Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 9 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi RI di 2026 Melambat 4,7 Persen
Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi RI di 2026 Melambat 4,7 Persen

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 9, 2026 11:38 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
SHARE

Bank Dunia merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini. Ekonomi RI diperkirakan hanya tumbuh 4,7 persen pada 2026, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,8 persen.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Carlos Felipe Jaramillo mengatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Timur dan Pasifik (EAP) melambat ke 4,2 persen pada 2026 dari 5,0 persen di 2025. 

Melambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan ini karena guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah yang memperparah dampak negatif dari hambatan perdagangan yang meningkat, ketidakpastian kebijakan internasional, dan tantangan ekonomi domestik.

Pertumbuhan di Asia Timur dan Pasifik terus melampaui sebagian besar wilayah dunia, bahkan di masa-masa terjadinya ketidakpastian,”

kata Carlos dalam keterangan resmi Kamis, 9 April 2026.

Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi China yang merupakan terbesar di kawasan ini akan turun dari 5,0 persen pada tahun 2025 menjadi 4,2 persen di 2026, dan 4,3 persen pada tahun 2027. Kondisi ini sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian permintaan domestik dan tantangan di sektor properti, serta perlambatan global yang menghambat pertumbuhan ekspor. 

Sedangkan pertumbuhan di bagian lain kawasan ini akan melambat menjadi 4,1 persen, dan diperkirakan pulih menjadi 5 persen pada tahun 2027, seiring meredanya ketegangan geopolitik dan berkurangnya ketidakpastian.

Namun, untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan, negara-negara harus menghadapi tantangan struktural dan memanfaatkan peluang di era digital untuk meningkatkan produktivitas serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja,”

katanya.

Kenaikan Harga Minyak Turunkan Pendapatan Masyarakat

Carlos mengatakan, dampak konflik di Timur Tengah bergantung pada ketergantungan masing-masing negara terhadap impor bahan bakar, kerentanan yang ada, dan fleksibilitas kebijakan ekonomi. 

Adapun konflik yang berkepanjangan dan semakin intensif dapat semakin memperburuk kondisi ekonomi dan mengurangi pertumbuhan regional. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar sebesar 50 persen yang terus berlanjut dapat menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 3-4 persen bagi masyarakat di wilayah ini. 

Bank Dunia menilai, dukungan yang terarah baik bagi masyarakat berpendapatan rendah dan rentan, maupun usaha kecil dan menengah dapat membantu masyarakat yang paling membutuhkan tanpa membebani keuangan negara.

Ketahanan kawasan ini di masa lalu memang luar biasa, namun tantangan saat ini dapat meningkatkan beban ekonomi dan menghambat pertumbuhan produktivitas,”

ujar Aaditya Mattoo, Direktur Penelitian Kelompok Bank Dunia. 

Dukungan yang terukur bagi masyarakat dan perusahaan dapat menyelamatkan lapangan kerja saat ini, sementara menghidupkan kembali reformasi struktural yang tertunda dapat memicu pertumbuhan di masa depan,”

sambungnya.
Tag:Bank DuniaGeopolitikHarga MinyakPerdaganganPertumbuhan Ekonomitimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Film Tunggu Aku Sukses Nanti
Hype

Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Kisah Perjuangan untuk Pembuktian Diri

Film ini menceritakan tetang Arga (Ardit Erwandha), seorang anak sulung yang sudah setahun menganggur. Setiap kumpul keluarga saat lebaran, Arga selalu menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya dengan beberapa pertanyaan menyebalkan…

By
Ivan
2 Min Read
Siswa mengumpulkan gadget
Nasional

Pakar Komunikasi Digital Soroti PP Tunas, Anak Bisa Akali Larangan Media Sosial

Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital, Firman Kurniawan memberi tanggapan terkait penerapan Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) sejak…

By
Syifa Fauziah
Ivan
5 Min Read
Desa Wisata di Kalimantan Tengah
Hype

5 Desa Wisata Unggulan di Kalteng Wajib Dikunjungi

Kalimantan Tengah menyimpan pesona wisata yang autentik, dari hutan tropis lebat, sungai-sungai berkelok, hingga budaya Dayak yang masih terjaga. Berbagai desa wisata unggulan di Kalimantan Tengah kini semakin dikenal karena…

By
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas mengendarai truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Ekonomi Bisnis

PMJS Kantongi Kontrak Rp10,83 Triliun untuk Ribuan Truk KMP

PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) berhasil mengamankan kontrak besar dari PT…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya soal Pembelian Motor MBG: Sudah Ditolak di 2025, Tapi Sebagian Sempat Lolos

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, ada miskomunikasi antara ia dan anak…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 4,7% di 2026, Purbaya: Bank Dunia Melakukan Dosa Besar

World Bank atau Bank Dunia merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Ilustrasi Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

BBM Tak Naik Memang Redam Psikologi Rakyat, Tapi Ada Risiko Ini yang Mengintai

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hari mengambil kebijakan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up