Tewasnya tiga TNI penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon, membawa duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Namun, ungkapan duka cita dari Presiden RI Prabowo Subianto sendiri justru mendapat sorotan dari publik.
Mulanya, sebuah unggahan di X mencuat tentang keresahan warga negara yang menganggap bahwa ungkapan duka cita dari Presiden Prabowo yang dinilai tidak etis. Kata akun X @info_preloved, menyebut bahwa Prabowo hanya menyampaikan duka cita melalui akun Instagram.
Negara ini udah sampai di titik yg paling menjijikan. Busuk di dalam dan luar negeri. Di dalam sipil diteror, pelakunya orang-orang dinas kementerian dan TNI. Di luar prajurit TNI mati diserang israel, presidennya cuma bikin story berduka cita,”
tulis akun tersebut.
Keresahan yang disampaikan mendukung banyak opini dengan pendapat yang sama di kolom komentar. Mereka mendesak pemerintah untuk lebih ‘manusiawi’ dalam menyampaikan duka cita pada prajurit TNI yang gugur di zona perang.
Menurut peneliti Departemen Hubungan Internasional di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Waffaa Kharisma mengatakan, bahwa dalam politik luar negeri poin penting yang disampaikan Presiden Prabowo seharusnya tetap statement untuk melawan Israel dan mengecam serangan tersebut.
Kalau politik luar negerinya, saya tetap berpegang ya poin penting adalah condemn and pushback against israel, tekankan perlunya mandat dan perlindungan politik dari komunitas internasional yang enforced untuk melindungi pasukan perdamaian,”
kata Waffaa pada Owrite, dikutip Selasa, 7 April 2026.
Waffaa juga mendesak agar Indonesia mampu menekan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB atau UN Security Council – UNSC) untuk menjatuhkan sanksi dan menghukum pihak yang menyerang aset UN.
Meski demikian, CSIS menilai bahwa cara berkomunikasi Presiden Prabowo yang terkesan hati-hati menunjukkan bahwa dia menghormati proses investigasi yang masih berjalan dalam kasus ledakan tersebut.
Fakta bahwa yang dilakukan (Presiden Prabowo) belum ke sana (mengkritik serangan secara gamblang) mungkin menunjukkan kehati-hatian karena tunggu investigasi. Tetapi tetap perlu diarahkan ke sana even if kerangkanya masih investigatif,”
ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam saat menjalankan tugas misi perdamaian di Lebanon (UNIFIL), Timur Tengah.
Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,”
ujar Prabowo melalui instastory akun resmi instagram @prabowo.



