Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 29 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part II) Kenaikan BBM Nonsubsidi: Teror Daya Beli Rakyat dan Ancaman Mati Sektor UMKM
Ekonomi Bisnis

(Part II) Kenaikan BBM Nonsubsidi: Teror Daya Beli Rakyat dan Ancaman Mati Sektor UMKM

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 29, 2026 7:05 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Petugas memeriksa isi muatan truk pengangkut BBM di Integrated Terminal Jakarta (ITJ), Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). PT Pertamina (Persero) memastikan pelayanan dan distribusi BBM tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan konflik Timur Tengah. ANTARA FOTO/Galih
Petugas memeriksa isi muatan truk pengangkut BBM di Integrated Terminal Jakarta (ITJ), Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). PT Pertamina (Persero) memastikan pelayanan dan distribusi BBM tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan konflik Timur Tengah. ANTARA FOTO/Galih
SHARE

Dalam kesempatan berbeda, menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak serta-merta mendorong lonjakan harga pangan, karena pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi, yang diklaim dapat menjaga biaya distribusi agar tetap terkendali sepanjang Ramadan hingga pasca Idulfitri 2026.

Daftar isi Konten
  • Kenaikan BBM Kerek Harga Lainnya Naik
  • Resiko Usaha Tutup

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan sangat dipengaruhi oleh biaya distribusi, dan selama tarif angkutan tidak mengalami kenaikan akibat terjaganya BBM bersubsidi, maka tekanan harga dapat ditekan.

Kami sebenarnya sudah rapat dengan teman-teman asosiasi pengelola truk se-Indonesia. Sepanjang BBM bersubsidi tidak dinaikkan, maka tidak ada kenaikan angkutan. Jadi ini kita patut bersyukur kebijakan Bapak Presiden yang tidak menaikkan BBM bersubsidi. Tentu kalau truknya tidak naik, otomatis tidak mempengaruhi harga pangan, relatif masih aman,”

ujar Ketut dalam keterangan resmi di Jakarta, pada 20 April lalu.
(Part I) Kenaikan BBM Nonsubsidi: Teror Daya Beli Rakyat dan Ancaman Mati Sektor UMKM

Selain itu, ia juga mengklaim bahwa dampak dari terkendalinya biaya distribusi tersebut tercermin pada pergerakan harga pangan yang cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas yang membandingkan periode bulan puasa 19 Februari 2026–20 Maret 2026 dengan periode pasca Ramadan 21 Maret 2026–18 April 2026, sejumlah komoditas menunjukkan pergerakan yang relatif terkendali. 

Beras medium tercatat stabil dari Rp13.383 per kg menjadi Rp13.379 per kg, sementara beras SPHP berada di kisaran Rp12.442–Rp12.444 per kg. Bawang putih juga mengalami penurunan dari Rp38.634 menjadi Rp38.310 per kg, serta cabai merah keriting turun dari Rp44.220 menjadi Rp43.281 per kg.

Sejumlah komoditas lain mengalami fluktuasi harga, namun, kata Ketut, masih dalam batas wajar, seperti telur ayam ras dari Rp31.561 menjadi Rp31.648 per kg dan gula konsumsi dari Rp18.317 menjadi Rp18.618 per kg. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan selama periode tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali.

Di sisi lain, komoditas yang masih menjadi perhatian adalah cabai rawit merah yang berada di kisaran Rp75.726 per kg atau sekitar 32 persen di atas HAP, meskipun sudah mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Ketut menjelaskan, bahwa kenaikan pada cabai rawit merah lebih dipengaruhi faktor cuaca yang menghambat proses panen, bukan karena gangguan distribusi.

Memang di awal harga cabai rawit merah sempat tinggi karena faktor cuaca. Saat Ramadan yang kita harapkan kering, justru hujan, sehingga petani tidak bisa memetik cabai meskipun stok sebenarnya tersedia. Ini yang membuat pasokan terganggu dan harga naik. Sekarang harganya masih di kisaran 70 ribuan, tapi trennya sudah menurun dan kami perkirakan akan semakin stabil ke depan,”

jelasnya.

Selain faktor distribusi, pemerintah juga memastikan kondisi pasokan pangan tetap terjaga untuk menopang stabilitas harga. Berbagai intervensi seperti operasi pasar, bantuan pangan, serta penguatan distribusi melalui BUMN pangan terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan harga.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan mandat langsung yang harus dijaga secara konsisten.

Kestabilan harga pangan pokok strategis bagi masyarakat juga merupakan perintah Presiden. Kita harus tegas, hukum yang menjadi panglima, bukan menteri. Dalam kondisi geopolitik yang memanas, pelaku usaha, khususnya importir, tidak boleh mengambil keuntungan secara berlebihan,”

tegas Andi Amran Sulaiman.

Kami sudah panggil seluruh pihak yang terkait impor, tidak boleh ada kenaikan harga yang drastis. Jika ada yang melanggar, tentu akan kami evaluasi, termasuk izin impornya tidak boleh naik harga drastis semua yang tergantung impor dan saya yang tanda tangan,”

imbuhnya.

Kenaikan BBM Kerek Harga Lainnya Naik

Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, membantah hal tersebut.

Ia menilai klaim bahwa kenaikan BBM nonsubsidi tidak berdampak pada harga pangan terlalu normatif dan kurang membaca dinamika mikro di lapangan.

Menurut Ronny, dalam struktur distribusi Indonesia yang sangat bergantung pada transportasi darat, BBM merupakan komponen biaya yang “melekat” di hampir seluruh rantai pasok.

Kenaikan harga pada BBM nonsubsidi tentu akan langsung memicu penyesuaian ongkos kirim di tingkat pelaku distribusi.

Klaim bahwa kenaikan BBM nonsubsidi tidak berdampak pada harga pangan itu terlalu normatif. Dalam struktur biaya distribusi kita, BBM itu embedded di hampir seluruh rantai pasok. Begitu harga naik, pelaku distribusi dari sopir truk sampai pedagang grosir akan mulai menyesuaikan ongkos kirim. Kalau di statistik nasional belum terlihat, biasanya karena faktor waktu dan agregasi. Tapi di pasar tradisional, sinyalnya muncul jauh lebih cepat,”

ujarnya kepada owrite.

Ia menjelaskan, adanya lag effect yang kerap disalahpahami publik. Dampak kenaikan BBM, Menurut Ronny, tidak selalu langsung terlihat di harga konsumen, melainkan bergerak bertahap dari biaya logistik ke distributor lalu ke pengecer.

Barang yang cepat rusak seperti sayur dan cabai biasanya paling cepat menyesuaikan karena tidak bisa menunggu stok lama habis. Sementara barang olahan bisa sedikit lebih lambat karena masih menghabiskan stok sebelumnya. Jadi jedanya bisa beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung komoditasnya,”

beber Ronny.

Ronny juga menyoroti bahwa kenaikan harga cabai, minyak goreng, hingga plastik kemasan merupakan kombinasi efek langsung dan tidak langsung dari kenaikan biaya energi.

Cabai sangat sensitif terhadap ongkos angkut karena sifatnya perishable. Minyak goreng dan produk olahan terpapar biaya energi di proses produksinya. Sementara plastik kemasan berbasis petrokimia, sehingga kenaikan BBM sering diikuti kenaikan bahan baku turunannya. Ini bukan sekadar BBM mahal lalu ongkir naik, tapi cost-push inflation yang menjalar ke banyak sektor,”

paparnya.

Selain itu, ia menilai saat ini pelaku usaha tidak hanya bereaksi terhadap kenaikan biaya riil, tapi juga terhadap ekspektasi kenaikan lanjutan.

Di tahap awal, pelaku usaha sering menaikkan harga bukan hanya karena biaya sudah naik, tapi karena mereka mengantisipasi kenaikan berikutnya. Ini yang disebut forward-looking pricing behavior. Dalam ekonomi dengan ketidakpastian tinggi, ekspektasi sering mempercepat transmisi inflasi bahkan sebelum biaya riil sepenuhnya terealisasi,”

tambahnya.

Kondisi tersebut, sambung Ronny, yang paling menekan pelaku usaha kecil. Dengan margin tipis dan arus kas terbatas mereka hanya mampu menahan harga dalam waktu sangat singkat.

Mereka mungkin bisa bertahan satu dua minggu dengan mengorbankan margin. Tapi kalau biaya terus naik, pilihannya hanya dua: menaikkan harga atau diam-diam menurunkan kualitas dan kuantitas produk,”

ungkapnya.

Resiko Usaha Tutup

Tidak hanya berhenti pada margin keuntungan semata, Ronny pun mengingatkan adanya risiko terganggunya modal kerja UMKM yang bisa berujung pada berhentinya usaha.

Ini bukan hanya soal inflasi harga, tapi risiko business exit di level mikro. Kalau banyak UMKM tumbang, dampaknya ke penyerapan tenaga kerja juga akan terasa,”

ujarnya.

Ia menambahkan, tekanan terhadap daya beli masyarakat terjadi secara gradual namun kumulatif, menciptakan apa yang ia sebut sebagai “inflasi senyap” bagi kelompok menengah ke bawah.

Kenaikan kecil di banyak komoditas akan terasa perlahan. Tidak langsung kolaps, tapi mengurangi konsumsi sedikit demi sedikit, mulai dari sekunder lalu ke primer. Ini berbahaya karena konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung ekonomi kita,”

jelas Ronny.

Untuk meredam dampak tersebut, Ronny menilai pemerintah perlu bergerak di dua sisi sekaligus, jangka pendek dan struktural.

Dalam jangka pendek, intervensi distribusi sangat krusial untuk menekan biaya logistik, bisa melewati subsidi transportasi terbatas atau operasi pasar yang tepat sasaran. Selain itu, penguatan social safety net harus responsif, bukan hanya reaktif.

Tag:BBMEditorialKenaikan HargapertaminaSpillUMKM
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Booby Rasyidin (kanan) saat meninjau Stasiun Bekasi Timur di Kota Bekasi, Jawa Barat
Nasional

Insiden Kereta Bekasi Timur Berbuntut Panjang, Dirut KAI Didesak Mundur

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mendesak Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, untuk mundur dari jabatannya menyusul insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Menurut Firnando, peristiwa…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Pesepak bola Persib Bandung Julio Cesar De Freitas Filho (tengah) menendang bola dan berupaya dihalau penjaga gawang Arema FC Lucas Henrique Frigeri pada pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat
Olahraga

Bojan Hodak Tegaskan Persib Bakal Bangkit saat Menghadapi Bhayangkara FC

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menghatarkan timnya siap kembali meraih kemenangan saat berhadapan dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung,…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Petugas memeriksa isi muatan truk pengangkut BBM di Integrated Terminal Jakarta (ITJ), Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). PT Pertamina (Persero) memastikan pelayanan dan distribusi BBM tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan konflik Timur Tengah. ANTARA FOTO/Galih
Ekonomi Bisnis

(Part I) Kenaikan BBM Nonsubsidi: Teror Daya Beli Rakyat dan Ancaman Mati Sektor UMKM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali memantik kekhawatiran atas efek berantai yang menjalar jauh melampaui sektor transportasi. Kebijakan yang kerap dipandang sebagai penyesuaian fiskal semata, dalam praktiknya menjelma…

By
Iren Natania
Amin Suciady
9 Min Read

BERITA LAINNYA

Gedung OJK
Ekonomi Bisnis

Satgas PASTI Tutup 951 Pinjol Ilegal, Waspadai Modus Penipuan Ini

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menutup, 951 entitas pinjaman…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
4 jam lalu
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Ekonomi Bisnis

BUMI Bidik Tambang Emas-Tembaga Australia, Siapkan Akuisisi Rp977 Miliar

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana mengakuisisi seluruh saham perusahaan tambang emas…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
5 jam lalu
Bendera Prime Agri Resources. (Sumber: Dok. SGRO)
Ekonomi Bisnis

Tiga Direksi Mundur, Usai SGRO Diakuisisi Perusahaan Asal Korsel

PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) mengumumkan, pengunduran diri ketiga anggota direksi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Melambung ke US$111,26 per Barel, Gegara UEA Ancam Keluar OPEC

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan usulan Iran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up