Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat meneken memorandum perdamaian. Dalam draf kesepakatan damai terdapat 14 poin yang di antaranya Iran bakal menerima keringanan sanksi untuk penjualan minyak dan produk petroleum.
Melansir dari Middle East Eye, Kamis, 18 Juni 2026, ada beberapa hal selain keringanan sanksi untuk Iran. Lalu, nota kesepahaman dengan AS juga bakal membuka dana sebesar 300 miliar dolar AS untuk pembangunan kembali Republik Islam Iran.
Selain itu, AS dan Iran sepakat berkomitmen untuk saling menghormati masing-masing kedaulatan dan integritas negara. Begitu pun AS dan Iran juga sepakat berunding soal kesepakatan final dalam dua bulan ke depan.
Jalur Selat Hormuz juga kembali dibuka jadi bagian kesepakatan perdamaian AS-Iran. AS juga berjanji mencabut blokade angkatan laut di Selat Hormuz.
Dalam kesepakatan, Teheran juga berjanji tak akan mengembangkan program nuklirnya dalam 60 hari ke depan
Berikut rangkuman 14 poin dalam memorandum yang ditandatangani secara digital oleh AS dan Iran:
- AS dan Iran bersama sekutu mereka, sepakat untuk mengakhiri perang secara langsung dan permanen di semua lini.
- Klausul kedua berisi komitmen bersama untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.
- Iran dan AS sepakat untuk merundingkan kesepakatan perdamaian final dalam 60 hari ke depan dan memperpanjang gencatan senjata saat ini jika diperlukan.
- AS setuju untuk mencabut blokade angkatan lautnya di Selat Hormuz. Bagian ini juga menyebutkan penarikan “pasukan [AS] dari “wilayah sekitarnya” dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir. Tidak jelas di mana batas geografisnya.
- Iran setuju untuk mencabut blokade Selat Hormuz dan menghilangkan segala hambatan.
- AS setuju untuk memastikan pembiayaan setidaknya 300 miliar dolar AS untuk rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Iran. Jumlah ini merupakan bagian dari kesepakatan akhir yang akan diimplementasikan dalam waktu 60 hari.
- AS berkomitmen untuk secara bertahap mencabut semua sanksi terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder”. Tidak ada jangka waktu yang diberikan untuk proses ini.
- Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memproduksi senjata nuklir. Bagian ini juga menyatakan bahwa nasib uranium yang diperkaya Iran dan program nuklir yang lebih luas akan dibahas dalam perjanjian akhir. Patut dicatat bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup tuntutan langsung agar Iran tidak memperkaya uranium.
- Iran berjanji tak akan mengembangkan program nuklirnya dalam 60 hari ke depan. “Iran akan mempertahankan status quo pada program nuklirnya, dan AS tidak akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran atau memperkuat pasukannya di kawasan tersebut,” tambah teks itu.
- AS setuju untuk mengeluarkan pengecualian sanksi untuk penjualan minyak dan produk petroleum Iran. Teks tersebut menambahkan bahwa “Semua layanan terkait, termasuk perbankan, asuransi, transportasi, dan sejenisnya” termasuk dalam pengecualian tersebut.
- Iran akan mendapatkan akses ke dana yang dibekukan berdasarkan “kemajuan” negosiasi dalam 60 hari ke depan.
- Suatu mekanisme implementasi akan dibentuk untuk mengawasi setiap kesepakatan akhir.
- AS dan Iran akan melanjutkan kerangka kerja untuk menegosiasikan perjanjian akhir setelah “dimulainya implementasi Pasal 4, 5, 10, dan 11”.
Kesepakatan damai final AS dan Iran akan disetujui melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

