Isu kenaikan harga minyak dunia kembali menjadi sorotan dan berpotensi menimbulkan dampak berantai di dalam negeri, termasuk bagi para pengemudi ojek online (ojol).
Ketua Umum Asosiasi Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan krisis global ini dalam jangka panjang akan berdampak juga ke Indonesia.
Dampak tersebut akan mempengaruhi BBM di Indonesia untuk menahan harga minyak di Indonesia agar tetap stabil.
Ini juga akan menjadi dampak yang mengkhawatirkan, yang pastinya harga BBM di Indonesia akan terkoreksi, nah ini yang kami khawatirkan,”
ujar Igun kepada owrite, Senin, 6 Maret 2026.
Igun menambahkan sejak munculnya isu kenaikan BBM, pihaknya kerap emonitor kondisi konflik ataupun krisis global yang ada di dunia ini. Karena pihaknya harus bersiap apabila krisis ini akhirnya melanda Indonesia.
Yang pastinya akan mempersulit dan makin menekan pendapatan dari para pengamudi ojek online,”
tambah Igun.
Menurut Igun, kondisi seperti ini seharusnya menjadi suatu perhatian dari pemerintah agar segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) ojek online (ojol) dengan skema bagi hasil 90 persen dan 10 persen.
Di mana pengamudi ojol mendapatkan 90 persen dan aplikasi mendapatkan 10 persen. Karena dengan adanya skema bagi hasil 90 persen dan 10 persen maka pendapatan pengamudi ojol mendapatkan jaminan pendapatan dari setiap order,”
jelas Igun.
Selain itu, Igun juga mendorong pemerintah melakukan mitigasi terkait isu risiko krisis global untuk melakukan dan membuka kembali peluang subsidi konversi bahan bakar BBM kepada sepeda motor listrik agar pengemudi ojol bisa memiliki sepeda motor listrik dengan skema subsidi dari pemerintah.
Sebab Igun mengatakan pada 2024-204 pemerintah mencanangkan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk sepeda motor listrik, namun hal tersebut belum terrealisasi hingga saat ini.
Sekitar 5-7 juta Ojol di dalam ekosistem itu, akan sangat berpengaruh secara signifikan atas subsidi BBM,”
tambahnya.


