Seorang warga negara China Youhuang Xiang menyelundupkan bakteri Escherichia coli (E.coli) ke Amerika Serikat (AS). Karena ulahnya tersebut, ia dijatuhi hukuman lebih dari empat bulan penjara, denda US$500 atau setara dengan Rp85,7 juta, dan satu tahun masa percobaan.
Xiang mengaku bersalah atas penyelundupan bahan biologis tersebut dari China. Sebagai bagian dari perjanjian pengakuan bersalah Xiang dengan pemerintah AS, pelaku juga menyetujui dikeluarkannya Perintah Deportasi Yudisial.
Diketahui, Xiang memegang gelar Ph.D. dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengajukan dan menerima visa pelajar non-imigran AS (J-1) untuk melakukan penelitian pascadoktoral di Departemen Biologi di Universitas Indiana Bloomington (“IU”), mulai 12 Juni 2023.
Menurut dokumen pengadilan, pada November 2025 Divisi Indianapolis FBI mulai menyelidiki pengiriman mencurigakan dari Beijing kepada individu yang berafiliasi dengan Universitas Indiana. Selama penyelidikan, FBI menetapkan bahwa Xiang telah menerima pengiriman mencurigakan dari Beijing di kediamannya di Bloomington, Indiana, pada Maret 2024.
Paket yang dimaksud berasal dari Guangzhou Sci-Tech Innovation Trading, dan manifes pengiriman menyatakan bahwa paket tersebut berisi pakaian dalam dari serat buatan, lainnya untuk wanita,”
menurut Departemen Kehakiman AS, dikutip Rabu, 15 April 2026.
Para penyelidik menganggap aktivitas Xiang yang membeli dan mengirimkan pakaian dalam wanita dari China sangat mencurigakan, terutama dari perusahaan yang berfokus pada inovasi sains dan teknologi.
Lebih jauh, pada 23 November 2025, Xiang diwawancarai oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) di Bandara Internasional Chicago O’Hare saat ia kembali ke AS dari perjalanan penelitian di Inggris. Selama wawancara tersebut, Xiang awalnya membantah mengetahui penyelundupan, tetapi kemudian mengakui bahwa manifes pengiriman untuk paket yang ia terima pada Maret 2024 sengaja diberi label yang salah dan sampel DNA bakteri E. coli disembunyikan dalam paket tersebut untuk menghindari hukum AS. Berdasarkan pengakuan tersebut, CBP segera mencabut visa J-1 Xiang, dan ia ditangkap oleh FBI.
Selama sidang vonis pada 7 April 2026, Pengadilan Distrik AS juga mendengar bahwa penyelidikan FBI mengungkap bukti bahwa Xiang adalah anggota Partai Komunis China (CCP), dan bahwa Xiang berbohong tentang afiliasinya dengan CCP ketika ditanyai oleh otoritas imigrasi.
Xiang dengan sengaja menyalahgunakan aksesnya ke fasilitas laboratorium di salah satu universitas riset unggulan Indiana, dan hak istimewa status visa J-1-nya, untuk menyelundupkan bahan biologis. Perilaku seperti Xiang mengabaikan inspeksi yang cermat terhadap zat-zat yang berpotensi berbahaya oleh CBP, USDA, dan lembaga-lembaga yang diwajibkan oleh hukum untuk mencegah masuknya bahan biologis invasif dan berbahaya ke negara kita. Perilaku seperti itu menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan publik dan kesehatan ekonomi pertanian kita,”
kata Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Indiana, Tom Wheeler.
Tom Wheeler kemudian menejalaskan bahwa hukum dan peraturan Bea Cukai Amerika Serikat ada untuk melindungi perbatasan, ekonomi, dan warga negara AS.
Hukum dan peraturan tersebut tidak boleh diabaikan atas keinginan dan kebodohan para peneliti ilmiah dan lembaga akademik,”
jelasnya.
Agen Khusus FBI Indianapolis, Timothy J. O’Malley menegaskan bahwa pelaku mencoba membawa bahan biologis secara diam-diam ke Amerika Serikat dan mengambil risiko serius terhadap keselamatan publik.
Menyembunyikan E.coli untuk menghindari deteksi menunjukkan pengabaian yang jelas terhadap hukum dan keselamatan orang lain. FBI tidak akan menolerir tindakan ini dan akan memastikan mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan,”
beber Timothy.
Sementara itu menurut Inspektur Jenderal USDA John Walk, menegaskan bahwa Partai Komunis China memanfaatkan hibah penelitian yang didanai pemerintah federal dari USDA untuk menyelundupkan bahan biologis berbahaya ke Amerika Serikat.
Pengirim paket juga berbohong untuk menyembunyikan sifat bahan berbahaya dari pengiriman tersebut.
USDA OIG secara aktif memerangi impor ilegal bahan biologis, memperlakukan ancaman terhadap keamanan pertanian dan keselamatan publik ini dengan prioritas investigasi tertinggi. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum seperti CBP dan FBI melawan penipuan perdagangan dan menghentikan eksploitasi oleh musuh asing terhadap hibah federal yang dikelola oleh USDA,”
imbuh John Walk.

