Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Tawaran bantuan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap memburuknya kabut asap dan potensi penguatan fenomena El Nino.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan bantuan dapat diberikan jika Indonesia membutuhkannya, khususnya untuk mempercepat pengendalian dan pemadaman kebakaran.
Jika Republik Indonesia membutuhkan bantuan tertentu, hal tersebut akan dibawa ke Kabinet untuk dipertimbangkan lebih lanjut,”
kata Arthur dalam pernyataannya setelah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat, dikutip dari laman The Sun Malaysia, Selasa, 24 Agustus 2026.
Apresiasi Langkah Prabowo


Arthur juga mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai semakin intensif dalam menangani karhutla di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah upaya yang dilakukan Indonesia antara lain menambah 1.500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), mengerahkan helikopter berkapasitas besar untuk operasi pengeboman air, serta memperkuat pelaksanaan modifikasi cuaca.
Menurut Arthur, Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat pencegahan kebakaran dan penanganan sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting karena fenomena El Nino diperkirakan semakin menguat menjelang Oktober, bertepatan dengan berlangsungnya musim monsun barat daya.
Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan kualitas udara membaik sebelum perayaan Hari Kebangsaan Malaysia ke-69 pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September, yang akan diselenggarakan di Kuching, Sarawak,”
ujarnya.
Malaysia Dapat Izin Penyemaian Awan


Di sisi lain, Malaysia menyampaikan apresiasi kepada Indonesia karena memberikan izin resmi bagi operasi penyemaian awan yang dilakukan Malaysia untuk melintasi wilayah udara Indonesia di kawasan perbatasan kedua negara.
Badan Nasional Pengurusan Bencana (Nadma) dan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) kini tengah menyiapkan jadwal operasi penyemaian awan tersebut. Arthur mengatakan jadwal pelaksanaan nantinya akan dikoordinasikan dengan Panglima TNI.
Pemerintah Malaysia juga akan terus memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara melalui Departemen Lingkungan Hidup (DOE) serta MetMalaysia.
Koordinasi dengan otoritas Indonesia, kata Arthur, akan terus diperkuat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara di tengah ancaman karhutla dan kabut asap lintas batas.























