Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengawali debutnya dengan hasil positif setelah membawa skuad Garuda menang meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat, 26 Maret 2026, menjadi awal yang menjanjikan bagi pelatih asal Inggris tersebut. Hasil ini juga memastikan Indonesia melaju ke final untuk menghadapi Timnas Bulgaria pada 30 Maret mendatang.
Usai pertandingan, Herdman mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer stadion yang dinilainya sangat berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, atmosfer di sini unik, sangat unik. Lagu kebangsaannya begitu bertenaga, Anda bisa merasakan koneksinya di sana. Dan apa yang terjadi di akhir pertandingan, saya tidak pernah melihat itu dalam karier sepak bola saya, bisa terhubung dengan penggemar dengan cara seperti itu, itu sangat istimewa,”
kata Herdman.
Ia juga menegaskan pentingnya hubungan antara tim dan suporter dalam membangun kekuatan sepak bola nasional.
Dan Anda harus terhubung, Anda tahu, tujuan kami adalah untuk menghubungkan negara ini dari setiap pulau, melintasi ribuan mil yang kami butuhkan, dan kami akan memberikan segalanya untuk Anda,”
katanya.
Harapan untuk Dukungan Suporter di Masa Sulit
Herdman berharap dukungan luar biasa dari para penggemar tidak hanya hadir saat tim meraih kemenangan, tetapi juga ketika menghadapi tantangan di masa depan.
Saya akan memberitahu Anda itu, kami akan memberikan segalanya kepada para penggemar ini. Dan kami hanya berharap para penggemar, di saat-saat tersulit kami, mereka juga memberikan segalanya untuk kami, karena akan ada masa-masa sulit,”
ujar Herdman.
Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia tampil tanpa beberapa pemain andalan seperti Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathan. Herdman mengakui absennya pemain tersebut sedikit memengaruhi kreativitas tim.
Meski demikian, ia menilai tim tetap mampu menutup kekurangan tersebut dengan keunggulan di sektor lain.
Kembali ke komposisi pemain, saya pikir kami kehilangan sejumlah pemain, saya memikirkan Marselino (Ferdinan), Miliano (Jonathan), kami kehilangan sedikit kreativitas, dan Kevin Diks bermain di peran yang tinggi dan melebar, pekerjaan yang luar biasa, menunjukkan profesionalismenya malam ini,”
ucap Herdman.
Persaingan Ketat di Skuad Garuda
Herdman menegaskan bahwa persaingan di dalam tim akan semakin ketat, terutama dengan hadirnya pemain-pemain lain yang siap memperebutkan posisi utama.
Jadi saya senang, senang dengan komposisinya, tetapi ada lebih banyak pemain yang akan datang dan bersaing. Jadi grup yang ada di sini, saya harus memenangkan seragam itu (posisi di tim) di setiap pertandingan, dan mudah-mudahan mereka bisa mempertahankan seragam itu dan membuat pemain lain yang biasanya menjadi pemain utama, mendapatkan hak untuk kembali masuk (skuad timnas),”
ucap pelatih 50 tahun itu.
Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia membawa modal positif menuju partai final melawan Bulgaria. Laga tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Herdman dalam membangun kekuatan baru skuad Garuda.
Performa impresif di laga debut menjadi sinyal awal kebangkitan, namun konsistensi tetap menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal di turnamen ini.

