Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Isi Deklarasi Djuanda, Kedaulatan Laut RI yang Disandingkan Prabowo dengan Selat Hormuz
Internasional

Isi Deklarasi Djuanda, Kedaulatan Laut RI yang Disandingkan Prabowo dengan Selat Hormuz

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: April 20, 2026 11:41 am
Adi Briantika
Dusep
Share
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa. (Foto: owrite.id)
SHARE

Presiden Prabowo mengklaim posisi vital perairan Indonesia yang menjadi jalur pelayaran bagi 70 persen pasokan energi Asia Timur. Kepala negara menyejajarkan perairan Nusantara dengan Selat Hormuz di Timur Tengah yang menjadi urat nadi energi global. 

Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa merespons pernyataan Presiden Prabowo itu. Ia menjelaskan perbedaan mendasar status kedaulatan laut Indonesia dan Selat Hormuz. 

Semua bermula dari Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957), yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja, menyatakan bahwa perairan di antara dan menghubungkan pulau-pulau Indonesia adalah bagian dari wilayah NKRI. 

Deklarasi ini mengubah aturan lama (warisan Belanda 1939) yang hanya mengakui laut teritorial 3 mil, menjadi konsep negara kepulauan (Archipelagic State) dengan batas laut teritorial 12 mil dari titik terluar. 

(Konsep deklarasi ini diterima dunia melalui Konvensi) United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982 yang mengakui laut di Indonesia ini adalah pemersatu pulau, bukan pemisah. Misalnya laut internasional itu di luar 12 mil maka negara ini kacau, orang akan masuk suka-suka,”

kata Teguh kepada Owrite.id. 

Sebelum deklarasi Djuanda, wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Territoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonnantie 1939 (TZMKO 1939). 

Dalam peraturan zaman Hindia Belanda, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai, ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

Meski berdaulat penuh atas perairan, Indonesia bukan negara serakah. Pemerintah pun memfasilitasi pelayaran internasional melalui penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)–jalur pelayaran dan penerbangan internasional yang ditetapkan berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2002) bagi kapal/pesawat asing untuk melintas secara damai dan cepat, menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia.

Terbagi atas tiga jalur utama (ALKI I, II, III) yang melewati selat-selat strategis, bertujuan menjaga kedaulatan, keamanan maritim, dan mendukung ekonomi nasional. Teguh pun membedakan status ALKI dengan Selat Hormuz. 

Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang bisa dilewati oleh siapapun. Ketika Iran menutup jalur Selat Hormuz, penutupan tersebut murni karena dinamika perang dengan Amerika Serikat dan Israel, bukan klaim teritorial seperti laut Nusantara. 

Awalnya (Hormuz) tidak ditutup. Itu terjadi setelah serangan dilakukan terhadap Iran. Begitu Iran diserang, maka Iran menggunakan logika yang difasilitasi oleh Pasal 51 Piagam PBB,”

ucap Teguh. 

Pasal 51 Piagam PBB menyatakan “Tidak ada ketentuan dalam Piagam ini yang dapat mengurangi hak alami untuk melakukan pembelaan diri, secara individual maupun kolektif, apabila terjadi serangan bersenjata terhadap suatu Negara Anggota PBB, sampai Dewan Keamanan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.”

Artinya, ancaman Iran menutup Selat Hormuz merujuk logika pasal tersebut yang memberikan hak suatu negara melaksanakan serangan balasan demi pertahanan diri. Iran merasa berhak menyasar pangkalan Amerika Serikat yang ada di negara-negara teluk, sekaligus menutup selat yang menjadi nadi energi sekutu Washington. 

Apa (isi) Pasal 51? Dia punya hak untuk melakukan pembalasan kepada pihak penyerang sebesar kerusakan yang sama. Iran melihat bahwa operasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menghajar mereka, itu dilakukan juga dengan melibatkan (serangan balik kepada) pangkalan militer Amerika Serikat di negara teluk,”

terang Teguh. 
Tag:ASia timurDeklarasi DjuandaKedaulatanNKRIprabowoSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo umumkan BI Rate hasil RDG April 2026.
Ekonomi Bisnis

Lagi, Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 4,75 Persen

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah akibat memburuknya kondisi di Timur Tengah.…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani
Ekonomi Bisnis

Investasi Melejit! Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian investasi kuartal I 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 21 April 2026. Dalam laporan tersebut, realisasi investasi mencapai…

By
Ani Ratnasari
Ivan
2 Min Read
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Politik

Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap berlangsung meski situasi politik terus berkembang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029, dengan tujuan…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi perang AS-Israel vs Iran. (Sumber: Unsplash/Saifee Art)
Internasional

Ternyata Ini Alasan Trump Mau Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perpanjangan gencatan senjata, pada Selasa,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Malah Curiga

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat memperpanjang masa gencatan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
5 jam lalu
Armada Global Sumud Flotila halau kapal kargo Israel. (Sumber: X/@gbsumudflotilla)
Internasional

Dramatis! Armada Global Sumud Flotilla Sukses Cegat Kapal Kargo Bawa Senjata ke Israel 

Armada Global Sumud Flotilla mencegat sebuah kapal kargo yang diduga membawa bahan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
Ilustrasi Kapal Kargo Iran ditahan Militer AS. (Sumber: X/@ChinaDailyAsia)
Internasional

AS Sita Kapal Kargo Iran Usai Singgah di China, Ada Apa di Dalamnya?

Sebuah kapal kargo berbendera Iran yang disita oleh angkatan laut Amerika Serikat…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up