Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Mudik Bukan Sekadar Tradisi, IDEAS Prediksi Rp417 Triliun Siap Mengalir ke Ekonomi RI
Ekonomi Bisnis

Mudik Bukan Sekadar Tradisi, IDEAS Prediksi Rp417 Triliun Siap Mengalir ke Ekonomi RI

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Maret 18, 2026 10:17 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Pemudik melintas di jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat
Pemudik melintas di jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/rwa)
SHARE

Tradisi mudik Lebaran dipastikan menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat mendorong peningkatan konsumsi yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi.

Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memprediksi, potensi ekonomi mudik pada Ramadan 2026 diperkirakan pada kisaran Rp347,67 triliun dalam skema moderat hingga Rp417,20 triliun dalam skema optimistis.

Perhitungan ini menggunakan pendekatan berbasis desil, yakni pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran, mulai dari kelompok 10 persen terbawah hingga 10 persen teratas. Pendekatan ini digunakan untuk membaca lebih dalam pola partisipasi mudik dan perilaku konsumsi masyarakat.

Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 281 juta jiwa, IDEAS memperkirakan sekitar separuh populasi akan melakukan mudik. Namun, partisipasi tersebut tidak merata. 

Pada kelompok desil terbawah, tingkat partisipasi diperkirakan sekitar 40 persen, sedangkan pada kelompok desil tertinggi dapat mencapai 60 persen.

Peneliti IDEAS Agung Pardini mengatakan, perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan mudik.

Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk berpartisipasi dalam mudik. Ini mencerminkan bahwa mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga aktivitas ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas daya beli,”

kata Agung Pardini dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Dari sisi pengeluaran, kesenjangan antar kelompok terlihat cukup tajam. Rata-rata pengeluaran bulanan antara desil terbawah dan tertinggi tercatat berbeda hampir sepuluh kali lipat. Namun, ketika dikonversi menjadi pengeluaran mudik, pola yang muncul justru berbanding terbalik secara proporsi.

Kelompok berpendapatan rendah mengalokasikan porsi yang jauh lebih besar dari pengeluarannya untuk mudik, yakni sekitar 200 persen dari konsumsi bulanan, sementara pada kelompok atas hanya sekitar 120 persen.

Kelompok bawah cenderung harus mengorbankan porsi pendapatan yang jauh lebih besar untuk bisa mudik. Secara nominal mereka membelanjakan lebih kecil, tetapi secara beban ekonomi justru lebih berat,”

ujar Agung.

Ketika jumlah pemudik dan besaran pengeluaran per kapita dikombinasikan, kontribusi ekonomi terbesar justru datang dari kelompok menengah hingga atas. Dalam skema moderat, kelompok desil enam hingga desil 10 menjadi penyumbang utama terhadap total potensi ekonomi mudik.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mudik tidak semata ditentukan oleh jumlah pergerakan masyarakat, tetapi juga oleh daya beli, terutama dari kelas menengah yang semakin dominan dalam struktur ekonomi nasional.

Meski demikian, temuan ini juga menegaskan masih adanya ketimpangan yang cukup lebar antar kelompok pendapatan. Pada kelompok berpendapatan tinggi, biaya mudik per kapita dapat mencapai lebih dari lima kali lipat dibandingkan kelompok terbawah.

Di tengah ketimpangan tersebut, potensi ekonomi mudik tetap menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga. Lonjakan konsumsi selama periode Lebaran menciptakan efek berantai yang luas, mulai dari peningkatan permintaan barang dan jasa, aktivitas produksi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Dampak ini tidak hanya dirasakan di daerah tujuan mudik, tetapi juga di daerah singgah dan kawasan wisata yang dilalui pemudik.

Mudik menciptakan efek pengganda yang luas dalam perekonomian. Aktivitas ekonomi bergerak dari kota ke daerah, menghidupkan sektor perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro di berbagai wilayah,”

jelas Agung.

Lebih jauh, pergerakan mudik juga berperan sebagai mekanisme redistribusi ekonomi antarwilayah. Pendapatan yang diperoleh di pusat-pusat ekonomi perkotaan mengalir kembali ke daerah asal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam konteks ini, mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga instrumen ekonomi informal yang memperkuat pemerataan dan menggerakkan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama 2026.

Tag:idul fitriKetimpanganKonsumsiLebaranMudikperputaran uangPertumbuhan Ekonomiramadan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
1
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
2
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
3
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
4
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$92,16 per Dolar AS di Tengah Sanksi AS ke Iran

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa, setelah anjlok lebih dari 2…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 detik lalu
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Tersandung Bunga Obligasi, Saham Adhi Karya Kena Gembok BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Adhi…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
16 jam lalu
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Bantu Korban Bencana, NTT Dapat 6.800 Ton Beras

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
16 jam lalu
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,37 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up