Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, memberikan pandangan terkait peluang naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Futsal Indonesia.
Menurutnya, saat ini Timnas Futsal lebih memilih fokus pada pembinaan dan regenerasi pemain lokal dibandingkan mengambil jalur naturalisasi seperti yang kerap dilakukan di sepak bola.
Michael menegaskan bahwa FFI tengah gencar melakukan pencarian bakat di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Ya, jadi kalau di futsal kita punya konteks yang agak berbeda. Di futsal kita punya talent pool yang luas, bahkan sekarang kita sedang melakukan talent detection untuk Timnas U-17,”
kata Michael kepada awak media, termasuk owrite.id di GBK Arena, Kamis 16 Maret 2026.
Jadi tim kepelatihan kita, dari Coach Hector dan jajaran, sedang berkeliling seluruh Indonesia. Targetnya 38 provinsi kita datang satu per satu. Jadi ini cara kita juga memastikan ada regenerasi, dan regenerasi itu dimulai dari usia muda, baik itu di U-17 termasuk timnas (di Piala AFF) yang kemarin bertanding,”
sambungnya.
Pemain Muda Dapat Kesempatan
Pada ajang Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain debutan.
Meski banyak dihuni pemain muda, tim tetap mampu menembus babak final meskipun harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-2.
Kalau mungkin teman-teman ikuti, pas di Piala AFF itu banyak sekali pemain baru, ada lima pemain yang baru debut di timnas futsal dan yang usianya di bawah 22 tahun juga sangat banyak,”
tutur Michael.
Michael menegaskan bahwa regenerasi menjadi prioritas utama untuk menjaga keberlanjutan prestasi tim nasional.
Jadi kita terus memastikan ada regenerasi dan saya lihat banyak talenta-talenta yang ada di liga kita, di klub-klub kita, bahkan usia muda yang akan melanjutkan untuk timnas kita jangka panjang,”
tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, performa Timnas Futsal Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan.
Skuad Garuda berhasil menorehkan berbagai prestasi, di antaranya menjuarai Piala AFF Futsal 2024, meraih medali emas SEA Games 2025, serta menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026.
Terbaru, Indonesia juga finis sebagai runner-up di Piala AFF Futsal 2026 dan sempat menjadi juara di CFA International Futsal Tournament 2025 di China.
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran pelatih Hector Souto yang aktif melakukan eksperimen dengan komposisi pemain.
Ia kerap memberi kesempatan kepada pemain muda serta mencari talenta baru untuk memperkuat tim. Pendekatan ini berbeda dengan strategi di Timnas Sepak Bola Indonesia yang lebih sering memanfaatkan pemain naturalisasi.

