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot. Tapi, saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara, status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut (nyawa),” ujar Sudaryono.

BGN juga membuka kemungkinan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat penegak hukum. Sudaryono minta seluruh kepala dapur MBG perketat penerapan prosedur keamanan pangan agar kejadian serupa tak kembali terjadi.

Lebih lanjut, dia menambahkan salah satu siswa korban yang dirawat di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai membaik setelah tiga hari menjalani perawatan. Namun, korban masih membutuhkan penanganan intensif.

Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.