Pengusaha jasa laundry di Kota Depok, Jawa Barat, mulai kewalahan menghadapi lonjakan harga plastik kemasan dalam sepekan terakhir, Rabu, 8 April 2026.
Bagi para pengusaha laundry, plastik merupakan kebutuhan operasional yang cukup vital. Mulai dari pengemasan hingga penyerahan konsumen, setidaknya membutuhkan dua kantong plastik per pelanggan.
Salah satu pengusaha laundry bernama Yudha (30) mengatakan kenaikan harga plastik ini sangat berpengaruh pada usahanya. Apalagi plastik termasuk kebutuhan pokok yang tidak bisa tergantikan.
Ia merinci, kenaikan harga yang paling terasa adalah pada plastik bening yang biasa digunakan untuk membungkus pakaian.
Semua jenis plastik yang biasa digunakan untuk packing baju laundry dari yang berbahan PP, PE sampai HDPE mengalami kenaikan sampai 80 persen, harga sebelumnya dari 29.000/kg menjadi 48.000/kg (toko offline) sampai 55.000/kg (online marketplace),”
ujar Yudha kepada owrite, Rabu, 8 April 2026.
Yudha menambahkan tidak hanya plastik saja yang naik, tapi semua bahan baku juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Hampir semua bahan baku mengalami kenaikan signifikan terlebih lagi yang berbahan dasar minyak bumi seperti plastik san parfume,”
tambahnya.
Kenaiakan harga plastik ini tentu membuat penadapatan bersih semakin menipis. Meski demikian, ia masih melakukan peninjauan utuk menaikan tarif harga laundry per kilogran.
Namun ia sudah menyiapkan antisipasi bila biaya plastik tidak turun, maka akan dikenakan biaya tambahan Rp 1.000 per nota untuk biaya tambahan plastik tanpa melakukan kenaikan harga.
Namun apabila semua bahan baku laundry naik secara signifikan akan dipertimbangkan untuk melakukan kenaikan harganya,”
sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Yudha memiliki harapan besar terhadap pemerintah Indonesia agar secepatnya mencari solusi agar bisa mendapatkan pasokan baru untuk kebutuhan industri petrokimia yang ada di indonesia bukan hanya dari wilyah timur tengah sehingga harga plastik akan kembali stabil.
Hal senada juga dirasakan oleh pengusaha laundry lainnya, Ratna (45). Kenaikan harga plastik sangat berdampak pada bahan baku, salah satunya plastik kemasan.
Ia mengatakan harga plastik kemasan sebelumny Rp40.000 per rol, kini Rp75.000 per rol.
Meski mengalami kenaikan harga bahan baku, Ratna belum terpikir untuk menaikkan harga. Sebab persaing laundry di tempat lain harganya masih sangat rendah.
Saat ini, Ratna membanderol jasa cuci seteika di angka Rp7.000 per kilogram.
Saya bingung mau naikin harga. Soalnya di lingkungan rumah saya masih ada jasa laundry yang biayanya di bawah Rp7.000 per kilogram,”
ucapnya.
Ia mengatakan sejauh ini angka tersebut masih menutupi biaya operasinal. Namun bila harga bahan baku tak kunjung turun, ia pun berencana menaikkan harga tarif laundry.



