Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada Senin, 24 Agustus 2026. Rupiah melemah sebesar 0,15 persen ke level Rp17.721 per dolar Amerika Serikat (AS) dan IHSG merosot 0,37 persen ke level 6.501.
Berdasarkan perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) sebesar 0,13 persen, Rupee India (INR) melemah 0,04 persen.
Lalu Baht Thailand (THB) melemah 0,07 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,11 persen, Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,03 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,08 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah itu salah satunya karena respons negatif pasar terhadap defisit transaksi berjalan RI.
Pasar merespons negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada kuartal II-2026 menjadi US$12,5 miliar atau 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Senin, 24 Agustus 2026.
Selain itu, pelemahan juga didorong oleh AS yang menyatakan akan mengumumkan rangkaian sanksi paling keras yang pernah ada terhadap Iran.
Saham Turun


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,2 triliun dengan melibatkan 35,8 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 259 saham naik, 166 tidak bergerak, dan 367 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) turun 9,92 persen ke Rp118
- PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) melemah 9,63 persen ke Rp122
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melemah 8,57 persen ke Rp12.000
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) sebesar Rp52,87 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp48,91 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp48,19 miliar




















