Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Saat Anak-Anak Tak Mampu Lagi Menanggung Beban Hidup, Pilihan Mengakhiri Hidup Naik Drastis
Nasional

(Part I) Saat Anak-Anak Tak Mampu Lagi Menanggung Beban Hidup, Pilihan Mengakhiri Hidup Naik Drastis

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 6, 2026 1:18 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi tekanan kesehatan mental pada. (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi tekanan kesehatan mental pada. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya peningkatan angka anak Indonesia yang ingin mengakhiri hidupnya atau bunuh diri dalam tujuh tahun terakhir.

Daftar isi Konten
  • Masa Kecil yang Hilang
  • Tekanan Hidup, Sosial dan Ekonomi
  • Pengaruh Media Sosial

Berdasarkan data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) pada 2015 dan 2023, memperlihatkan persentase siswa yang berpikir ingin mengakhiri hidup meningkat 1,6 kali lipat, dari 5,4 persen menjadi 8,5 persen. 

Survei yang sama juga memperlihatkan persentase siswa yang mencoba mengakhiri hidup meningkat 2,7 kali lipat, dari 3,9 persen pada 2016 menjadi 10,7 persen pada 2023.

Dari data tersebut, ditemukan bahwa siswa perempuan punya kecenderungan lebih tinggi baik untuk yang berpikir maupun mencoba mengakhiri hidup. Indonesia sendiri masuk dalam daftar negara dengan angka kasus bunuh diri tertinggi di Asia Tenggara. 

Masa Kecil yang Hilang

Seperti belum lama ini, Indonesia digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang anak berusia 10 tahun, siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Siswa tersebut diduga bunuh diri dipicu karena adanya tekanan sosial ketidakmampuan orang tuanya membayar uang sekolah dan membeli perlengkapan sekolah, hingga membuatnya stres dan mengakhiri hidup. 

Kasus seperti ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat remaja merupakan calon penerus bangsa yang seharusnya berada dalam fase tumbuh kembang yang penuh harapan dan potensi. Namun, tekanan dari berbagai aspek, mulai dari akademik, pergaulan, hingga kondisi keluarga, sering kali menjadi pemicunya.

Tekanan Hidup, Sosial dan Ekonomi

Psikolog sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi menyoroti kasus tersebut. Menurut Seto, tingginya kasus bunuh diri di Indonesia disebabkan oleh permasalahan para siswa yang begitu kompleks.

Menurutnya, banyak siswa yang hidupnya penuh dengan tekanan di sekolah. Belum lagi di lingkungan sekolah terjadi bullying dari teman dan guru yang cara mengajarnya tidak ramah anak. 

Kadang-kadang juga beban akademik yang terlalu berat. Tidak pandai menghitung, tapi pintar nyanyi, pintar menari, pintar menggambar,”

ujar Seto kepada owrite.

Selain itu, tekanan ekonomi juga menjadi penyebab anak memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Pasalnya tekanan ekonomi membuat orang tua terkadang kurang ramah anak, hingga melakukan kekerasan.

Kurang adanya komunikasi yang efektif, anak tidak didengar tapi terus disuruh dan dituntut. Jadi hal ini yang membuat anak semakin tertekan, akhirnya antara fight atau flight. Antara kabur, itu bisa kabur ke dunia sosial, kemudian juga kabur ke luar dunia (mengakhiri hidup),”

jelasnya.

Lebih lanjut Seto mengatakan masih banyak orang tua di Indonesia yang gaya komunikasi dengan anaknya kurang baik. Misalnya memerintah, membentak, tidak menghargai anak, dan sering membanding-bandingkan.

Padahal, setiap anak itu memiliki kepintaran yang bermacam-macam yang harus diterima oleh orang tua.

Anak sering dibanding-bandingkan dengan kakaknya, dibandingkan dengan adiknya, dan sebagainya. Jadi merasa tidak ada harganya, percuma saya hidup, gitu,”

jelasnya. 

Pengaruh Media Sosial

Lantas apa sih alasan anak-anak memiliki ide untuk mengakhiri hidup? Menurut Seto, sosial media memiliki peran yang cukup besar, mulai dari game hingga tontonan.

Rangsangan dari media sosial ini yang paling gampang, entah itu minum racun serangga, gatung diri, atau dengan terjun bebas di mal atau di tempat yang ketinggian gitu ya. Karena yang menginspirasi dia, itu yang diambil,”

jelas Seto. 

Menurutnya, tanda seseorang merasa tertekan, depresi hingga ingin mengakhiri hidup bukan dengan menunjukkan ke banyak orang tentang perasannya, mereka justru memilih untuk diam, tidak komunikatif dan menutup diri.

Kalau dinasihatinya diam aja, buang muka, dan sebagainya itu udah gejala-gejala yang tidak aman untuk anak,”

katanya.

Dokter Seto menambahkan, menghadapi anak ternyata tidak sulit ketika mereka merasa cemas, tertekan, dan depresi, yakni dengan senyum.

Kemudian orang tua pelu memandang matanya, ditatap dan dipeluk. Ciptakan rasa aman bahwa anak masih ada yang menghargai, ada yang melindungi, ada yang peduli.

Kalau dia merasa di dunia ini nggak ada yang peduli, anak berpikir ya buat apa saya hidup di dunia. Jadi intinya adalah senyum, kemudian meluk, dan menghargai, dan menerima, bahwa setiap anak itu unik, otentik, dan tidak terbandingkan,” 

katanya.

Tag:Anak-anakbunuh diriEkonomiHeadlineKemiskinanMedia SosialsosialSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
Viral Foto Diduga Peserta SPPI Nongkrong di Barak, Komentar Netizen Bikin Geleng-geleng Kepala
By Ani Ratnasari
Viral Foto Diduga Peserta SPPI
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan.
Nasional

Kalimantan Dikepung Karhutla, Ini Enam Langkah Pemerintah untuk Jinakkan Kobaran Api

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia tertama Kalimantan kembali…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ilustrasi Jalan Rusak akibat Gempa Bumi. (Sumber: Unsplash/ Anastasia R.)
Nasional

Update 25 Agustus 2025: Gempa Bumi Susulan di NTT Mencapai 7.029 Kali

Aktivitas gempa bumi susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus…

dusep-malikAmin-Suciady-Owrite
By
Dusep Malik
Amin Suciady
3 jam lalu
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
Nasional

Malaysia Siap Kirim Bantuan untuk Indonesia Atasi Karhutla, Asalkan…

Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Personel Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. (Sumber: Antara Foto/Ahmad Subaidi/YU)
Nasional

Desa Adat Sade Hangus Terbakar, Pemerintah Janji Siapkan Bantuan Rekonstruksi

Pemerintah menyiapkan bantuan pembiayaan untuk rekonstruksi atau membangun ulang Desa Adat Sade…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up