Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, mengungkap peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Ia menyebut bahwa FFI bersama PSSI telah mengirimkan letter of intent kepada FIFA sejak tahun lalu sebagai langkah awal proses bidding.
Dalam proses pencalonan ini, Indonesia tidak sendirian. Ada sejumlah negara kuat yang juga berminat menjadi tuan rumah.
Negara-negara tersebut antara lain Spanyol, Prancis, Maroko, Kuwait, serta Indonesia sendiri.
Ini yang saya dengar ya, yang dari tahun lalu sudah menuliskan surat letter of intent kepada FIFA,”
kata Michael kepada awak media termasuk owrite.id di GBK Arena, Jakarta, Kamis 16 Maret 2026.
Michael juga mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan FIFA melalui pertemuan virtual. Namun hingga saat ini, proses bidding belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Kami sudah ada Zoom sebenarnya dengan FIFA bulan lalu, kita minta waktu dengan FIFA, Zoom dengan Komite Futsal-nya menanyakan kelanjutan. Tapi memang belum, belum ada proses setelah tahun lalu kami kirimkan surat itu, bidding-bidding-nya belum berjalan lagi gitu,”
tuturnya.
Harapan dari Dukungan Pusat
FFI berharap peluang Indonesia semakin terbuka melalui jalur diplomasi di forum internasional. Michael menilai momentum Kongres FIFA yang akan digelar di Kanada bisa dimanfaatkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk menyampaikan aspirasi Indonesia.
Karena tadi kan Pak Ketum juga sampaikan bahwa akhir bulan April ini ada Kongres FIFA di Kanada. Dan di sana saya berharap ada kesempatan, moga-moga beliau bisa menyampaikan kepada FIFA Council, kepada Presiden FIFA juga terkait dengan rencana harapan kita Indonesia bisa menjadi tuan rumah,”
ujar Michael.
Peluang Dinilai Masih Tipis
Meski optimistis, Michael tetap realistis melihat peluang Indonesia. Ia menilai faktor rotasi wilayah menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai informasi, Piala Dunia Futsal 2024 sebelumnya digelar di Uzbekistan, yang berada di kawasan Asia.
Walaupun saya juga harus bicara apa adanya, realistis, terakhir kali Piala Dunia Futsal itu Uzbekistan, jadi zona Asia. Apakah mungkin yang berikutnya zona Asia lagi? Kalau kita lihat di futsal sepertinya lebih fleksibel ya,”
katanya.
Kalau di sepak bola, Piala Dunia senior di sepak bola kan sulit untuk zona benua yang sama. Tapi kalau di futsal saya rasa tidak sekaku itu. Dan ini hal yang kita tentu harus bisa yakinkan FIFA,”
tambahnya.
Antusiasme Penonton Jadi Modal Besar
Salah satu kekuatan utama Indonesia adalah dukungan suporter yang tinggi terhadap futsal. Keberhasilan penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia menjadi bukti nyata tingginya antusiasme publik.
Salah satu cara kita meyakinkan, kita tunjukkan dengan kemarin di Piala AFC bahwa Piala AFC main di Indonesia Arena selalu penuh, dan itu juga banyak rekor pertandingan teramai yang berhasil didatangkan di Piala AFC,”
kata Michael.
Jadi kalau World Cup kira-kira akan sama bahkan lebih dari itu. Dan saya yakin itu menjadi satu hal yang akan menarik bagi FIFA juga melihat antusiasme futsal di Indonesia,”
pungkasnya.

