Harga pangan di masyarakat sudah mengalami kenaikan karena efek konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, akan memantau kenaikan harga pangan apakah disebabkan oleh gangguan minyak.
Purbaya mengatakan, saat ini inflasi secara umum masih terkendali. Menurutnya angka inflasi bulan Maret 2026 sebesar 2,51 persen, namun karena ada dampak diskon listrik inflasi menjadi 3,48 persen year on year (yoy).
Kita lihat ke depan seperti apa, ini dampak kenaikan BBM bukan. Tapi yang jelas katanya harga plastik udah naik kan ya karena bahan baku plastik kan dari minyak juga. Tapi secara umum sih masih terkendali saya pikir,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Purbaya mengatakan, sebagai regulator perlu dilihat apakah inflasi disebabkan oleh demand pull inflation atau inflasi tarikan permintaan. Menurutnya, bila inflasi berasal dari hal tersebut, pemerintah akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Demand pull adalah inflasi karena permintaan yang terlalu tinggi, ekonomi yang tumbuh terlalu cepat sehingga harga naik dan kepanasan. Kalau itu yang terjadi, maka kita harus perlambat pertumbuhan ekonomi, mungkin dari bank sentral yang jalan duluan baru kita di keuangan menyesuaikan,”
jelasnya.
Sedangkan bila inflasi nantinya berasal dari dorongan biaya atau cost push inflation, pihaknya akan berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
Kalau cost push kebijakan bank sentral nggak terlalu efektif untuk memperlambat ekonomi, fiskal juga kita akan pikir-pikir. Karena saya perlambat ekonomi juga harganya nggak turun karena emang cost-nya naik,”
tuturnya.
Menurut Purbaya, saat ini pemerintah terus berupaya mengendalikan inflasi, sambil terus mewaspadai perkembangan saat ini.
Jadi yang penting Anda sih mengendalikan aja. Jadi kalau saya sih, kita monitor terus kita waspada kita lihat semuanya dimana kita pelajari gimana,”
tuturnya.



