Dewan Keamanan PBB menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Para korban merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon pada akhir Maret 2026.
Selain kecaman, Dewan Keamanan juga menyampaikan duka mendalam kepada Indonesia dan keluarga korban.
Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia,”
demikian pernyataan Dewan Keamanan PBB pada Rabu 1 April, seperti dilansir Anadolu, Kamis 2 April 2026.
Sejumlah Personel UNIFIL Terluka
Dalam pernyataan yang sama, Dewan Keamanan mengungkap bahwa sedikitnya lima personel penjaga perdamaian lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan di wilayah konflik.
Insiden tersebut terjadi di sekitar wilayah yang dikenal sebagai Blue Line, yaitu garis batas sepanjang 120 kilometer yang ditetapkan PBB sejak tahun 2000 sebagai penanda penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Pasukan penjaga perdamaian disebut terluka di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di sepanjang Blue Line.
Seruan Perlindungan Pasukan Perdamaian
PBB menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata. Semua pihak diminta untuk menjamin keamanan personel, fasilitas, serta kebebasan bergerak mereka sesuai hukum internasional.
Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka. Memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional, dan menyampaikan apresiasi mendalam mereka kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL,”
bunyi pernyataan PBB.
Dewan Keamanan PBB juga meminta agar insiden ini segera diusut secara menyeluruh melalui mekanisme yang ada, termasuk investigasi oleh UNIFIL.
Selain itu, laporan perkembangan kasus diminta terus disampaikan kepada negara-negara kontributor pasukan.
Tak hanya itu, PBB kembali menegaskan dukungan penuh terhadap keberadaan UNIFIL dalam menjaga stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan juga menyerukan implementasi penuh Resolusi 1701 yang menjadi dasar menjaga perdamaian di wilayah tersebut.
PBB menegaskan kembali komitmennya terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan Lebanon sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas regional.


