Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / ADB Ramal Ekonomi di Asia dan Pasifik Melambat Imbas Perang, RI Gimana?
Ekonomi Bisnis

ADB Ramal Ekonomi di Asia dan Pasifik Melambat Imbas Perang, RI Gimana?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 10, 2026 2:53 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
SHARE

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan, ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang melambat di 5,1 persen pada 2026 dan 2027, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,4 persen. Sedangkan inflasi diproyeksi naik menjadi 3,6 persen tahun ini dan 3,4 persen di 2027 dari sebelumnya sebesar 3 persen.

Menurut Asian Development Outlook (ADO) edisi April 2026, pemangkasan angka pertumbuhan ini didasarkan pada asumsi yang diselesaikan pada 10 Maret di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi, dengan skenario stabilisasi dini untuk konflik di Timur Tengah. 

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah merupakan risiko terbesar bagi prospek kawasan ini, karena dapat menyebabkan harga energi dan pangan yang terus tinggi serta kondisi keuangan yang semakin ketat,”

kata Kepala Ekonom ADB Albert Park dalam keterangannya Jumat, 10 April 2026.

ADB menilai, dengan kondisi ketidakpastian kebijakan perdagangan yang kembali muncul dan menimbulkan risiko tambahan, pemerintah perlu menerapkan kebijakan makroekonomi yang baik.

Dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang kembali muncul dan menimbulkan risiko tambahan, sangatlah penting bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan makroekonomi yang baik guna mempertahankan pertumbuhan dan mengendalikan inflasi, disertai langkah-langkah dukungan yang terarah untuk melindungi rumah tangga yang rentan,”

tambahnya.

ADB mengungkapkan, sebagian besar perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang prospek pertumbuhan ekonominya akan memburuk di tahun ini dan 2027. Meskipun, konsumsi swasta tetap tangguh dan permintaan terhadap barang-barang terkait kecerdasan buatan tetap kuat. 

Adapun untuk pertumbuhan ekonomi China diproyeksi turun dari 5 persen menjadi 4,6 persen tahun ini dan 4,5 persen tahun depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya pelemahan di pasar properti dan perlambatan ekspansi ekspor yang diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi. 

Untuk India, laju pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan akan melambat menjadi 6,9 persen tahun ini, dari sebelumnya 7,6 persen, sebelum naik menjadi 7,3 persen pada 2027. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang tangguh. 

Albert memperkirakan, ekonomi di kawasan Pasifik mengalami perlambatan paling tajam dari pertumbuhan 4,2 persen pada 2025 menjadi 3,4 persen pada 2026, dan 3,2 persen pada 2027.

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Perkiraan ini lebih tinggi dari sebelumnya yang sebesar 5,1 persen.

Adapun untuk harga minyak ADB memperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, tetapi akan berangsur-angsur stabil jika ketegangan geopolitik mereda. Lonjakan harga energi baru-baru ini dan potensi gangguan pada pasar pupuk yang terkait dengan konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan tekanan inflasi pada harga pangan global.

Tag:ADBasia dan pasifikperangPerdaganganPertumbuhan Ekonomitimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi anak main handphone
Nasional

PP Tunas Resmi Berlaku, Psikolog Soroti Peran Penting Orang Tua Awasi Anak di Dunia Digital

Psikolog anak dan keluarga, Sani B Hermawan memberi tanggapan terkait Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang telah…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read
Kue Gipang Banten
Hype

Fakta Menarik tentang Gipang, Kue Tradisional Khas Banten yang Tetap Eksis

Ditengah maraknya jajanan modern, makanan satu ini hadir sebagai salah satu kuliner tradisional khas Banten yang tetap bertahan dengan rasa autentiknya. Gipang merupakan salah satu makanan khas Banten yang banyak…

By
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Motor Listrik
Hype

3 Tips Hemat Energi ala Bahlil Lahadalia

Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan bahan bakar, isu hemat energi semakin sering digaungkan oleh pemerintah. Bahkan menteri ESDM Bahlil Lahadalia membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk…

By
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
Ekonomi Bisnis

Geopolitik Jadi Dilema Baru Industri Tambang RI, Harga Naik Tapi Risiko Membesar

Industri pertambangan nasional tengah menghadapi tekanan ganda di tengah dinamika global yang…

dusep-malik
By
Dusep
23 menit lalu
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menginvestasikan Rp3 triliun untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Antang. (Sumber: Antara Foto/Hasrul Said/kye)
Ekonomi Bisnis

Sambil Cari Cuan dari Listrik, Danantara Bikin Perusahaan Baru Buat Urus Sampah

PT Danantara Investment Management (DIM) membentuk BUMN baru, yakni PT Daya Energi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Harga emas Antam
Ekonomi Bisnis

Emas Antam Menguat Hari Ini, Harga Tembus Rp2,85 Juta per Gram

Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp7.000 pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
8 jam lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Airlangga Tetap Yakin Pertumbuhan di 5,4 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons, laporan Bank Dunia terkait pertumbuhan…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up