Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026.
Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ekonomi hingga geopolitik. Dikutip dari YouTube Sekertariat Presiden, berikut enam pembahasan utama dalam pertemuan tersebut:
- Dukungan Rusia untuk Keanggotaan BRICS
Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia yang mempercepat proses Indonesia menjadi anggota penuh BRICS. Keanggotaan ini dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.
- Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Kedua negara menyoroti pertumbuhan perdagangan bilateral yang mencapai sekitar 12,5 persen pada tahun sebelumnya. Meski tahun ini mengalami sedikit penyesuaian. Kedua negara juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi, industri, pertanian, hingga farmasi.
- Peluang Investasi dan Teknologi Strategis
Selain perdagangan, pembahasan juga mencakup investasi di sektor strategis seperti pengembangan teknologi dan eksplorasi ruang angkasa. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam membangun kemitraan jangka panjang.
- Konsultasi Geopolitik Global
Di tengah dinamika dunia yang terus berubah, Prabowo memanfaatkan pertemuan ini untuk berdiskusi mengenai isu geopolitik. Ia menilai Rusia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas global di tengah ketidakpastian.
- Kemandirian Pangan dan Energi
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai kemandirian, khususnya di sektor pangan dan energi. Kerja sama dengan Rusia dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut.
- Penguatan Hubungan Budaya dan Pendidikan
Tak hanya soal politik dan ekonomi, kedua pemimpin juga sepakat mempererat hubungan antarwarga melalui pertukaran budaya dan pendidikan. Prabowo bahkan menyinggung kedekatan emosional masyarakat Indonesia dengan pencapaian Rusia di bidang antariksa serta menyampaikan ucapan selamat Hari Kosmonot dan Paskah.
Pertemuan ini jadi sinyal kuat bahwa hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang ke arah kemitraan strategis yang lebih luas.



