Pemerintah Iran membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang berbeda kepada para delegasi asing yang menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Pemilihan ayat tersebut dinilai sarat makna simbolis dan mencerminkan pesan yang ingin disampaikan Teheran kepada negara-negara sahabat maupun mitranya.
Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu. Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang memicu konflik bersenjata selama beberapa bulan.
Ayat Al-quran yang Dibacakan Pertegas Perjuangan Iran
Dalam prosesi penghormatan itu, setiap ayat yang dilantunkan disebut tidak dipilih secara acak. Selain menggambarkan hubungan Iran dengan negara yang hadir, bacaan tersebut juga dinilai mempertegas posisi politik dan arah perjuangan Republik Islam Iran pascaperang.
Salah satu ayat yang menjadi perhatian dibacakan ketika delegasi Arab Saudi memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Khamenei. Otoritas Iran melantunkan ayat ke-13 Surat Ali Imran.
Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya,”
demikian arti ayat 13 QS Al Imran.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati),”
imbuh arti ayat tersebut.
Ayat tersebut merujuk pada Perang Badar, pertempuran yang terjadi pada tahun 624 M ketika pasukan Muslim yang jumlahnya lebih sedikit berhasil mengalahkan lawannya.


Pengingat Atas Kemenangan Islam dan Iran
Peristiwa bersejarah itu berlangsung di kawasan yang kini menjadi wilayah Arab Saudi. Laporan Middle East Eye menyebutkan pemilihan ayat tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat atas salah satu kemenangan awal dalam sejarah Islam sekaligus simbol keterkaitan sejarah dan peradaban antara Iran dan Arab Saudi.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai pembacaan ayat itu juga mengandung pesan politik. Menurut mereka, Teheran ingin menegaskan posisinya setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel, yang oleh Iran diklaim berakhir dengan keberhasilan mempertahankan kepentingan strategisnya, termasuk di kawasan Selat Hormuz.
Sementara, bagi sebagian pihak justru menafsirkan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkan tersebut sebagai simbol kemenangan Iran atas AS dan Israel.























